Pengaruh Konsentrasi Naoh Dan Suhu Pemanasan Ohmic Dalam Proses Pretreatment Terhadap Kandungan Lignoselulosa Ampas Tebu Sebagai Bahan Baku Bioetanol

Vitalina, Yurisma Eka (2018) Pengaruh Konsentrasi Naoh Dan Suhu Pemanasan Ohmic Dalam Proses Pretreatment Terhadap Kandungan Lignoselulosa Ampas Tebu Sebagai Bahan Baku Bioetanol. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Konsumsi energi menjadi kebutuhan penting yang menyebabkan kelangkaan bahan bakar minyak. Diperlukan suatu sumber bahan bakar terbarukan dapat diperbaharui yang diaplikasikan antara lain bioetanol. Material bioetanol yang merupakan sumber pangan dikhawatirkan akan mengurangi ketersediaannya bahan pangan dan tidak dapat mencukupi produksi bioetanol yang dibutuhkan. Oleh karena itu ada beberapa faktor yang mendorong makin intensifnya dilakukan penelitian mengenai pemanfaatan bahan lignoselulosa menjadi sumber energi, dalam hal ini etanol. Salah satunya material yang dapat dimanfaatkan adalah ampas tebu yang merupakan limbah padat pabrik gula yang banyak mengandung lignoselulosa. Proses pretreatment pada bahan lignoselulosa perlu dilakukan untuk mempermudah proses hidrolisis yaitu untuk membuka struktur lignoselulosa agar selulosa menjadi lebih mudah diakses oleh enzim yang memecah polimer polisakarida menjadi bentuk monomer. Dalam penelitian ini digunakan pretreatment pada bahan berlignoselulosa dengan pemberian pemanasan ohmic. Penelitian pretreatment dengan pemanasan ohmic diharapkan dapat berpengaruh terhadap kandungan lignoselulosa ampas tebu serta dapat memaksimalkan degradasi lignin sehingga kandungan selulosa pada bahan lebih tinggi. Metode penelitian berupa Rancangan Acak Lengkap vii (RAL) dengan dua perlakuan yaitu konsentrasi larutan NaOH (0,03 M; 0,05 M; dan 0,07 M) dan suhu pemanasan (65°C, 75°C dan 85°C) dengan dilakukan 3 kali pengulangan. Pretreatment pemanasan ohmic berpengaruh terhadap kandungan lignoselulosa ampas tebu. Konsentrasi larutan NaOH yang lebih tinggi akan mempercepat waktu pemanasan dan akan menghasilkan pH dan kadar air yang lebih tinggi. Tidak adanya interaksi antara perlakuan konsentrasi NaOH dengan suhu pemanasan terhadap rendemen bahan. Perlakuan terbaik didasarkan pada pengurangan kandungan lignin serta peningkatan selulosa yaitu pretreatment dengan konsentrasi larutan NaOH 0,07 M dan suhu pemanasan 75°C yakni pengurangan lignin 7,86% dan peningkatan hemiselulosa 8,01% serta peningkatan selulosa tertinggi yaitu 3,82%.

English Abstract

Energy consumption is an important requirement that causes by the scarcity of fuel oil. An updated renewable fuel source that is applicable is bioethanol. Bioethanol material which is a food source is feared will reduce the availability of food and can not meet the required bioethanol production. Therefore there are several factors that encourage more intensive research on the utilization of lignocellulosic materials into energy sources, in this case ethanol. One of the materials that can be utilized is a bagasse which is a solid waste sugar factory that contains many lignocelluloses. The process of pretreatment in lignocellulosic materials needs to be done to facilitate the process of hydrolysis which is to open the lignocellulose structure so that cellulose becomes more accessible by the enzyme that breaks down polysaccharide polymer into monomer form. In this study used pretreatment on materials berlignoselulosa with resistive heating. Pretreatment research with resistive heating is expected to affect lignocellulose content of bagasse and can maximize lignin degradation so that cellulose content in the material is higher. The research method was a Completely Randomized Design (RAL) with two treatments ie NaOH solution concentration (0,03 M; 0,05 M; and 0,07 M) and heating temperature (65°C, 75°C and 85°C) with 3 repetitions. ix Pretreatment of ohmic heating effect on lignocellulose content of bagasse. The higher concentration of NaOH solution will speed up the heating time and will result in higher pH and water content. There is no interaction between the treatment of NaOH concentration and the heating temperature to the rendement of the material. The best treatment was based on the reduction of lignin content and increase of cellulose and hemicellulose with pretreatment with 0,07 M NaOH solution concentration and 75°C heating temperature ie 7,86% lignin and 8,01% increase in hemicellulose and highest cellulose increase of 3,82 %.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FTP/2018/453/051810131
Uncontrolled Keywords: Ampas Tebu, Lignoselulosa, Pemanasan Ohmic, Pretreatment,/Lignocellulose, Ohmic Heating, Pretreatment, Sugar Cane
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 628 Sanitary engineering > 628.4 Waste technology, public toilets, street cleaning
Divisions: Fakultas Teknologi Pertanian > Keteknikan Pertanian
Depositing User: Endang Susworini
Date Deposited: 22 Oct 2019 07:15
Last Modified: 17 Mar 2022 04:35
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/165126
[thumbnail of Yurisma Eka Vitalina.pdf]
Preview
Text
Yurisma Eka Vitalina.pdf

Download (2MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item