Penyebab Kegagalan Mediasi SASG (Special Adviser to the UN Secretary-General on Cyprus) dalam Konflik Cypriots Periode 2008 - 2017

Subiakta, Krishna Wasudewa (2018) Penyebab Kegagalan Mediasi SASG (Special Adviser to the UN Secretary-General on Cyprus) dalam Konflik Cypriots Periode 2008 - 2017. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Konflik Cypriots yang telah berlangsung sejak 1963 merupakan salah satu konflik tertua yang terus berlangsung hingga saat ini. Disebut demikian karena belum terjadi resolusi konflik hingga saat ini. Konflik tersebut melibatkan Greek Cypriots dan Turkish Cypriots sebagai aktor utama. PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) sebagai "penjaga perdamaian dunia" telah berulang kali berusaha untuk membuat konflik ini mencapai resolusi konflik, hal ini dibuktikan dengan adanya pengiriman UNFICYP (Pasukan Perdamaian PBB di Siprus) sejak 1964 hingga saat ini. Hal tersebut ditambah dengan adanya pengiriman mediator yang tergabung kedalam good offices PBB di Siprus pada tahun yang sama hingga saat ini. Namun sayangnya belum terdapat resolusi konflik Cypriots hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan secara terperinci, faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya kegagalan mediasi oleh SASG (Perwakilan Khusus Sekjen PBB di Siprus) dalam konflik Cypriots periode 2008 - 2017. Sebuah periode yang ditandai dengan terpilihnya Presiden ROC (Republik Siprus) dari AKEL (sebuah partai sayap kiri Siprus yang pro reunifikasi) serta keterbukaan Turkish Cypriots untuk reunifikasi yang terus menguat sejak Siprus bergabung dengan UE (Uni Eropa) pada 1 Mei 2004 namun diakhiri dengan kegagalan mediasi untuk kesekian kalinya dalam konferensi Siprus di Crans Montana, Swiss pada 7 Juli 2017. Menggunakan konsep determinan kesuksesan dan kegagalan mediasi internasional milik Marieke Kleiboer yang menekankan pada 2 variabel, yaitu contextual dan process.

English Abstract

The Cypriots conflict is an ongoing conflict established in 1963, make it as the current oldest living conflict yet to be resolved which involved Greek Cypriots and Turkish Cypriots as the main actors. The UN (United Nations) known as "the world peacekeeper" has been attempted to make disputants reached a conflict resolution, it has been proven by deploying UNFICYP (United Nations Peacekeeping Force in Cyprus) since 1964 until now. UN's Secretary General has also been authorized to send its mediators (part of UN's good offices) at the same time as UNFICYP yet they can't help disputants to reach a conflict resolution. The purposes of this research were to explain several factors leading to the mediation failure by SASG (Special Adviser to the UN Secretary-General on Cyprus) thoroughly during 2008 - 2017. A period marked by AKEL's winning (a left-wing party who supported reunification) at 2008 ROC presidential election and the increasing of Turkish Cypriots’ support due to acceptance of ROC (Republic of Cyprus) as the new EU's member at 1 May 2004 but ended abruptly in the Conference of Cyprus held in Crans Montana, Switzerland on 7 July 2017. By using determinants of success and failure of international mediation concept by Marieke Kleiboer who emphasized it in 2 variables, which were contextual and process variables.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FIS/2018/846/051811036
Uncontrolled Keywords: Konflik, Cypriots, Greek Cypriots, Turkish Cypriots, PBB, SASG, kegagalan mediasi internasional Conflicts, Cypriots, Greek Cypriots, Turkish Cypriots, UN, SASG, failure of international mediation
Subjects: 300 Social sciences > 341 Law of nations > 341.5 Disputes and conflicts between states
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 05 Aug 2019 01:59
Last Modified: 07 Mar 2022 01:49
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/163426
[thumbnail of Krishna Wasudewa Subiakta.pdf]
Preview
Text
Krishna Wasudewa Subiakta.pdf

Download (2MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item