Pengungkapan Pro Forma dan Keputusan Investor: Pengujian Empiris di Bursa Efek Indonesia

Rura, Yohanis (2011) Pengungkapan Pro Forma dan Keputusan Investor: Pengujian Empiris di Bursa Efek Indonesia. Doctor thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Penelitian ini dimotivasi oleh adanya fenomena bahwa banyak perusahaan dengan angka laba yang mengandung nilai keinformasian rendah memenuhi dan memberi harapan kepada investor melalui pengungkapan pro forma sebagai alternatif dari pengungkapan GAAP (PABU). Penelitian ini bertujuan untuk menguji teori signaling tentang apakah perusahaan ‘berkualitas` memasarkan perusahaannya dengan menggunakan pengungkapan pro forma, dan bukan menyesatkan investor. Pengungkapan pro forma inside information juga bertujuan supaya investor terhindar dari adverse selection . Pada akhirnya, apakah pengungkapan pro forma mempunyai kandungan informasi ditinjau dari teori pasar efisien. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan analisis regressi berganda. Sampel penelitian ini terdiri dari 113 tahun perusahaan mulai tahun 2001 sampai tahun 2008 yang melakukan pengungkapan pro forma , mempublikasikan laporannya dalam surat kabar nasional, dan laporannya mengungkapkan secara eksplisit pengeluaran penelitian dan pengembangan. Penelitian ini juga melakukan uji sensitivitas model 1 dengan mengganti proksi ROS dengan ROA dari variable kinerja perusahaan, dan analisis sensitivitas model 2 dengan memperlebar periode pengamatan dari 1 hari menjadi 2 hari, 3 hari, dan 15 hari. Uji hipotesis menunjukkan hasil yang mixed (campuran). Temuan penelitian tidak mendukung teori signaling bahwa perusahaan yang `berkualitas` member signal ke pasar melalui pengungkapan pro forma . Karena pengungkapan pro forma terbukti tidak berpengaruh terhadap keputusan investor, maka pengungkapan pro forma tidak menyesatkan investor. Temuan penting lainnya adalah bahwa uji simultan mendukung teori pasar efisien dengan bukti bahwa pasar bereaksi pada hari publikasi informasi dan koefisien determinasi melemah jika periode pengamatan diperlebar. Artinya, pasar merespons cepat informasi yang tersedia. Pengungkapan pro forma lebih memungkinkan dilakukan oleh perusahaan dalam industri property dan real estat dan industri keuangan, oleh perusahaan besar, dan oleh perusahaan dengan tingkat leverage yang rendah. Pengeluaran untuk pos riset dan pengembangan juga terbukti memengaruhi keputusan investor.

English Abstract

This research has been motivated by the existence the phenomenon that many firms with low-informative earnings have satisfied and improved the expectation of investors through pro forma disclosure as the alternative of GAAP (PABU) disclosure. The objective of research is to examine the signaling theory whether the `quality` firms marketed their firm using pro forma disclosure and not mislead the investors. The pro forma disclosure of inside information is made to remote the investors from the effect of adverse selection. In the end, whether the pro forma disclosure has information content viewed from efficient market theory. The research approach is quantitative with multiple regression analysis. Research sample includes 113 firm years from 2001 to 2008 which done the pro forma disclosure, published their financial statement in the national newspapers, and the report has disclosed explicitly about the expenditure of research and development. The first model sensitivity test is used to replace the proxy of ROS with ROA as the firm performance variable. The second model sensitivity analysis is considered to extend the observation period from one day into two days, three days, and fifteen days. The hypothesis test indicates the mixed result. The finding of research does not support the signaling theory that the `quality` firms give a signal to market through pro forma disclosure. Because of the pro forma disclosure does not influence the investors` response, the pro forma disclosure does not mislead the investors. Other important finding shows that the simultaneous test empower the efficient market theory by confirming that the market response to the day when the information is published. Meanwhile, the coefficient of determination is weakened if the observation period (window) is widened. It means that market quickly responds the available information. The pro forma disclosure is more enable to execute by the firms in the property and real estate industries or financial industries, by big size firms, and by those with low leverage. The expenditure for research and development variable may also influence the investors` response.

Item Type: Thesis (Doctor)
Identification Number: DES/657.3/RUR/p/061103245
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 657 Accounting > 657.3 Financial reports (Financial statements)
Divisions: S2/S3 > Doktor Ilmu Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Depositing User: Endro Setyobudi
Date Deposited: 21 Sep 2011 11:39
Last Modified: 21 Sep 2011 11:39
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/161100
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item