Studi Penilaian Indikator Kinerja Das Konaweha Terhadap Perubahan Tata Guna Lahan Berdasarkan Kriteria Hidrologis

Andono, Riwin (2014) Studi Penilaian Indikator Kinerja Das Konaweha Terhadap Perubahan Tata Guna Lahan Berdasarkan Kriteria Hidrologis. Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Daerah aliran sungai merupakan ekosistem yang kompleks, kualitas serta kesehatannya sangat ditentukan oleh aktivitas tata guna lahan. Interaksi alam dari vegetasi, tanah, dan air (hujan) disertai dengan intervensi manusia melalui penggunaan teknologi akhirnya membentuk ciri berupa karakteristik DAS terhadap berbagai macam penggunaan lahan seperti pertanian, perkebunan, pemukiman, dan lain sebagainya. Setiap penggunaan lahan mempunyai respon yang berbeda-beda dalam memberikan tanggapan terhadap air hujan yang jatuh diatasnya. Permasalahan umum yang sering dijumpai dalam DAS adalah erosi dan degradasi lahan, kekeringan dan banjir, penurunan kualitas air sungai, dan pendangkalan sungai, danau atau waduk. Permasalahan ini seringkali terjadi karena adanya kegiatan alih fungsi lahan yang berlebihan yang dilakukan oleh manusia. Oleh karena itu pemilihan teknologi untuk manajemen DAS sangat bergantung pada intensitas permasalahan yang ada pada DAS yang bersangkutan. Karena tidak ada teknologi dan resep sistem manajemen DAS yang bisa diperlakukan umum untuk semua DAS, maka sebelum melakukan tindakan manajemen DAS terlebih dahulu harus dilakukan penilaian dari kondisi DAS untuk menentukan status dan kondisi masing-masing sumber daya DAS. Berdasarkan Kepmen Kehutanan No. 51/Kpts-II/2001 ada beberapa indikator yang dapat menunjukkan karakteristik DAS. Penilaian kinerja DAS berdasarkan indikator hidrologis merupakan cara yang paling cepat dan efektif untuk mendapatkan standar penilaian kondisi DAS Konaweha. Dalam penelitian ini, indikator penilaian yang digunakan antara lain Koefisien Regim Sungai (KRS), Koefisien Limpasan (C), serta Laju Sedimentasi (Sy) yang terjadi pada DAS Konaweha dengan menggunakan metode analisa spasial. Untuk mengetahui respon DAS terhadap perubahan tata guna lahan yang terjadi, penelitian ini menggunakan tiga macam tata guna lahan, yaitu Tata Guna Lahan Tahun 2000, Tata Guna Lahan Tahun 2010, serta Arahan Penggunaan Lahan RTRW Provinsi Sulawesi Tenggara. Tujuan dari penelitian ini adalah menunjukkan kinerja DAS Konaweha serta nilai perubahan respon DAS konaweha terhadap perubahan tata guna lahan yang terjadi. Dari hasil penilaian indikator debit menunjukkan skor yang relatif stabil terhadap Koefisien Regim Sungai (KRS). Penggunaan lahan tahun 2000 dan tahun 2010 menunjukkan adanya sedikit penurunan nilai KRS dari 99,83 ke 99,72, sedangkan dari arahan penggunaan lahan RTRW adanya sedikit peningkatan nilai KRS menjadi 101,55. Pada indikator limpasan menunjukan tren peningkatan nilai koefisien C dari 0,045 pada tahun 2000 menjadi 0,050 di tahun 2010, sedangkan pada arahan penggunaan lahan RTRW nilainya naik menjadi 0,11. Indikator penilaian laju sedimen mengalami fluktuatif nilai, dari 0,65 mm/thn pada tahun 2000 menjadi 1,05 pada tahun 2010 mm/thn, tetapi pada arahan penggunaan lahan RTRW mengalami penurunan senilai 0,59 mm/thn. Dari penjelasan diatas indikator yang berpengaruh dengan perubahan tata guna lahan di DAS Konaweha adalah laju sedimentasi dan koefisien limpasan. Dari hasil analisa dan standar penilaian yang ada, menunjukkan DAS Konaweha masih dalam Kategori Baik. Arahan Penggunaan Lahan DAS Konaweha yang diperoleh dari RTRW Provinsi Sulawesi Tenggara masih sangat relevan untuk dapat dijadikan acuan dalam pembangunan kawasan ruang dan wilayah di DAS Konaweha. Namun diperlukan adanya penanganan teknis berupa pembangunan bendungan di DAS Konaweha agar dapat meningkatkan kemampuan detensi dan retensi DAS Konaweha.

English Abstract

Watershed is a complex ecosystem, quality and health is determined by land use activities. Natural interaction of vegetation, soil, and water (rain) accompanied by human intervention through technology application create the watershed characteristics based on the various land uses such as agriculture, plantations, settlements, and so forth. Each land use has a different response in providing feedback to the rainwater that falls on it. Common problems in the watershed are erosion and land degradation, drought and flooding, degradation of water quality of the river, and the siltation of rivers, lakes or reservoirs. This problem often occurs because of the excessive land conversion performed by humans. Therefore, the selection of technologies for watershed management largely depends on the intensity of the problems that exist in the watershed in question. Because there is no technology and prescription of watershed management system that can be treated as common to all watersheds, the watershed management before taking action in advance of the assessment should be carried out to determine the status of watershed conditions and the conditions of each watershed resources . Based on the Minister of Forestry Decree No. 51/Kpts-II/2001 there are several indicators that can show the characteristics of the watershed. Performance assessment based on indicators of watershed hydrology is the most rapid and effective way to get standard assessment of Konaweha watershed`s. In this study, assessment indicators used include River Regime Coefficient (KRS), Runoff Coefficient (C), and the sedimentation rate (Sy) that occurs in the watershed Konaweha using spatial analysis methods. To study the response of the Watershed in land use changes that have occured, this study uses three different kinds of land use, the Land Use in 2000, Land Use in 2010, and Land Use Spatial Referral of Southeast Sulawesi. The purpose of this study is to demonstrate the performance of Watershed Konaweha and values change in response to the watershed konaweha land use changes that have occured. From the results of the assessment indicators of discharge shows a relatively stable against the Coefficients Regim River (KRS) score. The land use of the year 2000 and the year 2010 indicate a slight decrease in the value of 99,83 to the 99,72 KRS, while land use referrals from any increase in value slightly RTRW KRS became 101,55. In the runoff indicator shows the trend of increasing the value of the coefficient C from 0,045 in 2000 to 0,050 in 2010, while on landing spatial land use value rose to 0.11. Indicators assessing the rate of sediment experiencing fluctuating value of 0.65 mm / yr in 2000 to 1.05 in 2010 mm / yr, but in the direction of land use spatial worth decreased 0.59 mm / yr. The indicators above were significantly associated with land use changes in that Konaweha watershed`s is the rate of sedimentation and runoff coefficients. From the analysis and assessment of existing standards, showWatershed Konaweha still in good categories. The direction of Konaweha watershed`s Land Use obtained from the RTRW province Southeast Sulawesi is still very relevant to be used as a reference in the development area of the space and territory watershed Konaweha. However, it is necessary to form the technical handling of the construction of dams in the watershed in order to improve the ability Konaweha detention and retention Konaweha watershed`s.

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/333.73/AND/s/041400680
Subjects: 300 Social sciences > 333 Economics of land and energy > 333.7 Land, recreational and wilderness areas, energy
Divisions: S2/S3 > Magister Teknik Pengairan, Fakultas Teknik
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 08 May 2014 10:55
Last Modified: 08 May 2014 10:55
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/155836
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item