Analisis Interaksi Moderasi Antara Belanja Daerah Dengan Pertumbuhan Ekonomi Dan Tingkat Penduduk Bekerja Dalam Menurunkan Kemiskinan (Studi Kasus Di 29 Provinsi Se-Indonesia Periode 2004-2015)

Nugroho, BandoroBudi (2017) Analisis Interaksi Moderasi Antara Belanja Daerah Dengan Pertumbuhan Ekonomi Dan Tingkat Penduduk Bekerja Dalam Menurunkan Kemiskinan (Studi Kasus Di 29 Provinsi Se-Indonesia Periode 2004-2015). Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Pasca krisis ekonomi di Indonesia pada tahun 1998; kemiskinan meningkat, kesenjangan melebar sementara pertumbuhan ekonomi merosot tajam. Setelah masa recovery multisektor selama kurang lebih 3 tahun, pemerintah merespon kondisi tersebut dengan strategi pembangunan Triple Track Strategy; Pro Poor, Pro Growth, Pro Job yang mulai diimplementasikan pada dua periode Rencana Pembangunan Menengah Nasional (RPJMN 2004-2009 dan 2010-2015). Ditopang dengan anggaran pemerintah yang berpihak pada rakyat miskin (pro poor budget), pertumbuhan ekonomi mulai meningkat, perluasan lapangan kerja bertambah dan tingkat kemiskinan menurun. Namun benarkah perkembangan pembangunan yang baik tersebut adalah buah dari sinergi strategi pembangunan yang berhasil atau hanya proses natural rebound kondisi makro ekonomi semata? Dengan regresi data panel dari 29 provinsi pada kurun waktu 2004-2015 menunjukkan hasil bahwa diperlukan pertumbuhan ekonomi tinggi untuk secara signifikan menurunkan kemiskinan, sementara tingkat penduduk bekerja berpengaruh signifikan menurunkan kemiskinan justru di daerah-daerah dengan tingkat penduduk bekerja rendah, karena di daerah dengan tingkat penduduk bekerja tinggi banyak tenaga kerja yang tidak mampu bersaing dan terjatuh dalam kemiskinan. Belanja daerah memperkuat pengaruh pertumbuhan ekonomi dalam menurunkan kemiskinan dengan prasyarat kondisi kesenjangan pendapatan rendah. Selain itu, belanja daerah memperkuat pengaruh tingkat penduduk bekerja dalam menurunkan kemiskinan apabila outcome belanja tersebut secara efisien dinikmati oleh penduduk setempat, yang berarti tidak mengalami kebocoran sehingga dinikmati penduduk dan atau pekerja migran yang bertempat tinggal tidak di daerah tersebut. Pemerintah telah berusaha menerapkan strategi pro poor, pro growth dan pro job, dengan didukung pro poor budget. Namun masih diperlukan kondisi-kondisi tertentu agar strategi tersebut berhasil. Kewajiban pemerintah untuk memastikan kondisi yang dibutuhkan tersebut tercipta secara merata di Indonesia, agar outcome-benefit-impact strategi tersebut dapat dinikmati seluruh penduduk Indonesia.

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/336.39/NUG/a/2017/041703117
Subjects: 300 Social sciences > 336 Public finance > 336.3 Public debt and expenditures
Divisions: S2/S3 > Magister Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 05 Apr 2017 14:07
Last Modified: 05 Apr 2017 14:07
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/155935
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item