Aset dan Bentuk Pelaporannya dalam Akuntansi Pondok Pesantren

Luayyi, Sri (2012) Aset dan Bentuk Pelaporannya dalam Akuntansi Pondok Pesantren. Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna dan bentuk pelaporan tentang aset atau kekayaan menurut cara pandang entitas pondok pesantren. Karena bertujuan untuk mengungkap makna maka dalam penelitian ini penulis menggunakan metode fenomenologi dalam penggalian data dan sekaligus dalam menganalisanya. Di mana dalam melakukan analisa data tersebut penulis mengacu pada tehnik analisa data model interaktif Miles dan Huberman. Dengan langkah-langkah sebagai berikut: Pertama tahap persiapan sebelum turun ke lapangan, ke dua tahap terjun ke lapangan, Ke tiga tahap setelah terjun ke lapangan. Hasil penelitian yang peneliti dapatkan dilapangan ternyata menunjukkan, bahwa entitas pondok pesantren memaknai aset menjadi dua istilah yaitu: aset lahiriyah dan aset batiniyah. Aset lahiriyah merupakan setiap kekayaan milik pesantren yang kasat mata dan dapat diukur secara meterial, sedangkan aset batiniyah merupakan gabungan dari aset mental dan aset spiritual yang tidak kasat mata atau tidak bisa diukur secara material. Aset lahiriyah berupa kekayaan kas dan non kas, sedangkan aset batiniyah berupa amanah dan iklas . Dalam pribadi yang amanah tersebut terdapat sifat-sifat sabar, neriman, loman, ngalah, akas, temen yang merupakan bagian dari aset mental. Sifat-sifat itulah yang membentuk karakter pengelola pesantren menjadi pribadi-pribadi yang jujur, dapat dipercaya, dan bertanggungjawab. Sedangkan kalau asset spiritual menurut mereka adalah ikhlas. Ikhlas merupakan manifestasi dari tingkatan iman seseorang dari yang paling rendah ke yang paling tinggi, yaitu Islam, Iman , dan Ikhsan. Tiga tingkatan iman inilah yang menjadikan manusia bisa berada pada level ikhlas dalam menjalankan setiap aktivitas hidupnya. Karena semua yang mereka lakukan didasari oleh niat ibadah kepada Allah SWT. Aset lahiriyah dan aset batiniyah ibarat dua sisi mata uang logam yang menyatu (satu kesatuan yang tidak terpisahkan), di mana keduanya memiliki karakter tersendiri namun tetap satu kesatuan. Sedangkan bentuk pelaporan aset yang ada di pondok pesantren tidak seperti halnya yang dilakukan dalam organisasi-organisasi pada umumnya. Pencatatan secara detil dan terperinci bagi mereka tidak begitu penting, yang penting adalah pelaksanaannya. Apakah dana tersebut sudah benar-benar tersalurkan dengan benar ataukah tidak. Bagi para Yai yang penting adalah hasil kerjanya, bukan catatan uangnya. Karena kejujuran yang selalu ditanamkan dalam komunitas pondok pesatren itu sendiri bisa dijadikan sebagai pengendali para pengelola untuk tidak berlaku curang.

English Abstract

This research aims to uncover meaning and form of reporting of asset or asset under an entity perspective boarding school. As it aims to uncover meaning of it in this research, writer uses a phenomenological method in extracting data and at same time in analyzing it. In data analysis technique, writer refers to interactive model of data analysis Miles and Huberman. steps as follows: first step is preparation before observing field, observe field is second step, third step after observing field. result of research on side it shows that boarding school entity to interpret two term assets: material asset and spiritual asset. Material asset is any property owned by boarding a visible and can be measured in material terms, while spiritual asset is a combination of material asset and spiritual asset that are not visible or can not be measured in material terms. Material asset is in form of cash and non cash property, while spiritual asset is trust and sincere. In personal trust are included some characteristics such as sabar , neriman , loman , ngalah , akas , temen who is part of mental asset. That characteristics can manage people in boarding school become an honest, trustworthy and responsible. While, according m spiritual asset is sincere. sincere is a manifestation of one level of faith from lowest to highest as follows; Islam, faith and Ikhsan. Three levels of faith makes human being could be at a sincere level in carrying out any activity in life. Because everything he does intentionally worship to Allah SWT. While form of reporting asset at boarding school that does not like organizations in general. Recording in detail and detail for those are not so important, matter is implementation. Whe r se funds have really channeled correctly or not? most important for clerics are result of work, not money notes. As honesty is always embedded in a boarding school community, it can be used as controller of manager for not cheating.

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/657.3/LUA/a/041201157
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 657 Accounting > 657.3 Financial reports (Financial statements)
Divisions: S2/S3 > Magister Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Depositing User: Endro Setyobudi
Date Deposited: 26 Jun 2012 12:42
Last Modified: 26 Jun 2012 12:42
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/159148
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item