Analisis Manajemen Rantai Pasokan (Supply Chain Management) Komoditas Pisang Mas Kirana (Studi Kasus pada Asosiasi Petani Pisang Mas Sridonoretno, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang)

Amir, NurOcvanny (2014) Analisis Manajemen Rantai Pasokan (Supply Chain Management) Komoditas Pisang Mas Kirana (Studi Kasus pada Asosiasi Petani Pisang Mas Sridonoretno, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang). Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Kabupaten Malang merupakan daerah yang sangat potensial untuk pertanian pisang, dan saat ini Kabupaten tersebut sedang gencar mengembangkan budidaya pisang mas Kirana, salah satunya di Kecamatan Dampit. Di Kecamatan ini yang berpotensi untuk pengembangan produksi tanaman pisang mas Kirana, antara lain Desa Srimulyo, Desa Sukodono, dan Desa Baturetno. Dikatakan berpotensi karena dapat meningkatkan pendapatan petani setempat yang menerapkan sistem tanam tumpang sari antara tanaman kopi dengan pisang mas Kirana. Adanya potensi untuk pengembangan produksi pisang mas Kirana serta perlunya memperhatikan aspek-aspek produksi dan pemasaran, maka ketiga desa tersebut mendirikan asosiasi petani pisang mas “Sridonoretno” melalui penguatan kelembagaan tani mandiri dengan membentuk suatu pola kemitraan rantai pasokan. Terbentuknya asosiasi dan kelembagaan kemitraan rantai pasokan pisang mas Kirana menunjukkan bahwa rantai pasokan di daerah penelitian mengarah pada mekanisme rantai pasokan modern, dimana adanya kelembagaan rantai pasokan ini sangat penting untuk membangun hubungan jangka panjang dengan mitra bisnis sehingga dapat meningkatkan daya saing di tengah persaingan bisnis pisang mas Kirana yang semakin ketat. Tujuan penelitian ini adalah (1) Menganalisis kondisi rantai pasokan pisang mas Kirana di daerah penelitian, (2) Menganalisis tingkat performansi pemasok pisang mas Kirana di daerah penelitian, (3) Menganalisis lima variabel yaitu kepercayaan, komitmen, komunikasi, kepuasan, dan ketergantungan antara KUB dengan CV Sukadana dan antara CV Sukadana dengan UD Aneka Buah Segar, (4) Menganalisis hubungan kepercayaan, komitmen, komunikasi, kepuasan, dan ketergantungan dengan tingkat performansi pemasok, (5) Merumuskan prioritas masing-masing tingkatan hirarki dalam pengukuran kinerja rantai pasokan pisang mas Kirana. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif pada kondisi rantai pasokan pisang mas Kirana dengan pendekatan aliran barang, aliran uang, dan aliran informasi dengan ditambah evaluasi penilaian indikator menurut pendapat responden. Untuk analisis tingkat performansi pemasok pisang mas Kirana menggunakan perhitungan Scheduled Order Costumer Request (SOCR). Menganalisis lima variabel yaitu kepercayaan, komitmen, komunikasi, kepuasan, dan ketergantungan antar lembaga kemitraan menggunakan skala Likert. Menganalisis hubungan kelima variabel dengan tingkat performansi pemasok menggunakan uji korelasi Kendall`s Tau. Kemudian untuk menganalisis perumusan prioritas masing-masing tingkatan hirarki dalam pengukuran kinerja rantai pasokan pisang mas Kirana dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian ini adalah (1) Kondisi rantai pasokan pisang mas Kirana, hasil persentase evaluasi indikator dari pendapat responden yang menyatakan pada aliran produk sebanyak 82 persen menyebutkan penyediaan atau pengiriman pisang mas Kirana sangat tepat waktu, 45 persen menyebutkan kesesuaian kuantitas cukup sesuai, dan 64 persen menyebutkan kualitas produk yang diterima cukup sesuai harapan. Pada aliran uang sebanyak 100 persen menyatakan pembayaran sangat tepat waktu dan tepat jumlah, 73 persen menyebutkan puas terhadap sistem pembayaran produk, dan 55 persen berpendapat harga pisang mas Kirana kurang sesuai dengan harapan. Sedangkan pada aliran informasi sebanyak 82 persen menyebutkan aliran informasi sesuai dengan adanya perubahan yang terjadi, 91 persen menyebutkan semua anggota rantai pasokan bersedia berbagi semua informasi yang dibutuhkan, dan 55 persen menyebutkan setiap pihak menerima informasi yang sangat akurat, (2) Performansi KUB terbaik yaitu KUB Tani Maju dan KUB Sekar Rindu yang memiliki nilai paling tinggi sebesar 100 persen. Sedangakan performansi KUB terendah adalah KUB Tugu Sari dengan nilai sebesar 20 persen. Selanjutnya performansi CV Sukadana didapatkan hasil sebesar 90,5 persen, (3) Analisis kepercayaan, komitmen, komunikasi, kepuasan, dan ketergantungan antar lembaga kemitraan rantai pasokan pisang mas Kirana menunjukkan bahwa rata-rata semua pihak merasa percaya, memiliki komitmen yang sangat baik, sering melakukan komunikasi, merasa puas, dan sangat tergantung terhadap kinerja mitra bisnisnya, (4) Terdapat hubungan yang positif antara kelima variabel dengan performansi pemasok, dimana masing-masing variabel kepercayaan, komitmen, komunikasi, kepuasan dan ketergantungan menunjukkan korelasi yang kuat degan tingkat performansi pemasok dengan angka 0,705, 0,868, 0,866, 0,923, dan 0,866 (5) Perumusan prioritas masing-masing tingkatan dalam pengukuran kinerja rantai pasokan pisang mas Kirana didapatkan hasil bahwa yang menjadi prioritas pertama pada proses rantai pasokan adalah proses pengadaan (0,384). Pada atribut kinerja rantai pasokan yaitu reliabilitas (0,322). Sedangkan pada indikator kinerja rantai pasokan yang menjadi prioritas pertama adalah pemenuhan pesanan sempurna (0,399). Saran dari penelitian ini adalah : (1) Untuk menyeimbangkan antara pasokan dengan permintaan pelanggan maka sebaiknya dilakukan perencanaan produksi sedangkan untuk meningkatkan kualitas pisang mas Kirana sebaiknya proses budidaya, pasca panen, hingga pemasaran dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan asosiasi, (2) KUB yang memiliki performansi rendah sebaiknya lebih meningkatkan kinerjanya dan lebih menjaga komitmen yang telah terbentuk dengan tidak menjual pisang mas Kirana ke CV non asosiasi, (3) Sebaiknya semua pihak yang terlibat dalam kelembagaan kemitraan rantai pasokan pisang mas Kirana mampu saling menjaga hubungan yang baik dengan menjaga kepercayaan, komitmen, dan sering melakukan komunikasi yang akurat dan transparan, (4) Pada proses rantai pasokan sebaiknya proses perencanaan lebih diperhatikan dengan membuat jadwal produksi dan panen petani anggota KUB agar hasil produksi dapat diprediksi guna terciptanya keseimbangan antara pesanan dengan pasokan. Selain itu perlu dilakukan perencanaan strategi pemasaran di saat permintaan dan harga produk menurun.

English Abstract

Malang is a very potential area for banana farming, and district is currently being intensively developed cultivation of pisang mas Kirana, one of m in Dampit Sub District. Potency for development of pisang mas Kirana crop production in this district, specificly located at Srimulyo Village, Sukodono Village, and Baturetno Village. It is said have potential because can increase revenue for local farmers who apply intercropping system between coffee plants with pisang mas Kirana. re is a potential for development of pisang mas Kirana production and n need to pay attention aspects of production and marketing, so three villages established association of pisang mas farmers "Sridonoretno" through institutional streng ning independent farmer with establish a supply chain partnership. formation of associations and institutional partnerships of pisang mas Kirana supply chain shows that supply chain in areas of research led to modern supply chain mechanism, in which presence of institutional supply chain is very important to build longterm relationships with business partners in order to improve competitiveness in business competition of pisang mas Kirana strict competiveness. purpose of this study are (1) Analyze condition of supply chain of pisang mas Kirana in study area, (2) Analyze supplier performance of pisang mas Kirana in study area, (3) Analyze five variables are trust, commitment, communication, satisfaction, and dependence between KUB with CV Sukadana and CV Sukadana with UD Aneka Buah Segar, (4) Analyze relationship five variables with performance level of supplier (5) Analyze priority on each levels of supply chain performance of pisang mas Kirana in study area. Method of data analysis used in this study ia a qualitative analysis on condition of supply chain of pisang mas Kirana with approach product flow, money flow, and information flow. Fur rmore evaluation with opinion of respondents who parties role in supply chain of pisang mas Kirana. To analyze supplier performance of pisang mas Kirana in study area with Scheduled Order Costumer Request (SOCR) method. To analysis five variables of trust, commitment, communication, satisfaction, and dependence between institutional supply chain of pisang mas Kirana used Likert scale, n to analyze relationship between five variables with supplier performance used Correlation Kendall`s Tau. Whereas to analysis priority in each levels of supply chain performance of pisang mas Kirana used Analytical Hierarchy Process (AHP) with approach Supply Chain Operations Reference (SOCR). result of this study showed that (1) condition of pisang mas Kirana supply chain in study area included good categories. On product flow, 82 percent of respondents said that delivery or provision of product are correct, 45 percent of respondents said that order quantity of product quite in line orders or expectation, and 64 percent of respondents said that quality of products received quite in line with expectation. In Money flow, 100 percent of respondents said that payments is very on time and right amount, 73 percent of respondents said that satisfied that payment in accordance with agreement, and 55 percent of respondents said that price are less than expectation. Whereas in information flow, 82 percent of respondents said that flow of information according to change taking place, 91 percent of respondents said that parties of supply chain be willing to share all information requires, and 55 percent of respondents said that each of parties received information very accurate, (2) best KUB performance based on analysis Scheduled Orders to Customer Request (SOCR) are KUB Tani Maju and KUB Sekar Rindu with highest value are 100 percent. Whereas CV Sukadana performance against UD Aneka Buah Segar based on SOCR method are 90,5 percent, (3) Analysis of trust, commitment, communication, satisfaction, and dependence between institutional of pisang mas Kirana supply chain showed that , average all parties feel trust, have very good commitment, often do communication, feel satisfied, and very dependence against performance of partner, (4) Between five variables with supplier performance re are positive relationship. Where, on each variables of trust, commitment, communication, satisfaction, and dependence showed that correltion with supplier performance level with value 0,705, 0,868, 0,866, 0,923, and 0,866, (5) formulation of priorities of each level in banana supply chain performance measurement Kirana mas showed that first priority in supply chain process is procurement process (0,384), In attribute of supply chain performance is reliability (0,322), whereas in indicator of supply chain performance is perfect order fulfillment (0,399). Suggestions from this study are : (1) To balance supply with customer demand should be performed while production planning, whereas to improve quality of pisang mas Kirana process cultivation, post-harvest, and marketing carried out in accordance with established procedures association, (2) KUB which has a low performance should fur r improve its performance and better maintain commitment with not selling pisang mas Kirana to o r merchants non-association, (3) Recommend that all parties involved in supply chain partnerships institutional of pisang mas Kirana able to mutually maintain a good relationship with maintain trust and commitment that has been formed, often perform accurate and transparent communication, (4) In process of supply chain planning processes should be considered to make a production schedule and crop farmers KUB members in order to yield predictable in order to create a balance between supply order. In addition it is necessary to plan marketing strategies at a time when demand and product prices are declined.

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/658.870 2/AMI/a/041403271
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 658 General management > 658.8 Managemet of marketing
Divisions: S2/S3 > Magister Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian
Depositing User: Endro Setyobudi
Date Deposited: 14 Aug 2014 13:58
Last Modified: 14 Aug 2014 13:58
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/160034
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item