Implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara terhadap Pengelolaan Limbah Padat Medis (Studi di Rumah Sakit Islam Kota Samarinda)

Wati, Agustina (2011) Implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara terhadap Pengelolaan Limbah Padat Medis (Studi di Rumah Sakit Islam Kota Samarinda). Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Kerusakan lapisan ozon dipengaruhi oleh berbagai macam faktor diantaranya yaitu udara yang diakibatkan oleh pengelolaan limbah padat medis. Rumah Sakit Islam Kota Samarinda dalam melakukan pengelolaan limbah telah melampaui kadar maksimum baku mutu emisi, dan mencemari lingkungan sekitar karena berdasarkan pada wawancara kepada masyarakat bahwa masyarakat mengalami, batuk-batuk, merasa pusing, dan mual. Berdasarkan literatur bahwa dampak yang dirasakan masyarakat tersebut merupakan gejala ringan akibat keracunan gas CO (karbon monoksida). Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara untuk mengendalikan pencemaran udara. Pasal 21 bahwa setiap orang yang melakukan usaha dan/atau baku tingkat gangguan ke udara wajib menaati baku mutu emisi. Rumah Sakit Islam Kota Samarinda sebagai suatu usaha yang mengeluarkan emisi ke udara ambien wajib menaati ketentuan tersebut dalam melakukan pengelolaan limbah padat medis. Rumah Sakit Islam Kota Samarinda menggunakan incenerator dalam melakukan pengelolaan limbah padat medis menggunakan Baku Mutu Emisi Udara untuk incenerator yaitu Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Nomor Kep-03/BAPEDAL/09/1995 tentang Persyaratan Teknis Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun sebagai dasar hukum pemeriksaan baku mutu emisi untuk incenerator. Dalam pelaksanaanya terlihat bahwa gas CO (karbon monoksida) di Rumah Sakit Islam Kota Samarinda telah melebihi kadar maksimum dan hal ini berbahaya untuk kesehatan masyarakat sekitar Rumah Sakit Islam. Upaya yang dilakukan oleh Rumah Sakit Islam Kota Samarinda diantaranya ialah melakukan perbaikan mesin incenerator dan pengadaan incenerator baru, agar CO (karbon monoksida) dapat sesuai dengan baku mutu lingkungan sehingga tidak mencemari lingkungan. Terutama tidak menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan masyarakat sekitar Rumah Sakit Islam Kota Samarinda. Selain itu, Rumah Sakit Islam Kota Samarinda juga melakukan reboisasi diantaranya yaitu tanaman jarak pagar dan pohon glodokhan dimana jenis tanaman tersebut dapat menyerap karbon dengan baik, Instansi terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Kota kurang maksimal dalam melakukan pengawasan terlihat dengan tidak adanya pengawasan secara langsung mengenai pencemaran udara dan upaya yang dilakukan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah Kota Samarinda yaitu diadakannya pemeringkatan kinerja industri, meminta laporan hasil pemeriksaan kualitas udara emisi dan menindaklanjuti laporan tersebut dan melakukan pengawasan dan pembinaan kepada Rumah Sakit islam Kota Samarinda. Upaya Hukum dari instansi terkait yaitu Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Samarinda dan Dinas Kesehatan Kota Samarinda (DKK). Pengawasan dan pembinaan instansi yang berwenang kurang optimal sehingga Rumah Sakit Islam Kota Samarinda dalam melakukan pengelolaan limbah padat medis melebihi batas kadar maksimum dan mencemarkan udara di sekitar lingkungan Rumah Sakit Islam Kota Samarinda. Namun, yang patut dihargai bahwa Rumah Sakit tersebut selalu menuju kearah yang lebh baik dimana terlihat dari beberapa upaya yang telah dilakukan.

English Abstract

Damage to the ozone layer is affected by various factors, including the air caused by medical management of solid waste. Islamic Hospital Samarinda in conducting waste management has exceeded the maximum degree of emission quality standards, and pollute the surrounding environment because it is based on interviews in the community that people are experiencing, cough, feeling dizziness, and nausea. Based on the literature that the impact is felt the community is the result of gas poisoning symptoms of mild CO (carbon monoxide). Government Regulation Number 41 Year 1999 on Air Pollution Control for controlling air pollution. Article 21 that every person doing business and/or the level of interference with air emission standard must meet quality standards. Islamic Hospital Samarinda as business issues into the ambient air emissions shall comply with the provisions in the conduct of medical solid waste management. Islamic Hospital Samarinda use incenerator in conducting medical solid waste management using the Air Quality Standards Emission SK incenerator Environmental Impact Management Agency No. Kep-03/BAPEDAL/09/1995 Technical Requirements for Hazardous Wastes and Toxic as the legal basis for the inspection of quality standards incenerator emissions. In its implementation shows that the CO gas (carbon monoxide) in Samarinda Islamic Hospital has exceeded the maximum level and it is dangerous to public health around the Islamic Hospital. The efforts made by the Islamic Hospital Samarinda they are to perform engine repairs and procurement of new incenerator incenerator, so the CO (carbon monoxide) may be in accordance with environmental quality standards so as not to pollute the environment. Especially do not cause negative impacts on peoples health around the Islamic Hospital Samarinda. In addition, Islamic Hospital Samarinda also doing reforestation in between Jatropha plants and trees that can absorb carbon glodokhan species with good, relevant government agencies in this case the City Health Department in conducting surveillance less than the maximum seen in the absence of direct control of air pollution and efforts made the Regional Environmental Impact Management Agency Samarinda holding performance rating industry, requesting examination report emissions and air quality reports and conduct follow up supervision and guidance to the Islamic Hospital Samarinda. Remedies from the relevant agencies of the Environment Agency (BLH) of Samarinda and Samarinda City Health Office (DKK). Supervision and guidance of the relevant authorities so that less than optimal Samarinda Islamic Hospital in doing the management of solid medical waste exceeds the maximum level and pollute the air around the Islamic Hospital Samarinda. However, that should be appreciated that the Hospital is always moving toward the good that rely more visible than a few attempts have been made.

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/344.046 342/WAT/i/041200017
Subjects: 300 Social sciences > 344 Labor, social service, education, cultural law
Divisions: S2/S3 > Magister Ilmu Hukum, Fakultas Hukum
Depositing User: Endro Setyobudi
Date Deposited: 15 Feb 2012 10:31
Last Modified: 15 Feb 2012 10:31
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/156259
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item