Konfigurasi Jaringan Bertingkat Pada Cluster Paralel Orange Pi

BadiaChristian, Ari (2017) Konfigurasi Jaringan Bertingkat Pada Cluster Paralel Orange Pi. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Orange Pi merupakan salah satu PC namun berukuran jauh lebih kecil dan mengonsumsi daya yang jauh lebih rendah. Untuk meningkatkan performa komputasi, Orange Pi dapat disusun secara paralel, membemtuk suatu cluster paralel. Paralelisasi Orange Pi dapat didesain dengan menggunakan sistem paralel cluster Beowulf, dimana semua perangkat berada pada jaringan yang sama dan dapat bekerja bersama dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Namun salah satu kekurangan pada metode Cluster Beowufl adalah klienan Bandwith yang terbatas. Pada saat pemrosesan paralel dilakukan, perangkat node dan main akan saling berkomunikasi. Komunikasi antar node dan main yang terjadi ini seringkali membebani Bandwith pada jaringan yang tersedia. Bandwith yang terbatas inilah yang seringkali mengurangi performa komputasi paralel. Oleh karena itu, dilakukan pengujian menggunakan Jaringan bertingkat, dimana pada satu cluster Beowulf, akan dibagi lagi menjadi Sub-Cluster dengan menggunakan 1 router ke setiap sub-cluster. Klienan konfigurasi jaringan bertingkat diharapkan dapat menambah Bandwith pada saat pemrosesan paralel, sehingga kecepatan komputasi secara keseluruhan dapat meningkat. Pada penelitian ini, digunakan 17 buah Orange Pi yang dibagi dalam 4 sub-cluster. Tiap sub-cluster terdiri atas 4 buah Orange Pi, dan 1 Orange Pi bekerja sebagai main. Setiap sub-cluster terhubung pada router yang berbeda. Proses komputasi paralel di implementasikan menggunakan OpenMPI. Pengujian dilakukan sebanyak 2 kali, pada sistem paralel yang sama dan sistem paralel bertingkat. Pengujian kecepatan dilakukan dengan menjalankan program perkalian matriks di kedua sistem paralel. Pengujian juga dilakukan pada dua kasus yang berbeda. Kasus pertama, pengujian dilakaukan dengan kondisi awal yang sama, dimana semua perangkat dalam kondisi baru dinyalakan. Pengujian kedua adalah dengan memandingkan kecepatan pemrosesan dengan berbagai ukuran program yang berbeda. Pengujian juga dilakukan dengan menggunakan 4 jumlah pemrosesan yang berbeda, yaitu 17, 34, 51, dan 68. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kecepatan didapat pada kasus pemrosesan paralel dengan kondisi awal baru dinyalakan, pada jumlah proses 17, 51, dan 68. Peningkatan kecepatan juga didapat pada pengujian dengan jumlah proses 34 dan ukuran program 100, 200, 600, dan 700, dan lebih cepat pada semua ukuran program dengan jumlah proses 51 dan 68.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2017/282/051702075
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics > 621.3 Electrical, magnetic, optical, communications, computer engineering; electronics, lighting
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Elektro
Depositing User: Sugiantoro
Date Deposited: 10 Mar 2017 10:14
Last Modified: 23 Oct 2021 15:05
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/145506
[thumbnail of JURNAL_ARI_BADIA_CHRISTIAN_125060300111070.pdf]
Preview
Text
JURNAL_ARI_BADIA_CHRISTIAN_125060300111070.pdf

Download (2MB) | Preview
[thumbnail of SKRIPSI_ARI_BADIA_CHRISTIAN_125060300111070.pdf]
Preview
Text
SKRIPSI_ARI_BADIA_CHRISTIAN_125060300111070.pdf

Download (5MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item