Implementasi Kebijakan Pengurangan Risiko Bencana (Studi Pada Pengurangan Risiko Bencana Erupsi Gunung Kelud 2014 Di Jawa Timur)

Muchsin, Slamet (2017) Implementasi Kebijakan Pengurangan Risiko Bencana (Studi Pada Pengurangan Risiko Bencana Erupsi Gunung Kelud 2014 Di Jawa Timur). Doctor thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Pengurangan risiko bencana (disaster risk reduction) merupakan desain baru dalam pengembangan kerangka kerja untuk mengurangi risiko bencana dengan pendekatan proaktif yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemerintah, masyarakat, swasta dalam penanganan bencana, baik dalam situasi tidak terjadi bencana, maupun dalam situasi terdapat potensi terjadinya bencana. Perubahan paradigma dalam penanganan bencana dari “responsive” menuju “preventif ”. memberikan menekankan tidak saja pada aspek tanggap darurat saja, tetapi juga menekankan pada pengurangan risiko bencana, sehingga manajemen penanganan bencana menjadi siklus yang saling terkait dan menjadi satu kesatuan yang terintegrasi. Kebijakan penanggulangan bencana sebagaimana dinyatakan dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007, memberikan pedoman tentang sistem penanggulangan bencana dengan jelas bahwa keberhasilan dalam penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab pemerintah, dan pemerintah daerah. Oleh karena terjadi perkembangan luasnya cakupan dalam mengatasi masalah bencana, maka tanggung jawab bergeser menjadi tangungjawab bersama. Di era desentralisasi, pola penanganan terhadap bencana diperlukan perhatian yang serius dari pimpinan mulai dari pusat hingga daerah. Keterlibatan para aktor dalam implementasi kebijakan pengurangan risiko bencana sebagai suatu kebutuhan yang tidak bisa kita hindari. Disertasi ini meneliti tentang implementasi kebijakan pengurangan risiko bencana dengan maksud untuk dapat memberikan jawaban atas penanganan menejemen bencana yang selama ini telah dilakukan. Studi ini mendeskripsikan dan menganalisis peran aktor dalam implementasi kebijakan pengurangan risiko bencana erupsi Gunung kelud di Jawa Timur dengan fokus dalam studi ini adalah: (1) Peran aktor negara, aktor swasta, aktor masyarakat dan aktor lembaga internasional dalam implementasi kebijakan pengurangan risiko bencana (2) Mekanisme tahapan dalam implementasi kebijakan pengurangan risiko bencana (3) Keberadaan faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi kebijakan pengurangan risiko bencana (4) Menemukan model ideal dalam implementasi kebijakan pengurangan risiko bencana erupsi Gunung Kelud di Jawa Timur. Analisis dengan menggunakan pendekatan teori aktor dalam impelementasi kebijakan, merujuk pada teori implementasi kebijakan Lineberry (1978:70) dan Anderson (1979:92) secara ringkas menyatakan bahwa dalam mengimplementasikan suatu kebijakan ada empat aspek yang harus diperhatikan, yaitu (1) siapa yang terlibat dalam implementasi; (2) hakekat proses administrasi; (3) kepatuhan atas suatu kebijakan, dan (4) efek atau dampak dari isi implementasi) sebagai grand theory, sedangkan untuk menganalisis peran aktor x dalam implementasi kebijakan pengurangan risiko bencana mengunakan analisis teori Grindle (1980:7) bahwa aktivitas implementasi dipengaruhi oleh isi kebijakan dan konteks kebijakan, sebagai middle range theory. Adapun operasional teorinya menggunakan gabungan teori Considine (1996:71) tentang aktor kebijakan, institusi kebijakan dan instrumen kebijakan, Howlett dan Ramesh (1998: 52) tentang aktor dalam proses kebijakan dapat berarti individu-individu atau kelompok-kelompok yang dalam kondisi tertentu sebagai subsistem kebijakan, kerangka kerja koalisi advokasi (advocacy coalition freamework) Sabatier dan Jenkins-Smith (1980). Adapun untuk mengkaji manejemen risiko bencana menggunakan teori Nick Carter (2008) dan Jack Pinkowsky (2008). Dari temuan penelitian yang diperoleh melalui wawancara yang mendalam dengan para pemangku kepentingan yang terlibat dalam penanggulangan bencana dari pemerintah, masyarakat, swasta dan NGO, menghasilkan temuan penelitian sebagai berikut: Pertama terjadinya kolaborasi antar aktor dalam implementasi kebijakan pengurangan risiko bencana baik aktor Negara, aktor masyarakat, sektor swasta dan aktor NGO, secara sinergis sehingga pengurangan risiko bencana erupsi Gunung Kelud dapat dilakukan dengan baik. Kedua, mekanisme dan pola implementasi kebijakan pengurangan risiko bencana erupsi Gunung Kelud mulai dari pra bencana, saat tanggap darurat dan pasca bencana dapat dilakukan secara optimal. Ketiga dalam implementai kebijakan pengurangan risiko bencana erupsi Gunung Kelud disamping terdapat keberadaan faktor pendukung yang meliputi: faktor pendukung internal yaitu pengalamam masa lalu yang menciptakan kesadaran masyarakat akan risiko bencana, adanya peringatan dini dan kesiapsiagaan, peran aktif masyarakat di lereng Gunung Kelud menghadapi bencana erupsi Gunung Kelud tahun 2014 yang lalu (relawan), kondisi geografis daerah, kondisi sosial ekonomi dan kemajuan daerah, dan faktor pendukung eksternal yaitu; komitmen dan dukungan pemerintah, legalitas dan regulasi yang dibuat oleh pemerintah baik pusat dan daerah dalam bentuk peraturan perundang-undangan, kapasitas sumberdaya dan kelembagaan, adanya rencana aksi dan rencana kontigensi (Renaksi dan Renkon), potensi daerah sebagai aset untuk peningkatan penganggaran, dukungan dan kepedulian terhadap bencana dengan membangun kemitraaan dan memberdayakan masyarakat dan peran dunia usaha melalui Coporative Social responsibility (CSR). Selain itu juga terdapat faktor penghambat meliputi penghambat internal yaitu; kondisi masyarakat masih banyak yang rentan terhadap bencana, pengetahuan dan sosialisasi tentang bencana yang masih minim, kelompok masyarakat dalam komunitas terkait bencana di level desa masih bersifat reaktif, kurangnya sarana dan prasarana peringatan dini dan, adanya nilai-nilai kepercayaan yang telah terbangun di wilayah terdampak, dan faktor penghambat eksternal yaitu; dukungan dan alokasi anggaran yang masih minim, sumber daya aparatur BPBD yang belum memiliki kompetensi bidang kebencanaan, lemahnya koordinasi, sinkronisasi, sinergi dan konsistensi program dan kegiatan secara vertikal dan horizontal, belum adanya produk hukum terkait forum khusus tentang PRB, minimnya peran dan partisipasi masyarakat, melalui mekanisme pelaksanaan musrenbang, dan program penanggulangan bencana. Keempat, menemukan model implementasi kebijakan pengurangan risiko bencana erupsi xi Gunung Kelud yang dapat dikembangkan menjadi model ideal dalam penanganan risiko bencana. Implikasi teoritis dari disertasi ini adalah: 1) Konsep Condisine relevan untuk menjelaskan tentang institusi kebijakan untuk menganalisis peran nilai dalam implementasi kebijakan, 2) Teori Howlett dan Ramesh bahwa peran aktor kebijakan sebagai sub-sistem kebijakan relevan untuk menganalisis peran aktor dalam implementasi kebijakan pengurangan risiko bencana. 3) Sabatier dan Smith dalam ACF theory menunjukkan adanya kolaborasi dan sinergi antar aktor dalam implementasi kebijakan, di mana masing-masing aktor memiliki kepercayaan dan keyakinan serta nilai dan kepentingan yang berbeda, sehingga memelukan peran aktor penengah (policy brokers). 4) Ottwin Renn Bahwa Teori Metafora Arena (Social arena Metaphor) yang dikembangkan oleh sosiolog dukungan teori ini juga dipadukan dengan teori sebelunya, bahwa implementasi kebijakan sebagai proses sosial dan arena perjuangan para aktor yang memainkan peran dalam sebuah arena dalam penaggulangan bencana. 5) Teori Grindle sangat relevan untuk menjelaskan keberhasilan implementasi kebijakan ditentukan oleh variabel konteks dan konten. Teori ini menajamkan adanya pelaku kebijakan dengan melihat variabel yang mendukung keberhasilan dalam implementasi kebijakan publik. 6) Farasman dan Ceo dan Chen dalam Sound Governance dan Dynamic Governance untuk menjelaskan tentag peran lembaga internasioanl dalam implementasi kebijakan PRB dan 7) Carter dan Pinkowski sangat relevan untuk menjelaskan secara komprehensif tentang siklus manajemen bencana.

Item Type: Thesis (Doctor)
Identification Number: DIS/658.477/MUC/i/2017/061703949
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 658 General management > 658.4 Executive management
Divisions: S2/S3 > Doktor Ilmu Administrasi, Fakultas Ilmu Administrasi
Depositing User: Nur Cholis
Date Deposited: 12 Jun 2017 09:33
Last Modified: 12 Jun 2017 09:33
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/160633
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item