Konstruksi Anggota Kelompok Islam Terhadap Makna Program Keluarga Berencana (Studi Kasus pada Lembaga Dakwah Islam Indonesia Dusun Gading Desa Gadingmangu Kecamatan Perak Kabupaten Jombang)

Solikhah, Septi Mar’atus (2018) Konstruksi Anggota Kelompok Islam Terhadap Makna Program Keluarga Berencana (Studi Kasus pada Lembaga Dakwah Islam Indonesia Dusun Gading Desa Gadingmangu Kecamatan Perak Kabupaten Jombang). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Sebagai salah satu gerakan Islam di Indonesia, LDII menjadi menarik untuk diteliti karena mendapat label “eksklusif” dari sesama pemeluk agama Islam, dan sering dianggap berbeda pemahaman menganai penafsiran kitab agama Islam yakni Al-Quran dan Hadist oleh masyarakat umum. Sebagai gerakan yang baru memunculkan eksistensinya setelah reformasi, LDII menjadi salah satu gerakan yang menolak gagasan KB dengan jargon “2 Anak Cukup” karena dianggap sebagai alat untuk membatasi keturunan. Hal ini seperti yang pernah dilakukan kelompok gerakan Islam lainnya seperti NU dan Muhammadiyah. Meskipun sekarang baik NU maupun Muhammadiyah bahkan MUI telah memberikan pernyataan bahwa KB boleh dilakukan asalkan bertujuan untuk mengatur keturunan, akan tetapi jargon 2 anak cukup yang diusung KB membuat LDII tetap pada pendiriannya untuk menolak KB. Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan serta menganalisis bagaimana konstruksi makna program Keluarga Berencana oleh anggota Lembaga Dakwah Islam Indonesia Dusun Gading, Desa Gadingmangu, Kecamatan Perak, Jombang. Melalui studi kasus pada jamaah LDII di Dusun Gading Desa Gadingmangu Jombang ini, peneliti megumpulkan data dengan menggunakan teknik wawancara mendalam kepada informan yang memenuhi kriteria, serta melakukan observasi nonpartisipan terhadap aktivitas keagamaan yang diikuti jamaah dan yang memiliki andil dalam penyebaran infromasi mengenai family planning. Adapun teori yang digunakan adalah teori konstruksi realitas sosial Berger dan Luckmann. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konstruksi makna program Keluarga Berencana pada jamaah LDII ini dikukuhkan dengan aktivitas keagamaan. Sedangkan pembentuk pemahaman ini dibangun melalui nilai-nilainya disebarkan oleh Ustad, Ustadzah, Mubalighot serta orang yang dianggap manqul. Temuan menarik dalam penelitian ini adalah, meskipun terdapat beberapa jamaah yang mengatakan bahwa hukum KB bukan Haram tetapi tidak boleh dilakukan, akan tetapi karena merujuk pada hal yang tidak boleh dilakukan menurut syariat Islam, sehingga hal tersebut sebenarnya bermakna haram.

English Abstract

As one of the Islamic movements in Indonesia, LDII became interesting to be studied because it gets the label "exclusive" from fellow followers of Islam, and often considered different understanding of interpretation of Al-Quran and Hadist by public. As a new movement emerged after the reformation, LDII became one of the moves that rejected the idea of family planning with the jargon of "2 Children Enough" because it was considered as a tool to limit the descendants. This is similar to that of other Islamic movement groups such as NU and Muhammadiyah. Although, now NU and Muhammadiyah even MUI has given a statement that KB may be done as long as it aims to regulate descent, but jargon 2 children enough that carried KB make LDII stick to its position to reject KB. This research was conducted to describe and analyze how the construction of meaning of Family Planning program by member of Lembaga Dakwah Islam Indonesia Indonesia (LDII) Dusun Gading, Gadingmangu Village, Perak District, Jombang. Through the case study at LDII congregation in Dusun Gading, Gadingmangu Jombang Village, the researcher collected data by using in-depth interview technique to the informants who fulfill the criteria, as well as observing nonparticipant to the religious activity that was followed by the pilgrims and who contributed in the dissemination of information about family planning. The theory used is the construction theory of social reality Berger and Luckmann. The results of this study indicate that the construction of the meaning of Family Planning program to the LDII congregation is confirmed by religious activity. While the formers of this understanding built through its values spread by Ustad, Ustadzah, Mubalighot and people who are considered manqul. Interesting finding in this study is that although there are some pilgrims who say that family planning law is not Haram but it should not be done, but because it refers to the things that should not be done according to the Islamic Shari'ah, so that it actually means haram.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FIS/2018/287/051804959
Uncontrolled Keywords: family planning, LDII, konstruksi makna, konstuksi realitas sosial, dialektika konstruksi sosial family planning, LDII, the social construction, the social construction reality, the dialectic of social construction
Subjects: 300 Social sciences > 363 Other social problems and services > 363.9 Population problems > 363.96 Birth control
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 14 Oct 2019 01:56
Last Modified: 21 Oct 2021 04:10
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/164492
[thumbnail of Septi Mar’atus Solikhah.pdf]
Preview
Text
Septi Mar’atus Solikhah.pdf

Download (3MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item