Pengaruh Ekstrak Kacang Tunggak (Vigna Unguiculata) Terhadap Kadar Superoksidase Dismutase (Sod) Dan Indeks Apoptosis Ovarium Tikus (Rattus Norvegicus) Yang Dipapar Dmpa

Dewinataningtyas, Candra (2016) Pengaruh Ekstrak Kacang Tunggak (Vigna Unguiculata) Terhadap Kadar Superoksidase Dismutase (Sod) Dan Indeks Apoptosis Ovarium Tikus (Rattus Norvegicus) Yang Dipapar Dmpa. Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Salah satu metode kontrasepsi yang sangat efektif yaitu Depo Medroxyprogesterone Acetate (DMPA) karena berbagai manfaat yang bisa diperoleh yaitu tidak mempengaruhi hubungan seksual, tidak mempengaruhi ASI dan sedikit efek samping.Tetapi juga terdapat beberapa kelemahan pada kontrasepsi DMPA yaitu adanya keluhan gangguan haid misalnya spoting, amenorrhea, dismenorhea, metrorhagia. Gangguan menstruasi yang paling banyak terjadi pada pemakai kontrasepsi suntik DMPA yaitu irregular bleeding, dialami pada 70% pengguna di tahun pertama dan 10% di tahun berikutnya. Kembalinya kesuburan pada pemakaian kontrasepsi DMPA rata-rata tertunda sampai lebih dari 9 bulan.Beberapa efek samping yang terjadi tersebut karena adanya peran dari radikal bebas. Hal ini disebabkan karena mekanisme kerja DMPA yaitu dengan menurunkan sekresi GnRH di hipotalamus sehingga akan menekan produksi hormon estrogen dan progesteron. Estrogen mempunyai fungsi yaitu sebagai hormon reproduksi dan antioksidan yang kuat. Estradiol merupakan estrogen utama yang disekresi oleh ovarium sebagai upregulator ekspresi gen enzim antioksidan, terutama enzim superoksidase dismutase (SOD).Selain itu tingkat produksi radikal bebas juga tergantung oleh estrogen.Sehingga Pada pemakaian DMPA jangka panjang menyebabkan menurunnya kadar estrogen di dalam darah kemudian menyebabkan gangguan keseimbangan pro oksidan pada sel-sel normal. Ketidakseimbangan ini mengakibatkan suatu keadaan yang disebut dengan stres oksidatif yang dimanifestasikan oleh peningkatan radikal-radikal bebas. Radikal bebas dapat menginduksi terjadinya modifikasi oksidatif makromolekulselular, menghambat fungsi protein dan meningkatkan peroksidase lipid yang disebabkan oleh stress oksidatif dapat memicu terjadinya apoptosis. Radikal bebas yang berlebihan ini akan bereaksi dengan lemak, protein dan asam nukleat seluler, kemudian bisa menyebabkan terjadinya kerusakan lokal dan disfungsi organ tertentu yang ditandai dengan adanya atrofi pada ovarium dan fungsi reproduksi menurun. Salah satu tanaman yang telah terbukti mengandung fitoestrogen isoflavon yaitu kacang tunggak.Fitoestrogen utama meliputi isoflavon (Genistein, daidzein, glycetein, equol dan biochanin A), semua senyawa tersebut merupakan polifenol yang secara struktural menyerupai estrogen alami dan mampu mengaktifkan reseptor estrogen yang dihubungkan dengan signaling.Fitoestrogen dapat mengikat ERβ dengan afinitas lebih tinggi dibandingkan dengan ERα, dengan alasan inilah fitoestrogen memberikan manfaat pada jaringan dimana mediasi ERβ dapat memainkan peran yang penting misalnya pada ovarium, kardiovaskuler dan otak. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh ekstrak kacang tunggak (Vigna Unguiculata) terhadap kadar SOD dan indeks apoptosis ovarium tikus (Rattus norvegicus) yang dipapar DMPA antara kelompok yang tidak diberi ekstrak kacang tunggak dan DMPA, kelompok yang dipapar DMPA tanpa diberi ekstrak kacang tunggak, dan kelompok yang dipapar DMPA + ektrak kacang tunggak berbagai dosis. Metode penelitian yang digunakan yaitu true experimental dengan memakai pendekatan post test only control group design.Sampel terdiri dari tikus normal (kontrol negatif), tikus yang dipapar DMPA (kontrol positif), tikus yang dipapar DMPA dan diberi ekstrak kacang tunggak dosis 0,5 mg/kg BB/hari (perlakuan 1), tikus yang dipapar DMPA dan diberi ekstrak kacang tunggak dosis 2,5 mg/kg BB/hari (perlakuan 2), tikus yang dipapar DMPA dan diberi ekstrak kacang tunggak dosis 5 mg/kg BB/hari (perlakuan 3). Kadar SOD diukur dengan menggunakan metode NBT (Nitroblue tetrazolium), sedangkan untuk indeks apoptosis sel granulosa ovarium pengukuran dengan menggunakan TUNEL assay kit dari Abcam dan dianalisis dengan menggunakan mikroskop Olympus vii pembesaran 400x. Indeks apoptosis dihitung dari hasil foto yang didapatkan dari mikroskop Olympus, kemudian dihitung persentase sel yang mengalami apoptosis. Analisa data pada uji normalitas dilakukan dengan menggunakan uji Shapiro-Wilk. Berdasarkan hasil uji Shapiro-wilk diperoleh bahwa data kadar SOD dan indeks apoptosis untuk masing-masing kelompok perlakuan terdistribusi normal. Berdasarkan hasil uji Annova one way pada data kadar SOD diperoleh ada perbedaan bermakna rerata kadar SOD pada kelima kelompok sampel perlakuan. Terbukti bahwa pemberian ekstrak kacang tunggak dapat meningkatkan kadar SOD ovarium tikus yang dipapar DMPA, terutama pada dosis 5mg/kg BB/hari. Selanjutnya berdasarkan hasil uji Annova one way pada data indeks apoptosis juga diperoleh ada perbedaan bermakna rerata indeks apoptosis pada kelima kelompok sampel perlakuan.Terbukti bahwa pemberian ekstrak kacang tunggak dapat menurunkan indek apoptosis sel granulosa ovarium tikus yang dipapar DMPA, terutama pada dosis 2,5mg/kg BB/hari dan 5mg/kg BB/hari. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu pemberian ekstrak kacang tunggak dapat meningkatkan kadar SOD dan menurunkan indeks apoptosis pada ovarium tikus yang dipapar DMPA, dengan memperbaiki kerusakan oksidatif dan berfungsi sebagai antioksidan.

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/615.766/DEW/p/2016/041611184
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 615 Pharmacology and therapeutics > 615.7 Pharmacokinetics
Divisions: S2/S3 > Magister Kebidanan, Fakultas Kedokteran
Depositing User: Nur Cholis
Date Deposited: 10 Jan 2017 10:51
Last Modified: 13 Jun 2022 07:17
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/158178
[thumbnail of Candra Dewinataningtyas.pdf] Text
Candra Dewinataningtyas.pdf

Download (6MB)

Actions (login required)

View Item View Item