Pengaruh Ekstrak Vigna Unguiculata Terhadap Kadar Sod, Kadar Mda, Aktifitas Mapk Dan Proliferasi Fibroblas Vagina Rattus Norvegicus Pasca Ovariektomi

Setyarini, ArikaIndah (2016) Pengaruh Ekstrak Vigna Unguiculata Terhadap Kadar Sod, Kadar Mda, Aktifitas Mapk Dan Proliferasi Fibroblas Vagina Rattus Norvegicus Pasca Ovariektomi. Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Hipoestrogen dapat mengakibatkan penurunan aktifitas antioksidan enzimatis seperti Superokside dismutase (SOD), hal ini dapat meningkatkan pembentukan radikal bebas yang ditandai dengan peningkatan malondialdehide (MDA) sebagai hasil akhir proses peroksidasi lipid. Stress Oksidatif ini juga menimbulkan akumulasi hidrogen peroksida (H2O2) berlebihan yang dapat mengaktifkan sinyal tranduksi MAPK dari permukaan sel ke dalam inti sel. Apabila jalur MAPK terganggu, salah satu sinyal tranduksi untuk faktor proliferasi yaitu ekstraceluler related kinase (ERK) juga ikut terganggu yang dapat menyebabkan proliferasi sel menurun. Vigna unguiculata di Indonesia dikenal sebagai tanaman Kacang Tunggak merupakan salah satu fitoestrogen. Tanaman ini bisa hidup di seluruh wilayah Indonesia. Lingkungan yang mempunyai kandungan sedikit air menimbulkan efek metabolit yang menjadikan kandungan genistein dan deidzein pada tanaman ini tinggi. Salah satu daerah yang membudidayakan tanaman ini adalah daerah Nusa Penida Bali. Fitoestrogen mempunyai bentuk molekul mirip 17β-estradiol yang merupakan estrogen alami wanita. Oleh karena itulah, kandungan genistein pada tanaman ini mampu mengaktifkan reseptor estrogen yang dimediasi signalling. Selain genistein dan deidzein, tanaman ini juga mengandung zat yang disebut quercetin yang mempunyai ikatan tak terkonjugasi lebih banyak sehingga dapat menimbulkan efek antioksidan. Lengan bebas pada ikatan itu dapat mengikat satu molekul radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak Vigna unguiculata terhadap kadar SOD, kadar MDA, aktifitas MAPK dan proliferasi fibroblas. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental sesungguhnya (true experimental) dengan pendekatan post test only control group design dengan menggunakan 30 ekor Rattus norvegicus betina dibagi secara acak menjadi 5 kelompok yaitu : kelompok kontrol negative (K-), kontrol positif dengan ovariektomi (K+), kelompok P1 (ovariektomi + ekstrak Vigna unguiculata 1,25 mg/kgBB), kelompok P2 (ovariektomi + ekstrak Vigna unguiculata 2,5 mg/kgBB), kelompok P3 (ovariektomi + ekstrak Vigna unguiculata 5 mg/kgBB). Masa aklimatisasi hewan coba selama 7 hari kemudian dilakukan ovariektomi. Ditunggu selama 28 hari post ovariektomi untuk menciptakan kondisi hipoestrogen pada hewan coba. Pada hari ke 28 post ovariektomi dilakukan swab vagina untuk memastikan bahwa hewan coba dalam kondisi hipoestrogen (pH vagina 7,3). Kemudian dilakukan pemberian ekstrak Vigna unguiculata dengan 3 dosis yang berbeda yaitu : 1,25 mg/kgBB/hr, 2,5 mg/kgBB/hr, 5 mg/kgBB/hr. Setelah 30 hari kemudian dilakukan terminasi hewan coba dan diambil organ vagina. Organ vagina dibagi dua untuk organ segar dan dimasukkan formalin untuk dijadikan slide. Pengukuran SOD menggunakan kolorimetri dengan panjang gelombang 440 nm, pengukuran MDA menggunakan BIOXYTECH® MDA-586 Spectrophotometric Assay for Malondialdehyde Kit, aktivitas MAPK dan proliferasi fibroblast dihitung dengan imunohistokimia dengan metode yang sama tapi berbeda antibodi primer. Untuk MAPK menggunakan antibody p-ERK 1/2 sedangkan untuk proliferasi fibroblast menggunakan PCNA. Melalui pemeriksaan LC-MS (Liquid Chromatography-Mass Spectrometry) ekstrak Vigna unguiculata mengandung genistein 40,29μg/g, quercetin 55,17ng/g, deidzein dan kaemferol. Hasil penelitian ini ditunjukkan dengan hasil analisis menggunakan uji ANOVA, didapatkan p-value sebesar 0.032 (p 0.05), sehingga dari pengujian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pemberian ekstrak Vigna unguiculata terhadap kadar SOD. Hasil analisis regresi polinomial SOD menunjukkan bahwa nilai R-square meningkat sebesar 0.3855 atau 38.55%. Pemberian ekstrak Vigna unguiculata mampu menurunkan kadar SOD sebesar 38.55%. Berdasarkan pada hasil analisis MDA dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis, didapatkan p-value sebesar vii 0.002, lebih kecil daripada α = 0,05 (p 0,05). Sehingga dari pengujian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pemberian ekstrak Vigna unguiculata terhadap kadar MDA. Hasil analisis regresi polinomial MDA menunjukkan bahwa nilai R-square sebesar 0.4889 atau 48.89%. Pemberian Vigna unguiculata mampu mempengaruhi perubahan kadar MDA sebesar 48.89%. Tampak bahwa rata-rata aktifitas MAPK dan proliferasi fibroblast meningkat pada kelompok perlakuan pemberian ekstrak Vigna unguiculata dengan rata-rata proliferasi paling tinggi didapatkan pada kelompok konsentrasi 2,5 mg/kgBB/hr. Kesimpulannya adalah bahwa ekstrak Vigna unguiculata dapat menurunkan kadar SOD, menurunkan kadar MDA, meningkatkan aktifitas MAPK dan meningkatkan proliferasi fibroblas vagina Rattus norvegicus pasca ovariektomi. Dosis optimal pada penelitian ini adalah 2,5 mg/kgBB/hr. Penelitian lanjutan masih dibutuhkan untuk melengkapi mekanisme molekuler ekstrak Vigna unguiculata dan komposisi bioaktifnya.

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/615. 323 74/SET/p/2016/041601987
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 615 Pharmacology and therapeutics
Divisions: S2/S3 > Magister Kebidanan, Fakultas Kedokteran
Depositing User: Nur Cholis
Date Deposited: 08 Apr 2016 13:13
Last Modified: 08 Apr 2016 13:13
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/158012
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item