Land-Use Change Patterns And Driving Forces Of Sub-Urban Area In Indonesia: A Study Case In Bantul Regency, Yogyakarta Province

Simamora, ObedMilton (2013) Land-Use Change Patterns And Driving Forces Of Sub-Urban Area In Indonesia: A Study Case In Bantul Regency, Yogyakarta Province. Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Tanah adalah sumber daya alam yang penting dan unik, dan penggunaan lahan adalah dampak dari aktivitas buatan alami atau berulang terhadap tanah. Perubahan penggunaan lahan adalah perbedaan dalam bentuk penggunaan lahan selama periode waktu yang lama. Di Kabupaten Bantul, Indonesia, konversi lahan pertanian terhadap penggunaan lahan perumahan kira-kira 100 ha setiap tahun. Dengan membiarkan tren perubahan lahan pertanian lahan basah ke dalam non-pertanian (pembangunan-perumahan) berlanjut, dampak jangka panjang akan menjadi hilangnya lahan pertanian secara bertahap. Penelitian ini menyelidiki perubahan penggunaan lahan pada tahun 2000, 2005, dan 2012, dari dua kecamatan di Kabupaten Bantul, Provinsi Yogyakarta, sebagai kasus studi daerah sub-urban. Dengan menggunakan foto udara, gambar satelit Ikonos, Google Earth, dan perangkat lunak ArcMap, peta penggunaan lahan dibuat dan dianalisis. Peta-peta itu, peta penting lainnya, data sensus, peraturan atau kebijakan tentang penggunaan lahan, dan wawancara dalam pendekatan kualitatif memberikan data untuk menyelidiki pola dan kekuatan penggerak penggunaan lahan pada sub-distrik Sewon dan Bambanglipuro dalam dua belas. bertahun-tahun. Penelitian ini menemukan bahwa area yang lebih dekat dengan kota (sub-urban), mengalami perubahan lahan yang cepat dan luas dari pertanian lahan basah daripada daerah pedesaan. Uang penggunaan lahan yang paling sering dan besar adalah dari pertanian lahan basah untuk membangun dan perumahan, dan berpotensi kemungkinan tertinggi yang ada sekarang berasal dari padang rumput hingga bangunan dan perumahan. Beberapa perubahan terkonsentrasi di area tertentu, tetapi yang lain tersebar. Peraturan di tingkat lokal, pertumbuhan populasi kabupaten dan sekitarnya, dan perubahan struktur kabupaten adalah pengemudi yang berubah. Disarankan untuk menentukan kebijakan penggunaan lahan untuk dua kecamatan lain yang berbagi perbatasan dengan Kota Yogyakarta untuk mengantisipasi pertumbuhan dan juga untuk memperkuat kontrol perubahan penggunaan lahan untuk membuatnya sesuai dengan kebijakan penggunaan lahan. Suara-suara dari masyarakat setempat dan penelitian ini dapat memberikan ide untuk dipertimbangkan untuk otoritas lokal dalam menjadikan baru dan merevisi kebijakan penggunaan lahan yang ada.

English Abstract

Land is an important and unique natural resource, and land-use is the impact of natural or repeated artificial activity toward land. Land-use change is the differences in the form of land-use over an extended period of time. In Bantul Regency, Indonesia, the conversion of agriculture land to housing land-use is roughly 100 ha annually. By allowing the trend of land-use change of wetland agriculture into non-agriculture (building-housing) continues, the long term impact will be a gradual loss of farmland to a major extent. This research investigates land-use change in the years 2000, 2005, and 2012, of two sub-districts in Bantul Regency, Yogyakarta Province, as a study case of sub-urban area. By using aerial photographs, Ikonos Satellite images, Google Earth, and ArcMap software, land-use maps are created and analyzed. Those maps, other essential maps, census data, regulations or policies about land-use, and interview in qualitative approach provide the data to investigate the patterns and the driving forces of land-use change on Sewon and Bambanglipuro Sub-districts in the past twelve years. This research finds that the areas closer to the city (sub-urban), experiences rapid and wide land-use change of wetland agriculture than rural areas. The most frequent and large amount of land-use change is from wetland agriculture to building and housing, and potentially the highest possibility that exists now is from grassland to building and housing. Some changes are concentrated in certain areas, but others are scattered. The regulations at the local level, population growth of the Regency and the surroundings, and the changing structure of the Regency are the changing drivers. It is recommended to determine land-use policy for other two sub-districts that share the border with the Yogyakarta City to anticipate the growth and also to strengthen the land-use change control to make it in accord with the land-use policy. Voices from the local people and this research can provide ideas for consideration for the local authority in making a new and revising the existed land-use policies.

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/333.731 3/SIM/l/041309804
Subjects: 300 Social sciences > 333 Economics of land and energy > 333.7 Land, recreational and wilderness areas, energy
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 09 May 2014 10:09
Last Modified: 09 May 2014 10:09
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/155844
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item