Variasi Karakter Morfologi dan Produktivitas Enam Varietas Lokal Padi Berpigmen Tumbuh di Sawah Organik Desa Sengguruh Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang

Shinta (2014) Variasi Karakter Morfologi dan Produktivitas Enam Varietas Lokal Padi Berpigmen Tumbuh di Sawah Organik Desa Sengguruh Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang. Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Indonesia merupakan negara terkaya ketiga akan sumber padi berpigmen setelah Cina dan Sri Lanka. Namun karakter morfologi dan produktivitas padi berpigmen di Indonesia masih sedikit dilaporkan. Varietas padi berpigmen di Indonesia yang masih dibudidayakan saat ini di Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang secara organik antara lain padi hitam Wojalaka Nusa Tenggara Timur (NTT), Manggarai NTT, Toraja Sulawesi Selatan (Sulsel), Cempo Ireng Jawa Tengah (Jateng) dan padi merah Aek Sibundong hasil persilangan (varietas unggulan) dan Baubau Sulawesi Tenggara (Sultra). Tujuan penelitian ini adalah membandingkan variasi morfologi akar, batang, daun, malai, floret dan gabah enam varietas lokal padi berpigmen Wojalaka, Manggarai, Toraja Cempo Ireng, padi merah Baubau dan Aek Sibundong (unggulan) yang ditumbuhkan di sawah organik di Desa Sengguruh Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang, membandingkan variasi produktivitas bagian vegetatif dan generatif enam varietas lokal padi berpigmen dan mengidentifikasi keunggulan dan kelemahan morfologi maupun produktivitas lima varietas lokal padi berpigmen dibandingkan dengan varietas unggul Aek Sibundong serta memberikan rekomendasi padi berpigmen ke petani untuk budidaya selanjutnya. Penelitian eksperimental semu ini dilakukan dengan 11 ulangan dan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Waktu pengamatan fase vegetatif I, vegetatif II, fase reproduktif dan fase pematangan digunakan sebagai kelompok. Variabel bebas dari penelitian ini yaitu enam varietas padi, sedangkan variabel terikat meliputi variasi morfologi (akar, batang, daun, malai, floret dan gabah matang susu dan gabah setengah matang), dan produktivitas (pertumbuhan tinggi tanaman, pertumbuhan jumlah anakan, waktu berbunga, jumlah malai, jumlah cabang primer dan jumlah floret). Data variasi morfologi dan produktivitas ditabulasi dengan MS Excel 2007 for Windows dan dilakukan analisis data secara deskriptif. Analisis data secara parametrik digunakan untuk menentukan nilai rata-rata dan standar deviasi pada setiap variabel, selanjutnya data dianalisis dengan ANOVA dengan tingkat signifikansi α 0,05 dilanjutkan uji Tukey HSD menggunakan program SPSS 16.0. Analisis data multivariat cluster dan biplot dengan Paleontological Statistics (PAST). Selanjutnya dilakukan gap analysis lima varietas padi berpigmen dibandingkan dengan varietas unggul Aek Sibundong. Enam varietas menunjukkan perbedaan morfologi pada akar, batang, daun, malai, floret, gabah matang susu dan gabah setengah matang. Akar varietas Wojalaka lebih pendek dibandingkan varietas yang lain. Warna batang pada varietas Aek Sibundong memiliki warna ungu, sedangkan yang lain berwarna hijau. Varietas Toraja, Manggarai dan Cempo Ireng, memilki tinggi tanaman yang paling tinggi 139-168 cm, varietas Wojalaka dan Baubau tinggi tanaman yang sedang 110-112 cm, sedangkan Aek Sibundong memiliki tinggi tanaman yang pendek 99 cm. Varietas Aek Sibundong dan Wojalaka m emiliki jumlah ruas banyak yaitu 6-7 ruas, sedangkan varietas yang lain 4-5 ruas. Sudut daun bendera varietas Aek Sibundong dan Baubau yaitu 14º termasuk tegak, varietas&nbsp

English Abstract

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/633.18/SHI/v/041401573
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 633 Field and plantation crops > 633.1 Cereals
Divisions: S2/S3 > Magister Biologi, Fakultas MIPA
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 05 Jun 2014 10:35
Last Modified: 05 Jun 2014 10:35
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/158931
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item