Pelayanan Publik di Daerah Otonom Baru (Studi Pelayanan Bidang Pendidikan dan Kesehatan)

Syafa`at, Nur (2012) Pelayanan Publik di Daerah Otonom Baru (Studi Pelayanan Bidang Pendidikan dan Kesehatan). Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Pembentukan Daerah Otonom Baru seolah-olah menjadi bagian tak terpisahkan dalam pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia. Sejatinya, hal tersebut harus membawa dampak positif dalam bidang sosio-kultural, pelayanan publik, pembangunan ekonomi, pertahanan, keamanan, dan integrasi nasional. Namun seiring waktu, perjalanan pelaksanaan desentralisasi di Indonesia justru ternyata terbukti secara empiris membawa cukup banyak permasalahan terutama bila kita menelaahnya dalam perspektif pelayanan publik. Berdasarkan beberapa hasil penelitian terdahulu, terlihat bahwa pada prinsipnya, selain dipicu oleh akibat masalah administratif, politik dan ekonomi daerah, lemahnya lemahnya pelayanan publik di Daerah Otonom Baru juga sering muncul karena infrastruktur pelayanan, perangkat daerah (Sumber Daya Manusia) dan anggaran pelayanan. Akibatnya, esensi desentralisasi sebagai upaya untuk mendekatkan pemerintah kepada masyarakatnya dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik cenderung terabaikan. Tesis ini bertujuan untuk : 1) Mendeskripsikan dan menganalisis kondisi pelayanan publik dibidang pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Tana Tidung serta melihat secara obyektif pandangan masyarakat terhadap layanan yang telah ada saat ini. 2) Mendeskripsikan dan menganalisis upaya-upaya yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Tana Tidung dalam upaya meningkatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan berdasarkan kebutuhan dan kondisi daerah. Penelitian dilakukan di Kabupaten Tana Tidung terutama yang terkait dengan pelayanan bidang pendidikan dan kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Berdasarkan pada sifat data penelitian, maka pendekatan penelitian ini yang tepat adalah kualitatif dengan menggunakan analisis data model interaktif. Hasil temuan dilapangan menunjukkan bahwa meskipun tingkat pendidikan masyarakat masih rendah, kesadaran terhadap pentingnya pendidikan sudah cukup tinggi. Selain itu, data menunjukkan bahwa kondisi infrastruktur dan sumber daya aparatur layanan bidang pendidikan sudah cukup memadai. Melihat besarnya anggaran pendidikan, masalah yang perlu mendapat perhatian adalah terkait pilihan program pemerintah yang cenderung kurang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Untuk itu peneliti memberikan alternatif program yang sekiranya lebih sesuai kebutuhan sehingga anggaran pendidikan yang cukup besar tersebut bisa lebih tepat sasaran sehingga mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan masyarakat. Sementara dibidang kesehatan, upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan telah cukup baik. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya pusat layanan kesehatan dasar di wilayah-wilayah yang jauh dari pusat layanan kesehatan, lengkap dengan tenaga kesehatannya. Program jaminan kesehatan pun sudah dilaksanakan secara merata sehingga bisa dirasakan oleh hampir semua masyarakat tidak mampu. Prioritas program kesehatan dinilai sudah cukup tepat sasaran, namun masalah yang ditemui adalah beberapa program bidang kesehatan yang lain masih kurang sesuai dengan kondisi daerah dan masyarakat serta belum adanya kemitraan yang baik dengan instansi lain sehingga anggaran kesehatan yang ada bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Untuk itu peneliti memberikan beberapa masukan berupa program alternatif dan saran-saran agar pelayanan bidang kesehatan bisa lebih maksimal sehingga mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

English Abstract

Creating of new local government area seems to be an indispensable part in the implementation of Indonesian local government. As real as, the mentioned have to bring positive impact in the field of socio-cultural, public service, development of economics, defense, security and national integration. But along time, journey of execution of decentralization in Indonesia exactly proven in the reality empirically bring many problems especially when we analyze in public service perspective. Based on some earlier research results, it appears that in principle, besides triggered by effect of administrative problem, area economics and politics, slack weaknesses of public servic in new local government area also often emerge because service infrastructure, peripheral of area (human resource) and service budget. Consequently , the essence of decentralizing as an attempt to close government to people and increase efficiency and effectiveness public service inclined neglected. This thesis aim to: 1) describe and analyses the condition of a public service in health and educational in Tana Tidung and also see objectively what people opinion about service, which have, exist in this time. 2) Describe and analyses efforts which ought to be done by government of Tana Tidung Regency in the effort improving service of health and education pursuant to area condition and requirement. Research done in Tana Tidung Regency, especially which related to health and education services. This research represents descriptive research. Based on the nature of research data, then this is the right approach to research is a qualitative data analysis using interactive model. Results indicate that although the level of real public education is still low, awareness of the importance of education was quite high. In addition, data shows that the condition of the infrastructure and resource education service agencies are already reasonably sufficient. Based on the level of education budget, problem of which need to get attention is related to governmental program choice tending to less as according to requirement of society. For that researchers provide alternatives program if more according to needs so education spending considerable could be more targeted so able to raise quality and quantity of public education. Whereas in health area, local government effort in improving the quality of service have is good enough. This matter is marked more and more to the number of service center health of base in regions, which far from health service centre, complete with its health personnel. Health guarantee program have been executed flattened so that can be felt by most of all poor society. Priority health programmes have been assessed fairly on target, but the problems encountered are some other areas of the health programme is still lacking according to the local community as well as the conditions and has not been any good partnerships with other agencies, so that health budget which tend to is not big cannot be exploited maximally, so there are health budgets can be utilized with maximum. For it researchers provide some input in the form of alternative programs and advice to health ministries could be maximized so that it can increase the degree of public health.

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/352.63/SYA/p/041201498
Subjects: 300 Social sciences > 352 General considerations of public administration > 352.6 Personnel management (Human resource management)
Divisions: S2/S3 > Magister Ilmu Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi
Depositing User: Endro Setyobudi
Date Deposited: 25 Jun 2012 14:51
Last Modified: 25 Jun 2012 14:51
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/156906
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item