Efek Induksi Pristan Pada Mencit Balb/C Terhadap Progresivitas Artritis Melalui Regulasi Sel Th1, Th2, Th17 Dan Treg

Mahardika, MuhammadVardian (2017) Efek Induksi Pristan Pada Mencit Balb/C Terhadap Progresivitas Artritis Melalui Regulasi Sel Th1, Th2, Th17 Dan Treg. Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Lupus Eritematosus Sistemik (LES) adalah suatu penyakit autoimun sistemik yang bersifat kronis dan melibatkan kerusakan multi organ. Penelitian sebelumnya telah dikembangkan suatu paradigma disregulasi dari sistem imun adaptif yang melibatkan sel lper (Th) dan sel T regulator (Treg) pada pasien LES. Nyeri sendi (arthralgia), nyeri otot (mialgia) atau artritis merupakan manifestasi awal yang sering dikeluhkan oleh pasien LES dengan angka kejadian 69 - 95%. Pengembangan model hewan coba lupus induksi menggunakan induksi pristan, Pristan adalah senyawa alkana isoprenoid yang banyak ditemukan dalam mineral oil. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh pristane terhadap regulasi jumlah sel Th1, Th2, Th17, Treg, dan progresivitas lupus artritis yang dinilai berdasarkan Visual Artritis Score (VAS) dan derajat sinovitis histopatologi anatomi. Metode penelitian yang dilakukan adalah True Experimental Design dengan desain post test-only control group design. Pemilihan sampel menggunakan metode simple random sampling.Sampel terdiri dari mencit BALB/c normal (P0), dan mencit BALB/c induksi pristane intraperitoneal yang diukur parameter LES pada minggu ke-8 (P1), minggu ke-16 (P2), minggu ke-24 (P3), dan minggu ke-32 (P4). Masing-masing kelompok terdiri dari 7 ekor mencit betina berumur 6-8 minggu. Analisa data menggunakan Uji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov dan homogenisitas menggunakan Test Homogenicity of Variance terlebih dahulu. Uji beda terhadap jumlah persentase Sel Th1, Th2, Th17 dan Treg dilakukan dengan uji One Way ANOVA, sedangkan untuk VAS dan derajat sinovitis uji Kruskal-wallis (sebaran data tidak normal) dibandingkan antara kelompok kontrol dengan perlakuan setiap periode waktu (minggu ke-8, 16, 24, dan 32). Untuk mengetahui hubungan antara jumlah Th1, Th2, Th17, Treg dengan VAS dan derajat sinovitis menggunakan korelasi Spearman. Data ditampilkan dalam bentuk diagram batang dalam rerata ± standar deviasi (SD). Perbedaan yang bermakna antar tiap kelompok ditunjukkan dengan notasi yang berbeda. Nilai p 0.05 menunjukkan perbedaan yang bermakna antar kelompok perlakuan. Analisa data pada penelitian ini menggunakan program SPSS 17 for Windows Parameter yang digunakan untuk mengetahui mencit sudah mengalami LES meliputi manifestasi klinis yakni penurunan berat badan, ruam kulit, ascites, alopecia, proteinuria (500mg/dl), nefritis dan artritis. Namun pada penelitian ini, manifestasi klinis yang diamati adalah artritis. Selain itu juga dilakukan pemeriksaan peningkatan kadar autoantibodi yaitu Anti Nuclear Antibody (ANA) menggunakan metode ELISA. Variabel yang diukur pada penelitian ini, yaitu jumlah Sel Th1, Th2, Th17 dan Sel Treg pada limpa mencit menggunakan metode flowcitometri, dan kejadian lupus artritis pada sendi mencit secara VAS dan histopatologi anatomi menggunakan pengecatan HE. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Induksi Pristan mempengaruhi persentase sel Th1. Dibandingkan dengan kelompok P0, persentase signifikan ditemukan pada kelompok P1, P3, dan P4 (p= 0.004, 0.003 dan 0.000, berurutan), namun tidak signifikan pada P2 (p=0.219). Induksi pristane juga mempengaruhi persentasi sel Th2. Dibandingkan dengan kelompok kontrol, xx persentase Th2 ditemukan signifikan kelompok P1, P3, dan P4 (p= 0.002, 0.001, dan 0.000, berurutan), namun tidak signifikan pada kelompok P2 (p= 0.141). Induksi pristane juga mempengaruhi persentasi sel Th17. Dibandingkan dengan kelompok P0, persentase signifikan ditemukan pada kelompok P1, P3, dan P4 (p=0.020, 0.000, dan 0.010, berurutan), namun tidak signifikan pada P2 (p=0.583). Induksi pristane juga mempengaruhi persentasi sel Treg. Dibandingkan dengan kelompok P0, persentase Treg ditemukan signifikan pada P2 (0.000) dan P3 (p= 0.000), namun tidak signifikan pada P1 (p= 0.732) dan P4 (p= 0.460) Secara umum, pristane dapat meningkatkan jumlah sel Th1, Th2, Th17 pada minggu ke-8, menurunkan jumlah sel Th1, Th2, Th17 pada minggu ke-16, dan kembali meningkat pada minggu ke-24 dan minggu ke-32 secara signifikan. Pristane menurunkan jumlah sel Treg pada minggu ke 8, meningkatkan secara signifikan pada minggu ke-16, dan kembali terjadi penurunan secara bertahap pada minggu ke-24 dan 32. Peningkatan Th1, Th2, Th17 dan Penurunan Treg secara signifikan terjadi pada minggu ke 24. Pada Minggu ke 16 terjadi penurunan jumlah sel Th1, Th2, Th17 kemungkinan disebabkan oleh karena mekanisme kompensasi tubuh mencit terhadap peningkatan jumlah Th1, Th2, Th17 pada 8 minggu pertama. Kompensasi ini terjadi karena adanya peningkatan sel Treg sebagai sistem imun pengatur. Pada minggu ke 16 terjadi peningkatan jumlah sel Treg yang cukup tinggi diakibatkan oleh mekanisme kompensasi tubuh mencit terhadap peningkatan Th1, Th2, Th17 yang tinggi, dimana fungsi dari sel Treg adalah mensupresi proliferasi limfosit autoreaktif terutama sel lper yang lolos dari toleransi sentral sehingga dapat menginduksi toleransi perifer dan mencegah autoimunitas. Dapat disimpulkan bahwa induksi pristan dapat mengubah regulasi sel lper dan sel Treg pada mencit BALB/c Pristan dapat mempengaruhi kondisi lupus artritis yang ditandai dengan peningkatan VAS. Dibandingkan dengan kelompok P0, peningkatan nilai VAS didapatkan berbeda secara signifikan pada kelompok mencit P2, P3, dan P4 (p= 0.002, 0.002, dan 0.000, beurutan). Namun, peningkatan nilai VAS tidak berbeda secara bermakna P1 (p=0.067). Pristan juga dapat mempengaruhi derajat sinovitis. Dibandingkan dengan kelompok P0, peningkatan derajat sinovitis didapatkan berbeda secara signifikan pada kelompok mencit P2, P3, dan P4 (p= 0.002, 0.015, dan 0.030). Namun, peningkatan derajat sinovitis tidak berbeda secara bermakna pada P2 (p=1.000) dikarenakan pada gambaran histologi masih belum didapatkan perubahan. VAS memiliki hubungan derajat sinovitis (p=0.000, r=0.775). Dapat disimpulkan bahwa induksi pristan dapat memberikan gambaran lupus artritis baik secara visual maupun histologis pada mencit BALB/c Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa didapatkan hubungan antara Th1, Th2, Th17, Treg dengan VAS (p=0.000, r=0.643; p=0.003, r=0.554; p=0.003, r=0.551; p=0.032, r=0.415, berurutan). Namun hanya Treg yang menunjukkan hubungan dengan derajat sinovitis (p=0.000, r=0.745), sedangkan Th1, Th2, dan Th17 tidak menujukkan hubungan dengan derajat sinovitis (p=0.188, r=0.261; p=0.536, r=0.124; p=0.118, r=0.308, berurutan). Sehingga dapat disimpulkan bahwa Treg yang memiliki peranan dalam kondisi progresivitas lupus artritis pada mencit BALB/c Kesimpulan yang didapat adalah pristan dapat menigkatkan persentase sel Th1, Th2, Th17 dan menurunkan persentase Treg secara signifikan. Jumlah Sel Th1, Th2, Th17 dan Treg memiliki hubungan dengan VAS namun hanya Treg yang memiliki hubungan dengan derajat sinovitis. Sehingga diduga Treg yang memiliki peran dalam progresivitas lupus artritis pada mencit BALB/c yang diinduksi pristane.

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/616.772/MAH/e/2017/041702321
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 616 Diseases > 616.7 Diseases of musculoskeletal system
Divisions: Profesi Kedokteran > Spesialis Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran
Depositing User: Nur Cholis
Date Deposited: 03 May 2017 14:16
Last Modified: 03 May 2017 14:16
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/158406
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item