Penerapan Mediasi Penal Oleh Kepolisian Pada Perkara Tindak Pidana Perbuatan Cabul Terhadap Anak (Studi Di Kepolisian Resort Tanjungpinang)

Prabowo, Sigit (2015) Penerapan Mediasi Penal Oleh Kepolisian Pada Perkara Tindak Pidana Perbuatan Cabul Terhadap Anak (Studi Di Kepolisian Resort Tanjungpinang). Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Keadilan formal yang ada pada sistem peradilan pidana kita lebih bertumpu pada tindakan represif Kepolisian selaku penyidik yang dilanjutkan dengan proses hukum sebagaimana diatur dalam KUHAP, yang didalamnya lebih cenderung pada upaya paksa dari petugas / penyidik dengan kewenangannya yang ada. Kalaupun pada akhirnya berhasil diselesaikan, maka kemungkinan hasil yang diperoleh adalah kalah atau menang, kondisi ini merupakan salah satu yang mendasari munculnya berbagai tanggapan negatif terhadap proses peradilan pidana khususnya dalam penyelesaian perkara pidana anak yang dilaksanakan oleh institusi negara yang hanya menghadirkan kepastian hukum daripada rasa keadilan masyarakat pencari keadilan, sehingga diperlukan suatu terobosan hukum khususnya hukum pidana, sementara payung hukum terkait dengan pelaksanaan dimaksud belum ada. Salah satu konsep untuk mewujudkan gagasan tersebut adalah sistem mediasi penal sebagai upaya penyelesaian perkara di luar pengadilan yang selama ini dikenal dengan keadilan restorative atau “restorative justice” yang diterapkan oleh Kepolisian sebagai alternatif penyelesaian perkara tindak pidana khususnya tindak pidana yang pelaku atau korbannya adalah anak berdasarkan Undang-undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Sehingga berdasarkan kondisi diatas penelitian ini mengangkat penerapan mediasi penal dalam perkara tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak sebagai isu hukum yang akan mengupas mengenai pertama, pertimbangan dari Kepolisian terkait diterapkannya mediasi penal terhadap perkara tindak pidana dan kedua, tentang mekanisme mediasi penal terhadap perkara tindak pidana khususnya tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian hukum empiris yang berlokasi di Kepolisian Resort Tanjungpinang, data yang hendak diperoleh adalah data primer dan sekunder dengan cara wawancara dan observasi langsung ke lokasi penelitian serta menggunakan teori-teori yang diperoleh dengan mempelajari buku-buku literature / kepustakaan dan penelusuran informasi melalui internet sebagai pisau analisis khususnya mengenai tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa dengan menggunakan mediasi penal sebagai alternatif penyelesaian perkara tindak pidana khususnya penyelesaian perkara tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak yang dilaksanakan oleh Polres Tanjungpinang mampu menyelesaikan perkara dengan melibatkan para pihak baik pelaku atau keluarga pelaku dan korban atau keluarganya duduk dalam satu meja untuk bermusyawarah guna tercapainya kesepakatan damai bagi keduanya, sehingga para pihak merasa puas dengan kesepakatan yang dicapai dari hasil musyawarah yang dimediasi oleh penyidik Polres Tanjungpinang, mediasi penal sebagai alternatif penyelesaian perkara tindak pidana dapat meningkatkan kepercayaan publik (public trust) khususnya terhadap Kepolisian Resort Tanjungpinang atas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dan mampu meringankan beban kerja pihak penyidik guna meningkatkan penyelesaian tunggakan perkara yang ada. Pada akhirnya penulis memberikan saran atau rekomendasi dari hasil penelitian bahwa hendaknya proses peradilan pidana anak terhadap pelaku (anak) merupakan upaya terakhir dan mediasi penal dengan konsep keadilan restorative atau restorative justice ini sebagai alternative penyelesaian perkara tindak pidana demi terwujudnya rasa keadilan dan kepastian hukum pada masyarakat. Khususnya bagi pemerintah, agar segera memformulasikan konsep mediasi penal berbasis keadilan restorative dalam bentuk peraturan perundang-undangan sebagai payung hukum bagi para penegak hukum baik Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan.

English Abstract

Existing formal justice in our criminal justice system more reliant upon repressive police action as investigators continued with the legal process as stipulated in the Criminal Code, which includes more likely to forceful measures of officer / investigator with the existing authority. Even if in the end successfully completed, then it is likely that the results obtained are losing or winning, this is one of the conditions underlying the emergence of a negative response to the criminal justice process, especially in the resolution of criminal cases children are carried out by state institutions which only bring legal certainty rather than a sense of justice justice seeker, so we need a breakthrough law, especially criminal law, while the legal framework related to the implementation is not yet exist. One concept to realize the idea is as a penal mediation system for settling disputes out of court, which is known to keadilan restorative or "restorative justice" applied by the police as an alternative to the settlement of criminal cases in particular offenses perpetrator or the victim is a child based Law No. 23 of 2002 on the Protection of Children. So based on the above conditions of this study raised the application of penal mediation in criminal lewd acts on a child as a legal issue which will discuss about the first, the consideration of the relevant Police penal mediation implementation of the criminal case and secondly, on the penal mediation mechanism against criminal cases in particular the crime of lewd acts on a child. The method used is the type of empirical legal research located in Tanjung Pinang Police, the data to be obtained is the primary and secondary data through interviews and direct observation to study the location and use of theories obtained by studying literature books / literature and tracking information via the Internet as a knife analysis, especially regarding criminal offense obscene acts against children. The result showed that the use of mediation as an alternative penal settlement of criminal cases in particular the completion of criminal cases obscene acts against children are carried out by the Police Tanjungpinang able to resolve the matter with the involvement of either the perpetrator or the perpetrator and the victims family or the family sat in the table for deliberation in order to reach a peace deal for both, so that the parties are satisfied with the agreement reached on the consensus reached by the investigator Police mediated Tanjungpinang, penal mediation as an alternative settlement criminal cases can improve public trust (public trust), especially against Police Tanjungpinang on services given to the community and is able to lighten the workload of the investigator in order to improve the existing settlement of pending lawsuits. In the end the author gives advice or recommendation of the results of research that should be criminal proceedings against perpetrators of child (children) are the last and penal mediation with the concept of keadilan restorative or restorative justice as an alternative settlement of criminal cases in order to achieve a sense of justice and the rule of law in society . Especially for the government to immediately formulate the concept of restorative justice based penal mediation in the form of legislation as the legal basis for the good law enforcement police, prosecutors and courts.

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/345.03/PRA/p/2015/041502907
Subjects: 300 Social sciences > 345 Criminal law > 345.03 Offenders
Divisions: S2/S3 > Magister Ilmu Hukum, Fakultas Hukum
Depositing User: Endang Susworini
Date Deposited: 19 May 2015 15:28
Last Modified: 19 May 2015 15:28
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/156300
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item