Studi Perencanaan Peletakan Inlet dan Outlet Pada PLTG/MG Pontianak Peaker (100MW) dengan Simulasi Penyebaran Panas Menggunakan Program Aplikasi SMS 12.1 (Surface Water Modeling System)

Verbiansyah, Bobly Ashar (2018) Studi Perencanaan Peletakan Inlet dan Outlet Pada PLTG/MG Pontianak Peaker (100MW) dengan Simulasi Penyebaran Panas Menggunakan Program Aplikasi SMS 12.1 (Surface Water Modeling System). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Kelangsungan hidup manusia di muka bumi tidak bisa lepas dari kebutuhan akan energi listrik. Dengan menggunakan segala sumber daya alam yang ada sebagai pembangkitnya. beberapa pembangkit yang beroperasi untuk memenuhi kebutuhan listrik dunia dan termasuk di Indonesia adalah Pembangkit listrik tenaga gas, dan Pembangkit listrik tenaga gas uap. Dalam studi ini dilakukan analisis panas yang keluar dari outlet Pembangkit Listrik lain yang telah berdiri terletak di samping lokasi rencana dengan mengunakan paket sms 12.1. PLTG/, Dikarenakan pengambilan air untuk masuk inlet tidak boleh melebihi 2°C dari suhu air sungai normal dengan suhu rata-rata 25ºC maka inlet dari pontianak peaker harus menjahui dari oulet pembangkit lain dan PLTG/MG Pontianak Peaker itu sendiri. Dalam studi ini software SMS 12.1 digunakan untuk melakukan simulasi permodelan pola aliran dan pola sebaran panas. Simulasi permodelan pola aliran sungai dalam software 12.1 mengunakan tahapan model RMA2, dan RMA4. tinggi muka air yang telah di tentukan dalam studi ini. Dan Higher high water level sebesar 1.14 m, permodelan pola aliran sungai juga dibutuhkan debit sungai, dan data debit sungai telah didapatkan debit sungai jungkat sebesar 4,19 m3/s dan sungai kecil sebesar 2,25 m3/s. Pemodelan pola sebaran panas mengacu dari hasil pemodelan pola aliran dari empat arah angin dengan kecepatan maksimum di setiap arah angin, dengan mengambil suhu di titik saluran outlet yang mengarah ke sungai. Temperatur air pada titik outlet adalah 7°C lebih tinggi dari pengukuran suhu air pada titik tersebut. , suhu rata-rata air sungai adalah 25,2°C. dengan demikian dalam penelitian ini suhu air di titik outlet dari PLTU Jungkat 100MW disimulasikan untuk suhu 32,2°C (25,2°C + 7°C = 32,2°C). angin dari utara adalah 8,23 m/det, angin dari barat adalah 7,20 m/det, angin dari selatan adalah 8,23 m/det, angin dari timur adalah 7,,72 m/det, pola sebaran panas di bagi menjadi 2 skenario, yaitu skenario saat pasang dan skenario saat surut. Hasil analisa permodelan pola aliran dan penyebaran panas dengan program aplikasi SMS 12.1, titik tinjau dalam studi ini mulai dari titik A sampai titik U. pada masing-masing titik tinjau didapatkan suhu yang berbeda-beda. Titik tinjau B adalah titik yang suhunya memungkinkan untuk ditempatkan inlet berikut suhu pada titik tinjau B. pada skenario pasang angin dari utara di titik tinjau B sebesar 25,2°C, angin dari barat di titik tinjau B sebesar 25,1°C, angin dari selatan di titik tinjau B sebesar 26,3°C, dan angin dari timur di titik tinjau B sebesar 28,2°C. pada skenario surut angin dari utara di titik tinjau B sebesar 25,2°C, angin dari barat di titik tinjau B sebesar 25,0°C, angin dari selatan di titik tinjau B sebesar 28,5°C, dan angin dari timur di titik tinjau B sebesar 28,4°C. Dari hasil analisa dapat dipertimbangkan untuk peletakan inlet PLTG/MG Pontianak Peaker 100 MW yaitu pada titik tinjau B dalam titik tersebut didapatkan suhu teringgi sebesar 28,5°C.

English Abstract

Human survival on earth cannot be separated from the need for electricity. By using all available natural resources as a generator. several plants that operate to meet the world's electricity needs and including in Indonesia are gas power plants, and steam gas power plants. In this study an analysis of the heat coming out of other power plant outlets that have been established is located beside the location of the plan using the 12.1 SMS package. PLTG /, Because the intake of water to enter the inlet must not exceed 2 ° C from the normal river water temperature with an average temperature of 25ºC, the inlet of the Pontianak Peaker must know from the other generator oulets and the Peaker PLTG / MG Pontianak itself. In this study the SMS 12.1 software is used to simulate modeling of flow patterns and heat distribution patterns. River flow pattern modeling simulations in software 12.1 use the stages of the RMA2, and RMA4 models. water level that has been determined in this study. And the Higher high water level is 1.14 m, river flow pattern modeling is also required for river flow, and river discharge data has been obtained for the jungkat river discharge of 4.19 m3 / s and small river of 2.25 m3 / s. Modeling of heat distribution patterns refers to the results of modeling the flow pattern of the four wind directions with a maximum speed in each wind direction, by taking the temperature at the outlet channel point leading to the river. The water temperature at the outlet point is 7 ° C higher than the water temperature measurement at that point. , the average river water temperature is 25.2 ° C. thus in this study the temperature of the water at the outlet point of the Jungkat PLTU 100MW was simulated for a temperature of 32.2 ° C (25.2 ° C + 7 ° C = 32.2 ° C). the wind from the north is 8.23 m / sec, the wind from the west is 7.20 m / sec, the wind from the south is 8.23 m / sec, the wind from the east is 7, 72 m / sec, the heat distribution pattern is into two scenarios, namely the scenario when tide and the scenario at low tide. The results of flow pattern modeling and heat distribution analysis with the SMS 12.1 application program, the point of view in this study starting from point A to point U. at each review point obtained different temperatures. Point B is the point where the temperature allows for the following inlet temperature to be placed at point B. In the northern wind tide scenario at point B is 25.2 ° C, west wind at point B is 25.1 ° C, wind from the south at the review point B of 26.3 ° C, and the wind from the east at the point of review B is 28.2 ° C. in the north wind tide scenario at point B is 25.2 ° C, west wind at point B is 25.0 ° C, wind from south at point B is 28.5 ° C, and wind from east is at review point B of 28.4 ° C. From the results of the analysis can be considered for the placement of PLTG / MG Pontianak inlet Peaker 100 MW that is at the point of review B in that point obtained the highest temperature of 28.5 ° C.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2018/952/051810053
Uncontrolled Keywords: PLTG / MG, SMS 12.1 (Surface Water Modeling System), flow pattern, thermal dispersion pattern
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics > 621.3 Electrical, magnetic, optical, communications, computer engineering; electronics, lighting > 621.31 Generations, modification, storage, transmission of electric power > 621.312 Generation, modification, storage > 621.312 1 Generation > 621.312 13 Specific kinds of mechanical generations > 621.312 132 Steam-powered generations
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Perencanaa Wilayah dan Kota
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 15 May 2019 02:54
Last Modified: 09 Mar 2022 01:11
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/162269
[thumbnail of Bobly Ashar Verbiansyah.pdf]
Preview
Text
Bobly Ashar Verbiansyah.pdf

Download (10MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item