Sanksi terhadap Penyalah Guna Narkotika bagi Diri Sendiri dalam Perspektif Hukum Pidana Positif dan Hukum Pidana Islam

Bahagiati, Kurniasih (2012) Sanksi terhadap Penyalah Guna Narkotika bagi Diri Sendiri dalam Perspektif Hukum Pidana Positif dan Hukum Pidana Islam. Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Dalam penulisan Tesis ini, judul yang diangkat oleh Penulis adalah SANKSI TERHADAP PENYALAH GUNA NARKOTIKA BAGI DIRI SENDIRI DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA POSITIF DAN HUKUM PIDANA ISLAM. Permasalahan ini dilatarbelakangi dari pemikiran Penulis mengenai narkotika yang pada zaman Nabi Muhammad SAW hidup tidak ada. Penulis mencoba mendalami mengenai hukum pidana Islam dalam menyikapi atau memberi sanksi terhadap penyalah guna narkotika bagi diri sendiri atau pecandu. Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana filsafat sanksi terhadap penyalahguna narkotika bagi diri sendiri dalam perspektif hukum pidana positif dan hukum pidana Islam serta apa sanksinya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan perbandingan (comparative approach), dan pendekatan konseptual (conseptual approach). Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder tersebut antara lain mencakup dokumen-dokumen resmi, buku-buku, dan hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, Penulis memperoleh jawaban atas permasalahan yakni bahwa hukum pidana positif dan hukum pidana Islam, keduanya bertolak dari ide dasar bahwa penyalah guna narkotika bagi diri sendiri atau pecandu adalah korban dari kejahatan yang dilakukannya sendiri, sehingga tindakan yang tepat terhadapnya adalah dengan rehabilitasi. Menurut hukum pidana positif Indonesia, sanksi yang dijatuhkan sesuai peraturan perundang-undangan adalah dengan tindakan rehabilitasi dan penjara. Sedangkan menurut hukum pidana Islam konvensional, narkotika disamakan dengan khamr yang hukumannya adalah hukuman cambuk sebanyak 40 kali. Namun, hukuman tersebut tidak dapat dilaksanakan pada masa sekarang ini. Pemberian sanksi atau tindakan rehabilitasi tidak bertentangan dengan hukum pidana Islam karena sanksi tersebut tetap mempertimbangkan prinsip-prinsip maqoshid syari`ah. Penulis memberi saran bahwa penyalah guna narkotika bagi diri sendiri atau pecandu lebih baik hanya diberi sanksi atau tindakan rehablitasi saja, tanpa perlu dipenjarakan.

English Abstract

In the writing of this thesis, the title raised by the author is “SANCTIONS AGAINST NARCOTICS ABUSERS IN A PERSPECTIVE OF CRIMINAL LAW AND CRIMINAL LAW OF ISLAM”. This problem is motivated from the author thought about narcotics at the time of the Prophet Muhammad. The author tries to explore the Islamic criminal law in addressing or sanction against drug abusers. Issues raised is how the philosophy of sanctions against abusers of narcotics in a positive perspective of criminal law and criminal law of Islam and what the sanctions. The approach used in this study is normative. The method used in this study is the approach of the legislation (statute approach), the comparative approach, and conceptual approach. Sources of data used in this study is secondary data include official documents, books, and research. Based on these results, the authors obtain the answers to the problems that the positive criminal law and Islamic criminal law, both starting from the basic idea that the narcotics abusers are the victims of their own crimes, so that appropriate action against them is rehabilitation. According to positive criminal law in Indonesia, appropriate legislation sanctions are the act of rehabilitation and imprisonment. While in conventional Islamic criminal law, narcotics equated with khamr that the sentence isflogging as much as 40 times. However, the sentence can not be carried out at the present time. Sanction or rehabilitation is not contrary to Islamic criminal law because the penalties are still considering maqoshid Shariah principles. The authors suggested that the Narcotics abusers better only be sanctioned or rehabilitasi action alone, without imprisonment.

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/345.595/BAH/s/041205951
Subjects: 300 Social sciences > 345 Criminal law
Divisions: S2/S3 > Magister Ilmu Hukum, Fakultas Hukum
Depositing User: Endro Setyobudi
Date Deposited: 22 Feb 2013 10:08
Last Modified: 22 Feb 2013 10:08
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/156322
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item