Pengaruh Penambahan Tepung Rumput Laut Eucheuma cottonii Terhadap Karakteristik Ham Ikan Tenggiri (Scomberromo commersoni)

Kristanto, Heru (2018) Pengaruh Penambahan Tepung Rumput Laut Eucheuma cottonii Terhadap Karakteristik Ham Ikan Tenggiri (Scomberromo commersoni). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Ikan tenggiri merupakan ikan pelagis dan merupakan ekonomis penting di Indonesia bahkan dunia karena kandungan lemaknya yang tinggi dan bagus untuk pertumbuhan. Tenggiri merupakan ikan karnivora dan predator serta merupakan ikan perenang yang cepat. Ikan tenggiri merupakan ikan pelagis besar yang merupakan karnivora yang memakan ikan kecil. Fish Burger adalah campuran daging ikan tanpa duri dari berbagai jenis ikan yang dicincang dan dilumatkan dengan ditambah sedikit pati (hidrat arang) dan bumbu-bumbu. Bahan baku yang paling baik digunakan untuk membuat fish burger adalah jenisjenis ikan yang mempunyai daging tebal berwarna putih, mempunyai tekstur lembut (mudah dilumatkan). Bisa menggunakan ikan tenggiri, kakap, remang/larak, talang-talang atau bisa juga memakai cumi-cumi. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik daging ham ikan tenggiri dengan penambahan persentase tepung rumput laut Eucheuma cottonii yang berkualitas baik. Adapun tujuan penelitian secara khusus adalah: Untuk menentukan persen konsentrasi dari jenis tepung terhadap daging ikan tenggiri pada pembuatan daging ham ikan tenggiri, Untuk menentukan penambahan persen konsentrasi tepung rumput laut (Eucheuma cottonii) terhadap persen konsentrasi dari jenis tepung terbaik. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 1 Maret- 30 Mei 2016 di Laboratorium Teknologi Hasil Perikanan dan Laboratorium Nutrisi dan Biokimia Ikan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya Malang Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen yang dibagi dalam 2 tahap yaitu pada tahap pertama bertujuan untuk menentukan jenis tepung (A) dan konsentrasi tepung (B) terhadap karakteristik ham ikan tenggiri. Sedangkan pada tahap kedua bertujuan untuk menentukan penambahan persen konsentrasi tepung rumput laut (Eucheuma cottonii) (C) terbaik. Pada tahap kedua untuk menentukan konsentrasi penambahan tepung rumput laut (Eucheuma cottonii) diambil dari penelitian terbaik pada tahap pertama. Menurut Jaidun (2011), Metode penelitian eksperimen pada umumnya digunakan dalam penelitian yang bersifat laboratoris. Namun, bukan berarti bahwa pendekatan ini tidak dapat digunakan dalam penelitian sosial, termasuk penelitian pendidikan. penelitian eksperimen digunakan untuk menentukan variabel-variabel apa saja dan bagaimana bentuk hubungan antara satu dengan yang lainnya. Menurut konsep klasik, eksperimen merupakan penelitian untuk menentukan pengaruh variabel perlakuan (independent variable) terhadap variabel dampak (dependent variable). Berdasarkan hasil penelitian Dari hasil analisa yang dilakukan didapatkan perlakuan terpilih pada pengujian karakteristik fisik meliputi, karakteristik kimia meliputi uji kadar air, kadar lemak dan kadar abu. Sedangkan untuk uji organoleptik meliputi skoring dan hedonik didapatkan pada tingkat kesukaan viii (hedonik) diambil nilai tertinggi. Berdasarkan di dapatkan hasil data dari penelitian tahap II dari uji hedonik rasa tertinggi pada tepung rumput laut konsentrasi 0% sebesar 4,37%,dan terendah pada tepung rumput laut konsentrasi 0,75% sebesar 4,02%.Berdasarkan di dapatkan hasil data dari penelitian tahap II dari uji hedonik warna tertinggi pada tepung rumput laut konsentrasi 0% sebesar 4,34%,dan terendah pada tepung rumput laut konsentrasi 0,75% sebesar 3,82% Berdasarkan di dapatkan hasil data dari penelitian tahap II dari uji hedonik Aroma tertinggi pada tepung rumput laut konsentrasi 0% sebesar 4,51%,dan terendah pada tepung rumput laut konsentrasi 0,75% sebesar 4,01% Berdasarkan di dapatkan hasil data dari penelitian tahap II dari uji hedonik Tekstur tertinggi pada tepung rumput laut konsentrasi 0% sebesar 4,47%,dan terendah pada tepung rumput laut konsentrasi 0,50% sebesar 3,76% Berdasarkan di dapatkan hasil data dari penelitian tahap II dari uji scoring rasa tertinggi pada tepung rumput laut konsentrasi 0% sebesar 4,37%,dan terendah pada tepung rumput laut konsentrasi 0,50% sebesar 3,91%. Berdasarkan di dapatkan hasil data dari penelitian tahap II dari uji scoring warna tertinggi pada tepung rumput laut konsentrasi 0% sebesar 4,34%,dan terendah pada tepung rumput laut konsentrasi 0,75% sebesar 3,82%. Berdasarkan di dapatkan hasil data dari penelitian tahap II dari uji scoring aroma tertinggi pada tepung rumput laut konsentrasi 0% sebesar 4,51%,dan terendah pada tepung rumput laut konsentrasi 1,00% sebesar 3,87% Berdasarkan di dapatkan hasil data dari penelitian tahap II dari uji scoring tekstur tertinggi pada tepung rumput laut konsentrasi 0% sebesar 4,47%,dan terendah pada tepung rumput laut konsentrasi 0,50% sebesar 3,76% Berdasarkan di dapatkan hasil data dari penelitian tahap II dari uji proksimat kadar tekstur tertinggi pada tepung rumput laut konsentrasi 0% sebesar 23,09%,dan terendah pada tepung rumput laut konsentrasi 1,00% sebesar 14,80% Berdasarkan di dapatkan hasil data dari penelitian tahap II dari uji proksimat kadar serat kasar tertinggi pada tepung rumput laut konsentrasi 0,75% sebesar 2,20%,dan terendah pada tepung rumput laut konsentrasi 0,25% sebesar 1,85% Berdasarkan di dapatkan hasil data dari penelitian tahap II dari uji proksimat kadar air tertinggi pada tepung rumput laut konsentrasi 1,00% sebesar 36,24%,dan terendah pada tepung rumput laut konsentrasi 0% sebesar 31,74%Berdasarkan di dapatkan hasil data dari penelitian tahap II dari uji proksimat kadar abu tertinggi pada tepung rumput laut konsentrasi 1,00% sebesar 3,24%,dan terendah pada tepung rumput laut konsentrasi 0% sebesar 2,58%Berdasarkan di dapatkan hasil data dari penelitian tahap II dari uji proksimat kadar lemak tertinggi pada tepung rumput laut konsentrasi 0% sebesar 12,93%,dan terendah pada tepung rumput laut konsentrasi 0,50% sebesar 10,22%Berdasarkan di dapatkan hasil data dari penelitian tahap II dari uji proksimat kadar protein tertinggi pada tepung rumput laut konsentrasi 0,75% sebesar 11,07%,dan terendah pada tepung rumput laut konsentrasi 1,00% sebesar 10,03% Berdasarkan di dapatkan hasil data dari penelitian tahap II dari uji proksimat kadar karbohidrat tertinggi pada tepung rumput laut konsentrasi 0,50% sebesar 39,88%,dan terendah pada tepung rumput laut konsentrasi 0,75% sebesar 36,92% ix Jadi,kesimpulan di atas dapat di simpulkan bahwa penelitian tahap II terbaik secara keseluruhan di peroleh hasil terbaik pada formulasi C1(Tepung Rumput Laut E.Cottonii konsentrasi 0%) Kesimpulan dari penelitian ini tentang Pada Penelitian tahap I dapat di tarik kesimpulan yaitu secara keseluruhan di peroleh hasil terbaik pada formulasi A2B3 (Tepung Tapioka Konsentrasi 10%), dan A3B3 (Tepung Maizena konsentrasi 10%) Pada penelitian tahap II dapat di tarik kesimpulan yaitu secara keseluruhan di peroleh hasil terbaik pada formulasi C1 (Tepung Rumput Laut E Cottonii konsentrasi 0%)

English Abstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2018/672/051806850
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing > 639.22 Fishing in salt waters
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Manajemen Sumberdaya Perairan
Depositing User: soegeng sugeng
Date Deposited: 23 Oct 2019 03:04
Last Modified: 16 Mar 2022 07:24
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/165210
[thumbnail of Heru Kristanto.pdf]
Preview
Text
Heru Kristanto.pdf

Download (3MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item