Respon Jepang Terhadap Kompleksitas Keamanan Kawasan Asia Timur Tahun 2013-2017

Anjarini, Rani Shabrina (2018) Respon Jepang Terhadap Kompleksitas Keamanan Kawasan Asia Timur Tahun 2013-2017. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa respon Jepang terhadap kompleksitas keamanan kawasan Asia Timur. Seperti yang diketahui, Asia Timur merupakan kawasan yang konfliktual yang terdiri dari negara-negara kuat seperti Jepang, China, Korea Utara, dan Korea Selatan. Menurut Barry Buzan dan Ole Waever, kompleksitas keamanan kawasan menekankan pada fakta bahwa ancaman tidak datang dari negara yang jauh, namun, ancaman datang dari negara tetangga di kawasan.Penelitian ini menggunakan Regional Security Complex Theory (RSCT) dengan memakai empat variabel utama yang menjelaskan bagaimana RSCT terbentuk yaitu boundary, anarchic structure, polarity, dan social construction yang berfokus pada pola amity-enmity negara-negara dalam kawasan. Penelitian ini kemudian akan menganalisa bagaimana variabel utama dalam RSCT dapat membentuk kompleksitas keamanan kawasan Asia Timur dan membuat Jepang merespon. Seperti yang diketahui, Jepang harusnya taat pada konstitusi Pasifis yang melarang Jepang untuk meningkatkan kapabilitas militer sejak kekalahan Jepang pada Perang Dunia II. Peran Amerika Serikat di Asia Timur sebagai aliansi terbesar Jepang dan Korea Selatan, konflik regional antara China dan Jepang pada Pulau Senkaku/Diaoyu, Jepang dan Korea Selatan pada Pulau Takhesima/Dokdo, dan pengembangan nuklir Korea Utara membuat kompleksitas keamanan kawasan Asia Timur menjadi semakin konfliktual. Dengan menggunakan variabel turunan RSCT, variabel internal transformation digunakan untuk menganalisa respon Jepang terhadap kompleksitas keamanan kawasan Asia Timur tahun 2013-2017

English Abstract

This research aims to know the Japan’s response towards east asia regional security complex (RSC) 2013-2017. As we know that East Asia is a conflictual region that consists of powerful countries such as Japan, China, North Korea, and South Korea. According to Barry Buzan and Ole Waever, RSC emphasizes on a fact that threat doesn’t come from a far country, but threat comes from near country that can threaten other countries in the region. This research uses Regional Security Complex Theory (RSCT) by Barry Buzan and Ole Waever. By using four main variables that explain how RSCT is formed named boundary, anarchic structure, polarity, and social construction that focus in amity-enmity pattern between countries in region, this research will discuss how the main variables of RSCT can form East Asia RSC that makes Japan gives respond. As known that Japan must obey Pacifist Constitution that forbids Japan to increase military capability since the defeat of Japan in World War II. The role of United States of America (USA) in East Asia as the biggest alliance of Japan and South Korea, regional conflict between China and Japan in Senkaku/Diaoyu Island, Japan and South Korea in Takeshima/Dokdo Island, and North Korea nuclear program makes RSC in East Asia increasingly conflictual. By using the RSC’s form of configuration, internal transformation variable is used for analyzing Japan’s response towards East Asia RSC in 2013-2017.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FIS/2018/326/051804998
Uncontrolled Keywords: Kompleksitas keamanan kawasan, Asia Timur, Respon Jepang Regional Security Complex Theory, East Asia, Japan’s response
Subjects: 900 History, geography and auxiliary disciplines > 950 History of Asia
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 17 Oct 2019 07:09
Last Modified: 21 Oct 2021 04:31
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/164784
[thumbnail of Rani Shabrina Anjarini.pdf]
Preview
Text
Rani Shabrina Anjarini.pdf

Download (4MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item