Hubungan Kompetensi Perawat Gawat Darurat Dengan Kinerja Perawat Di Instalasi Gawat Darurat (Igd) Rsud Dr.H.Mohammad Anwar Sumenep Dan Rsud Sampang

Puspitasari, Dian Ika (2015) Hubungan Kompetensi Perawat Gawat Darurat Dengan Kinerja Perawat Di Instalasi Gawat Darurat (Igd) Rsud Dr.H.Mohammad Anwar Sumenep Dan Rsud Sampang. Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan pelayanan awal disebuah rumah sakit. Perawat yang bertugas di IGD dituntut untuk memiliki kemampuan lebih dibanding dengan perawat di unit lain. Perawat yang bekerja di IGD membutuhkan kecekatan, keterampilan dan kesiapsiagaan setiap saat. Kriteria pasien di IGD mengharuskan perawat memiliki kompetensi asuhan keperawatan yang rentangnya sangat luas. Kompetensi mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja. Kompetensi perawat berhubungan dengan kemampuan bekerja, sehingga dapat digunakan untuk memprediksi pencapaian kinerja perawat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kompetensi perawat gawat darurat dengan kinerja perawat di IGD RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep dan RSUD Sampang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat yang bekerja di IGD RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep dan RSUD Sampang sebanyak 32 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel independen yaitu kompetensi perawat gawat darurat berdasarkan fungsi diagnostik, pemberian intervensi terapeutik, manajemen efektif, pengorganisasian peran kerja dan peran penolong, sedangkan variabel dependen adalah kinerja perawat. Pada penelitian ini juga terdapat variabel confounding yaitu kompensasi dan lingkungan kerja. Pengumpulan data untuk variabel kompetensi perawat gawat darurat menggunakan kuesioner berdasarkan Emergency Nursing Assosiation (ENA), variabel kinerja perawat menggunakan kuesioner 6 Dimension Scala Nursing Performance (6 DSNP) dan variabel confounding menggunakan kuesioner dari Casnio. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat, analisis bivariat menggunakan uji korelasi Pearson dan analisis multivariat menggunakan regresi linear berganda dengan metode backward. Hasil analisis korelasi antara kompetensi perawat gawat darurat dengan kinerja perawat adalah sebagai berikut; terdapat hubungan yang bermakna antara kompetensi perawat gawat darurat berdasarkan fungsi diagnostik dengan kinerja perawat di IGD (p-value=0,014) dengan tingkat keeratan hubungan keduanya adalah sedang (r=0,442). Nilai positif 0,442 menunjukkan adanya hubungan positif atau hubungan seiring, artinya bahwa semakin tinggi kompetensi perawat gawat darurat berdasarkan fungsi diagnostik, maka semakin tinggi pula kinerja perawat.Terdapat hubungan yang bermakna antara kompetensi perawat gawat darurat berdasarkan pemberian intervensi terapeutik dengan kinerja perawat di IGD (p-value=0,020). Tingkat keeratan hubungan keduanya adalah sedang (r =-0,424). Nilai negatif 0,424 berarti bahwa semakin tinggi kompetensi perawat berdasarkan intervensi terapeutik maka semakin rendah kinerja yang dihasilkan.Tidak ada hubungan antara kompetensi perawat gawat darurat berdasarkan manajemen efektif dengan kinerja perawat di IGD(p- 6 value=0,890). Hubungan keduanya sangat lemah (r=-0,026).Terdapat hubungan yang bermakna antara kompetensi perawat gawat darurat berdasarkan pengorganisasian peran kerja dengan kinerja perawat di IGD (p-value=0,005). Tingkat keeratan hubungan keduanya adalah sedang (r =0,498). Nilai positif 0,498 berarti bahwa semakin tinggi kompetensi perawat berdasarkan pengorganisasian peran kerja, maka semakin baik kinerja perawat.Tidak ada hubungan antara kompetensi perawat gawat darurat berdasarkan peran penolong dengan kinerja perawat (p-value=0,056), keduanya memiliki hubungan yang lemah (r=0,353).Analisis antara variabel confounding (kompensasi dan lingkungan kerja) dengan kinerja perawat diperoleh hasil sebagai berikut; ada hubungan yang bermakna antara kompensasi dengan kinerja perawat di IGD (p-value=0,044). Tingkat keeratan hubungannya adalah lemah (r=0,370). Nilai positif 0,370 berarti semakin tinggi kompensasi yang diterima, maka semakin baik kinerja perawat. Ada hubungan yang bermakna antara lingkungan kerja dengan kinerja perawat di IGD (p-value=0,037). Tingkat keeratan hubungan antara keduanya adalah lemah (r=0,383). Nilai positif 0,383 berarti semakin baik lingkungan kerja perawat maka semakin baik kinerja yang dihasilkan. Berdasarkan hasil uji regresi linear berganda metode backward bahwa kompetensi perawat gawat darurat yang paling berpengaruh terhadap kinerja perawat di IGD RSUD dr.H.Moh.Anwar Sumenep dan RSUD Sampang adalah kompetensi perawat gawat darurat berdasarkan pemberian intervensi terapeutik dan pengorganisasian peran kerja dengan persentase sebesar 52,4%. Sedangkan hasil uji regresi linear berganda metode backward pada variabel confounding diperoleh bahwa variabel yang berpengaruh terhadap kinerja perawat adalah lingkungan kerja yaitu sebesar 14,7%. Dapat disimpulkan bahwa kompetensi perawat gawat darurat dapat mempengaruhi kinerja perawat di IGD. Perawat yang sering melakukan keterampilan pada kompetensi perawat gawat darurat berdasarkan fungsi diagnostik, pemberian intervensi terapeutik, manajemen efektif, pengorganisasian peran kerja dan peran penolong akan semakin kompeten dalam melakukan tindakan keperawatan pada pasien, sehingga kinerja yang dihasilkan semakin baik.

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/616.025/PUS/h/2015/041601610
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 616 Diseases
Depositing User: Nur Cholis
Date Deposited: 09 May 2016 09:30
Last Modified: 19 Apr 2022 02:06
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/158233
[thumbnail of Dian Ika Puspitasari.pdf] Text
Dian Ika Puspitasari.pdf

Download (5MB)

Actions (login required)

View Item View Item