Optimasi Kosurfaktan Polietilen Glikol 400 (PEG 400) Pada Nanoemulsi Ekstrak Daun Mengkudu (Morinda citrifolia).

Marnawati, Yusmita (2018) Optimasi Kosurfaktan Polietilen Glikol 400 (PEG 400) Pada Nanoemulsi Ekstrak Daun Mengkudu (Morinda citrifolia). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Radiasi UV merupakan penyebab penuaan yang paling banyak memapar kulit. Adanya radiasi UV dapat membentuk radikal bebas. Antioksidan dapat mentransfer elektronnya ke radikal bebas dan menghentikan reaksi berantai radikal bebas. Ekstrak daun mengkudu (Morinda citrifolia) terdiri dari flavonoid. Quercetin adalah flavonoid yang dominan sebagai antioksidan. Proses penuaan terjadi pada bagian dermis. Untuk mencapai bagian tersebut, kemudian digunakan nanoemulsi sebagai sistem penghantaran obat. Polyethylene Glycol 400 (PEG 400) sebagai kosurfaktan berperan dalam menurunkan energi bebas dalam pembentukan nanoemulsi dan meningkatkan stabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula optimal dari kosurfaktan PEG 400 pada nanoemulsi dengan perbandingan surfaktan: kosurfaktan 1:1; 1:2; 2:1. Hasil formula optimal yang diperoleh yaitu perbandingan 2:1 pada HLB 12,86. Pembuatan nanoemulsi menggunakan ultraturax dengan kecepatan 12.000 rpm selama 1 jam. Sediaan nanoemulsi dievaluasi karakteristik fisik dan stabilitas fisiknya yang meliputi uji organoleptik, tipe nanoemulsi, %transmitan, pH, viskositas, ukuran droplet, dan indeks polidispersitas. Sediaan yang terbentuk memiliki tipe o/w dan secara organoleptik tidak mengalami perubahan selama penyimpanan dan tidak mengalami pemisahan fase. Nilai pH sediaan 7,80 ± 0,02, viskositas 220 ± 0,00 cP, ukuran droplet 130,37 ± 1,40 nm dan indeks polidispersitas 0,594 ± 0,002. Analisa statistik uji stabilitas On Going dan Cycling menunjukkan hasil p<0,05, ukuran droplet mengalami peningkatan namun masih dalam rentang spesifikasi. pH dan %transmitan mengalami penurunan menunjukkan adanya perbedaan signifikan selama penyimpanan, sedangkan viskositas dan indeks polidispersitas p>0,05 menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan selama penyimpanan. sedangkan viskositas dan indeks polidispersitas menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan selama penyimpanan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, pada perbandingan surfaktan kosurfaktan 1:1 dan 1:2 tidak terbentuk nanoemulsi karena menghasilkan campuran keruh dan mengalami pemisahan. Sedangkan pada perbandingan 2:1 berhasil membentuk nanoemulsi, namun pada uji stabilitas fisik sediaan nanoemulsi ekstrak daun mengkudu tidak stabil selama penyimpanan.

English Abstract

UV radiation is the most common cause of aging to expose the skin. The presence of UV radiation can form free radicals. Antioxidants can transfer their electrons to free radicals and stop free chain reaction of free radicals. Noni leaf extract (Morinda citrifolia) consists of flavonoids. Quercetin is a dominant flavonoid as an antioxidant. Aging process occurs in the dermis. To reach the dermis, then used nanoemulsi as drug delivery system. Polyethylene Glycol 400 (PEG 400) as cosurfactant plays a role in lowering free energy in the formation of nanoemulsion and increase the stability. This study aimed to find out the optimal formula of PEG 400 cosurfactant on nanoemulsion with surfactant ratio: cosurfactant 1: 1; 1: 2; 2: 1. The optimal formula result is 2: 1 comparison on HLB 12,86. Making nanoemulsion using ultraturax with a speed of 12.000 rpm for 1 hour. The nanoemulsion preparation was evaluated for physical characteristics and physical stability including organoleptic test, nanoemulsion type,% transmittance, pH, viscosity, droplet size, and polydispersity index. Type of nanoemulsion has an o / w type and oranoleptically unchanged during storage and does not undergo phase separation. The pH value of the preparation is 7.80 ± 0.02, the viscosity is 220 ± 0.00 cP, the droplet size is 130.37 ± 1.40 nm and the polydispersity index is 0.594 ± 0.002. From the statistical analysis of On Going and Cycling stability test results with p <0.05, droplet size increased but still in the range of specifications. pH and %transmittance decreased showed significant differences during storage, while viscosity and polydispersity index p> 0.05 showed no significant difference during storage. whereas the viscosity and polydispersity index showed no significant differences during storage. Based on these results, on the ratio of surfactant : cosurfactant 1:1 and 1:2 nanoemulsion not formed because it produces a mixture separated. Whereas, in the 2:1 ration managed form nanoemulsion but on the test of physical stability nanoemulsion noni leaf extract unstable during storage.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FK/2018/320/051808218
Uncontrolled Keywords: Daun Mengkudu (Morinda citrifolia), PEG 400, Nanoemulsi, Stabilitas-Noni Leaf (Morinda citrifolia), PEG 400, Nanoemulsion, Stability.
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 583 Magnoliopsida (Dicotyledons) > 583.9 Asteridae > 583.93 Gentianales
Divisions: Fakultas Kedokteran > Farmasi
Depositing User: soegeng sugeng
Date Deposited: 21 Aug 2019 03:24
Last Modified: 21 Oct 2021 07:50
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/167468
[thumbnail of Yusmita Marnawati (2).pdf]
Preview
Text
Yusmita Marnawati (2).pdf

Download (3MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item