Pengaruh Pemberian Kapur Pada Pertumbuhan Dan Hasil Dua Tipe Kacang Tanah (Arachis Hypogaea L.)

Sukmana, Ari (2016) Pengaruh Pemberian Kapur Pada Pertumbuhan Dan Hasil Dua Tipe Kacang Tanah (Arachis Hypogaea L.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Kacang Tanah Terdiri Dari Tiga Tipe Yaitu Spanish, Valensia Dan Virginia, Di Indonesia Yang Banyak Ditanam Adalah Tipe Spanish. Tipe Valensia Dan Spanish Dibedakan Oleh Banyaknya Biji Per Polong. Kacang Tanah Tipe Valensia Memiliki Jumlah Biji Per Polong Lebih Dari 2 Biji, Sedangkan Tipe Spanish Hanya Memiliki 2 Biji Per Polong. Kacang Tanah (Arachis Hypogaea L.) Ialah Tanaman Legume Yang Mengandung Protein. Indonesia Pada Produksi Kacang Tanah Tahun 2014 Sebesar 638,90 Ribu Ton Biji Kering, Menurun Sebesar 62,78 Ribu Ton Dibandingkan Pada Tahun 2013. Penurunan Produksi Kacang Tanah Ini Menjadi Permasalahan Yang Serius Karena Seiiringnya Pertambahan Penduduk Yang Semakin Meningkat. Banyak Petani Yang Tidak Melakukan Pemupukan Terutama Pemberian Kapur Sehingga Produksi Umumnya Masih Rendah. Tanaman Kacang Tanah Sangat Peka Terhadap Kekurangan Ca, Mg Dan P (Pitojo, 2005). Mengatasi Hal Tersebut, Dapat Ditempuh Salah Satunya Dengan Cara Pemilihan Benih Dari Tipe Kacang Tanah Yang Tepat Dan Pemberian Kapur. Tanah Yang Mengandung Cukup Kalsium Akan Menghasilkan Polong Kacang Tanah Berkualitas Tinggi. Cukup Tersedianya Kalsium Di Dalam Tanah Akan Memberikan Pertumbuhan Vegetatif Yang Baik, Pertumbuhan Polong Yang Optimal Dan Berisi Penuh. Unsur Ca Merupakan Hara Yang Paling Menentukan Tingkat Kebernasan Polong Kacang Tanah Dan Untuk Perkembangan Polong. Penelitian Ini Bertujuan Untuk 1) Mengetahui Interaksi Antara Dosis Pemberian Kapur Pada Pertumbuhan Dan Hasil Dua Tipe Kacang Tanah, 2) Mengetahui Pengaruh Dosis Pemberian Kapur Pada Pertumbuhan Dan Hasil Kacang Tanah, 3) Mengetahui Pengaruh Tipe Kacang Tanah Pada Pertumbuhan Dan Hasil Kacang Tanah Penelitian Ini Dilaksanakan Mulai Bulan Maret 2015 Sampai Agustus 2015 Di Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Dengan Ketinggian Tempat 400 Mdpl, Jenis Tanah Alfisol Dan Suhu Rata-Rata 25oc. Alat-Alat Yang Digunakan Dalam Penelitian Ini Antara Lain Leaf Area Meter (Lam), Cangkul, Sabit, Ember Plastik, Sekop, Timbangan Digital, Oven, Meteran, Dan Kamera. Bahan Yang Digunakan Dalam Penelitian Ini Adalah Benih Kacang Tanah Varietas Takar 1, Varietas Domba, Pupuk Kandang, Pupuk Urea, Sp-36, Kcl, Dolomit, Pestisida Furadan, Insektisida Samite, Dan Alika. Metode Penelitian Yang Digunakan Yaitu Metode Percobaan Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (Rak) Pola Faktorial, Perlakuan Terdiri Dari Dua Faktor Yaitu Faktor Pertama, Dosis Pemberian Kapur (K) Terdiri Atas 5 Taraf, Yaitu K0 = Tanpa Pemberian Kapur, K1 = 50 Kg Ha-1, K2 = 100 Kg Ha-1, K3 = 150 Kg Ha-1, K4 = 200 Kg Ha-1. Faktor Kedua, Tipe Kacang Tanah, V1 = Tipe Spanish (Varietas Takar 1), Dan V2 = Tipe Valensia (Varietas Domba). Masing-Masing Perlakuan Diulang Sebanyak 3 Kali, Sehingga Terdapat 30 Unit Perlakuan. Pengamatan Dilakukan Secara Destruktif Dengan Mengambil 2 Tanaman Contoh Untuk Setiap Perlakuan, Yang Dilakukan Pada Saat Tanaman Berumur 35 Hst, 47 Hst, 59 Hst, 71 Hst Dan 83 Hst Pengamatan Komponen Pertumbuhan Meliputi Umur Berbunga, Jumlah Daun, Luas Daun, Indeks Luas Daun Dan Jumlah Ginofor. Pengamatan Panen Dilakukan Dengan Cara Mengambil Tanaman Contoh Pada Petak Panen Dan Variabel Pengamatan Yang Diamati Ialah Jumlah Polong Per Tanaman, Jumlah Polong Isi Per Tanaman, Jumlah Polong Hampa, Bobot Kering Biji Per Tanaman, Bobot Kering Brangkasan, Bobot Plong Bernas Per Tanaman, Indeks Panen, Bobot Kering 100 Butir Dan Estimasi Hasil Panen Per Hektar. Pengamatan Penunjang Dilakukan Analisa Tanah (N, P, K, C-Organik, Dan Ph) Sebelum Tanam Dan Sesudah Panen. Pengambilan Sampel Tanah Sesudah Panen Diambil Dari Setiap Perlakuan. Data Pengamatan Yang Diperoleh Dianalisis Dengan Menggunakan Analisis Ragam (Uji F) Pada Taraf 5%. Bila Hasil Pengujian Antar Perlakuan Diperoleh Pengaruh Nyata Maka Dilanjutkan Dengan Uji Perbandingan Antar Perlakuan Dengan Menggunakan Beda Nyata Terkecil (Bnt) Pada Taraf 5 %. Hasil Penelitian Menunjukkan Bahwa Tidak Terjadi Interaksi Akibat Pemberian Kapur Dan Tipe Kacang Tanah. Pengaruh Nyata Akibat Pemberian Kapur Pada Komponen Pertumbuhan Yaitu Jumlah Ginofor 35 Hst, Sedangkan Pada Komponen Hasil Tidak Memberikan Pengaruh Nyata. Pada Tipe Kacang Tanah Memberikan Pengaruh Nyata Pada Komponen Pertumbuhan Tanaman Yang Meliputi Umur Berbunga, Jumlah Daun, Luas Daun, Indeks Luas Daun, Dan Jumlah Ginofor; Komponen Hasil Meliputi Jumlah Polong Per Tanaman, Jumlah Polong Isi, Bobot Polong Bernas Per Tanaman, Bobot Kering Brangkasan, Bobot Kering Biji Per Tanaman, Bobot Kering 100 Biji, Indeks Panen Dan Estimasi Hasil Panen Per Hektar

English Abstract

A peanut consists of three types, namely Spanish, Valensia and Virginia, which is widely grown in Indonesia, is a Spanish type. Valensia and Spanish types are distinguished by the number of seeds per pod. Valensia – type peanuts have a number of seeds per pod of more than 2 seeds, while the Spanish type has only two seeds per pod. Peanut (Arachis hypogaea L.) is a legume crops containing protein. Peanuts production of Indonesia in 2014 is 638.90 thousand tons of dry beans, decreased by 62.78 thousand tons compared to 2013. The decline in peanut production is becoming a serious problem due to the growth of population. Many farmers are not doing fertilization, especially of lime, so that production is generally is still low. Peanut plants are very sensitive to deficiencies of Ca, Mg and P (Pitojo, 2005). To overcome that case, it can be reached by doing method of seed selection for the suitable type of peanuts and the process of lime giving. Soil which contains enough calcium will produce high qualty peanut pods. Sufficient availability of calcium in the soil will provide a good vagetative growth, pods optimal growth and make it full. Ca element is a nutrient that most determines the level pithy peanut pods and for the development of the pods. This study aim to 1) To study the effect of the dose of lime on growth and yield of two types of peanuts, 2) To determine the effect of type peanuts on the growth and yield of peanut. This research is done from March 2015 to August 2015 in Saptorenggo’s village, Pakis subdistrict, Malang regency, with altitude of 400 meters above sea level, soil type Alfisol and an average temperature of 25 oC. The tools used in this study are Leaf Area Meter (LAM), hoes, sickles, plastic buckets, shovels, digital scales, oven, meter and camera. Materials used in this study are the peanut seed Takar 1 varietities, Domba varietities, cow manure, Urea, SP-36, KCL, dolomite, pesticide Furadan, insectisides Samite and Alika. The method of this research is the method of experiment using a randomized block design (RAK) factorial, treatment consist of two factors: the first factor, the dose of lime (K) consist of 5 levels: K0 = without lime, K1 = 50 kg ha-1, K2 = 100 kg ha-1, K3 = 150 kg ha-1, K4 = 200 kg ha-1. The second factor, type peanuts V1 = Valensia Type (Domba Varietities), and V2 = Spanish type (Takar 1 Varietities). Each treatment had been repeated 3 times, so there were 30 treatment units. Observations were carried out destructively by taking 2 plant sample for each treatment, which is done when old plants 35 DAP, 47 DAP, 59 DAP, 71 DAP and 83 DAP. The observations components of growth are flowering dates, number of leaves, leaf area, leaf area index, and total ginofor. Observations of harvesting is done by taking a plant sample in the swath harvesting and variable observations that had been done are the number of pods per plant, number of pods per plant, number of empty pods, dry weight of seeds per plant, weight of dry stover, weight pods pithy per plant, harvest index, dry weight of 100 seeds and the estimated yield per hectare. Supporting observation is done by soil testing (N, P, K C-Organic, and pH) before iv planting and after harvesting. Samples were taken from the soil after harvest each treatment. Observation data obtained were analyzed using analysis of variance (F test) at 5% level. When the test yield obtained significant effect among treatments, the it is followed by a comparison test among treatments using the Least Significant Difference (LSD) at 5%. The results show that the interaction does not occur due to the type of lime and peanuts. The significant effects as a result of lime also affects the growth component that is the number ginofor 35 DAP, while the yield do not give a significant effect. In type of peanuts, they gave significant effect on plant growth components that include in flowering dates, number of leaves, leaf are, leaf area index, and the number ginofor; the yield of componet are including the number of pods per plant, number fo pods, weight pods pithy per plant, weight of dry stovert, dry weight of seeds per plant, dry weight of 100 seeds, harvestindex and estimated yield per hectare

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FTP/2016/4/051602650
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 03 Apr 2016 11:25
Last Modified: 02 Dec 2021 03:55
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/150963
[thumbnail of DAFTAR_PUSTAKA.pdf]
Preview
Text
DAFTAR_PUSTAKA.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of COVER_DALAM.pdf]
Preview
Text
COVER_DALAM.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of SKRIPSI.pdf]
Preview
Text
SKRIPSI.pdf

Download (4MB) | Preview
[thumbnail of COVER_LUAR.pdf]
Preview
Text
COVER_LUAR.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of RINGKASAN.pdf]
Preview
Text
RINGKASAN.pdf

Download (1MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item