Strategi Mitigasi Risiko Produksi Ikan Teri Nasi Dengan Metode Fuzzy Failure Mode Effect Analysis (FUZZY FMEA) dan Analytical Hierarchy Process (AHP) (Studi Kasus di PT. XYZ, Sumenep-Madura)

Nurhidayati, Weny (2018) Strategi Mitigasi Risiko Produksi Ikan Teri Nasi Dengan Metode Fuzzy Failure Mode Effect Analysis (FUZZY FMEA) dan Analytical Hierarchy Process (AHP) (Studi Kasus di PT. XYZ, Sumenep-Madura). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan ekspor yang bergerak dalam bidang pengolahan perikanan. Produk utama yang dihasilkan adalah ikan teri nasi dalam bentuk kering. PT. XYZ mengalami beberapa permasalahan risiko dalam kegiatan produksinya yang mengakibatkan terhambatnya proses produksi, penurunan kualitas, dan timbulnya kerusakan pada produk. Salah satu bentuk kerusakan produk yang ditimbulkan yaitu perubahan kondisi fisik ikan sehingga grade produk menurun atau bahkan tidak dapat di eskpor. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melakukan identifikasi risiko, melakukan pengukuran dan penilaian terhadap semua jenis risiko produksi yang muncul, serta menentukan alternatif strategi mitigasi yang tepat untuk meminimalkan risiko yang terjadi. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu Fuzzy Failure Mode Effect Analysis (Fuzzy FMEA) dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode Fuzzy FMEA digunakan untuk menentukan tingkat prioritas risiko berdasarkan nilai FRPN. Sementara metode AHP digunakan untuk menentukan strategi mitigasi yang menjadi prioritas berdasarkan hasil pembobotan. Variabel yang digunakan dalam penelitian terdiri dari penerimaan bahan baku, pengolahan produk, dan proses pengemasan. Responden dalam penelitian terdiri dari 3 orang yaitu manager produksi, supervisor produksi, dan asisten quality control. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terdapat 13 kejadian risiko yang teridentifikasi yaitu 5 kejadian risiko pada penerimaan bahan baku, 5 kejadian risiko pada pengolahan produk, dan 3 kejadian risiko pada proses pengemasan. Hasil pengukuran dan penilaian risiko dengan metode Fuzzy FMEA ii diperoleh prioritas risiko pada masing-masing variabel. Prioritas risiko pada penerimaan bahan baku yaitu risiko kurangnya ketersediaan bahan baku untuk diproses dengan nilai FRPN 4,704. Prioritas risiko pada pengolahan produk yaitu risiko produk mengandung kontaminasi benda asing (seperti kerang dan kerikil kecil yang masih tertinggal, rambut, dan serbuk besi) selama pengolahan dengan nilai FRPN 5,031. Sementara prioritas risiko pada proses pengemasan yaitu risiko kerusakan produk selama pengemasan dengan nilai FRPN 4,198. Hasil perhitungan dengan metode AHP diperoleh nilai bobot untuk masing-masing strategi mitigasi yaitu pengendalian mutu sebesar (0,364), pengawasan dan evaluasi kinerja SDM sebesar (0,213), menjalin kerjasama sebesar (0,167), peningkatan komunikasi sebesar (0,158), perencanaan dan pengendalian persediaan sebesar (0,098). Strategi yang paling berpengaruh dan dapat dipertimbangkan untuk mitigasi risiko yaitu strategi pengendalian mutu.

English Abstract

PT. XYZ is an export companies that engaged in the processing of fisheries. The main product produced is dried anchovy. PT. XYZ has several risk in the production activities which can cause inhibition of production process, decrease of quality, and damage to the product. One of the product damage that caused is changes in the physical condition of fish that can cause the grade of product decreased or it can not be exported. The purpose of this research to identifying of risk, measuring and assessing all types of emerging production risks, and determining the right alternative mitigation strategies to minimize risks. The method used in this research is Fuzzy Failure Mode Effect Analysis (Fuzzy FMEA) and Analytical Hierarchy Process (AHP). Fuzzy FMEA method is used to determine risk priority level based on FRPN value. While the AHP method is used to determine priority mitigation strategies based on weighting results. The variables used in this research consisted of raw material acceptance, product processing, and packaging process. This research used 3 respondents that consist of production manager, production supervisor, and assistant of quality control. Based on the research, there are 13 risk events which are consist of 5 risk events on raw material acceptance, 5 risk events on product processing, and 3 risk events on packaging process. The results of risk measurement and assesment using Fuzzy FMEA method obtained risk priority on each variable. Risk priority on the acceptance of raw materials is the lack of availability of raw materials for processing with FRPN 4,704. Risk priority on product processing is product containing foreign material contamination (such as shells and small gravel, hair, iv and iron flakes) during processing with FRPN 5,031. While the risk priority in the packaging process is product damage during the packaging with FRPN 4,198. The result of calculation with AHP method obtained weight value for each mitigation strategy includes quality control (0,364), monitoring and evaluation of human resources performance (0,213), establish of cooperation (0,167), improvement of communication (0,158), planning and controlling stock (0,098). The most influential and accountable strategy for risk mitigation is the quality control strategy.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FTP/2018/307/051808460
Uncontrolled Keywords: Ikan Teri Nasi, Mitigasi Risiko, Produksi,/ Anchovy, Production, Risk Mitigation
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing > 639.22 Fishing in salt waters
Divisions: Fakultas Teknologi Pertanian > Teknologi Industri Pertanian
Depositing User: Endang Susworini
Date Deposited: 14 Oct 2019 02:07
Last Modified: 14 Oct 2019 02:07
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/164494
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item