Kerjasama Pelayanan Publik di Bidang Kesehatan Pasca Pemekaran Wilayah Kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat

Putra, Windhu (2012) Kerjasama Pelayanan Publik di Bidang Kesehatan Pasca Pemekaran Wilayah Kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat. Doctor thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Penelitian ini bertujuan; (1) Mengidentifikasi efisiensi pelayanan kesehatan kabupaten/kota sebelum dan sesudah pemekaran wilayah. (2) Memahami indikator-indikator yang mempengaruhi perubahan efisiensi. (3) Merancang kerjasama kesehatan kabupaten/kota setelah pemekaran wilayah. Penelitian ini lebih diarahkan kepada upaya merevitalisasi kondisi daerah pemekaran melalui kerjasama di bidang kesehatan agar terjadi bentuk kerjasama yang efisien berdasarkan keunggulan aspek kesehatan yang ada pada masing-masing daerah. Penelitian dilakukan pada 9 daerah kabupaten yang terdiri dari 4 kabupaten daerah induk, yaitu; Kabupaten Pontianak, Kabupaten Sambas, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sintang. Serta 5 kabupaten daerah pemekaran, yaitu ; Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Landak, Kabupaten Sekadau, Kabupaten Melawi. Dengan menggunakan alat analisis Data Envelopment Analysis (DEA) untuk menghitung efisiensi pada setiap rumah sakit di daerah pemekaran maupun daerah induk, Penelitian ini juga menggunakan analisis efisiensi rasionalitas sumber daya dalam membentuk tata kelola kerjasama kesehatan antara kabupaten. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, ditemukan: 1) Ada perubahan tingkat efisiensi pelayanan kesehatan setelah adanya pemekaran daerah. Hal ini disebabkan menurunnya skala ekonomi pelayanan kesehatan. Daerah baru (pemekaran) sebagai hasil dari pemekaran daerah mengalami kekurangan sumber daya dari pada saat masih bersatu, sedangkan daerah induk pada akhirnya juga mengalami penurunan sumber daya, 2) Dari tujuh indikator faktor input, yaitu: Dokter Umum, Dokter Spesialis, Apoteker, Perawat, Karyawan, Jumlah Poliklinik, dan Dana Investasi untuk Rumah sakit, yang paling mempengaruhi perubahan efisiensi adalah Dokter spesialis, Perawat dan Jumlah poliklinik. Dengan demikian, ketiga faktor tersebut merupakan faktor yang paling signifikan dalam mempengaruhi tingkat efisiensi. 3) Dalam melaksanakan kebijakan pemekaran, terkait dengan jasa layanan kesehatan, perlu dirancang suatu model revitalisai rumah sakit dengan mempertimbangkan jumlah doktor spesialis, perawat dan poliklinik. Kombinasi dari ketiga faktor tersebut, akan sangat berpengaruh terhadap model pemekaran layanan kesehatan di daerah pemekaran.

English Abstract

This study aims: (1) To identify the efficiency of health services districts/cities before and after the regional proliferation. (2) Understand the indicators that affect the change in efficiency. (3) Designing a health cooperative district/town after the regional proliferation. This study aimed to revitalize efforts the regional preproliferation through cooperation in the health sector to enable the efficient form of cooperation based on the health aspects of excellence that exist in each region. The study was conducted in 9 districts which consist of 4 main districts, namely District Pontianak, Sambas District, Sanggau District, Sintang District. And 5 district expansion area, namely Singkawang, Bengkayang District, Landak District, Sekadau District, Melawi District. Data Envelopment Analysis (DEA) is used as analysis tools to calculate the efficiency at each hospital in the parent division area and regional levels, this study also uses rationality of resource efficiency analysis of in creating the governance of health cooperation among the districts. Based on the results of the analysis has been done, it was found: 1) There is a change in the efficiency of health services after the introduction of regional proliferation. This is due to declining health of economies of scale. New area (the regional proliferation) as a result of the expansion areas have a shortage of resources at the time still united, while the region of origin is eventually decreasing resources, 2) Of the seven indicators of input factors, namely: General Practitioners, Specialists, Pharmacists, Nurses , Employees, Total polyclinic, and the Investment Fund for hospital, which most influence the change in efficiency is a specialist doctor, nurse and the number of polyclinics. These factors are the influencing the level of efficiency. 3) In implementing the policy of expansion, which related to health care services, need designed a model hospital revitalisai by considering the number of specialist doctors, nurses and polyclinics. The combination of these factors, will greatly affect the model of health care in the proliferation area.

Item Type: Thesis (Doctor)
Identification Number: DES/352.63/PUT/k/061202213
Subjects: 300 Social sciences > 352 General considerations of public administration > 352.6 Personnel management (Human resource management)
Divisions: S2/S3 > Doktor Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Depositing User: Endro Setyobudi
Date Deposited: 17 Sep 2012 10:31
Last Modified: 17 Sep 2012 10:31
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/160961
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item