Pelestarian Bangunan Kolonial Belanda di Jalan Pemuda Depok

Estin, Novia (2016) Pelestarian Bangunan Kolonial Belanda di Jalan Pemuda Depok. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Kota Depok merupakan salah satu daerah yang memiliki kaitan erat dengan sejarah masa kolonial Belanda. Bangunan kolonial Belanda di jalan Pemuda Depok memiliki karakter yang khas. Karakter visual dan spasial yang khas pada tiap elemen-elemen bangunan, baik eksterior maupun interior. Namun lambat laun terjadi penurunan fungsi dan fisik bangunan yang ditandai dengan beberapa bangunan kolonial Belanda yang berubah fungsi bahkan ada beberapa bangunan kolonial Belanda yang dihancurkan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis karakter visual dan karakter spasial bangunan kolonial Belanda di Jalan Pemuda Depok, serta menganalisis dan menentukan strategi pelestarian yang sesuai untuk mempertahankan karakteristik bangunan kolonial Belanda di Jalan Pemuda Depok. Bangunan kolonial Belanda di Jalan Pemuda Depok, terdapat 10 bangunan kolonial dengan fungsi bangunan yang berbeda-beda. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metode deskriptif, metode evaluatif, dan metode development. Analisis dilakukan berdasarkan kelompok kategori bangunan yang dibagi menjadi empat kelompok kategori, dengan variable penelitian, yaitu karakteristik visual dibagi menjadi dua, yaitu bagian eksterior dan interior bangunan yang terdiri dari massa bangunan, atap, dinding, pintu, jendela, kolom, fasade, denah, lantai dan plafon serta karakteristik spasial terdiri dari fungsi ruang, hubungan ruang, alur sirkulasi, orientasi ruang dan orientasi bangunan. Pada studi ini ditemukan pada Kategori A dan Kategori B memiliki total elemen pada potensial tinggi yang lebih besar, dengan presentase potensial tinggi (arahan strategi preservasi) pada bangunan Kategori A yaitu72% dan Kategori B yaitu 57,5%. Sedangkan pada Kategori C dan Kategori D memiliki total elemen pada potensial rendah yang lebih besar, dengan presentase potensial rendah (arahan strategi rehabilitasi) pada bangunan Kategori C yaitu70,2% dan Kategori D yaitu 72%. Dari ke empat kelompok kategori bangunan, arahan pelestarian preservasi paling tinggi yaitu terdapat pada Rumah Tinggal 1 dengan presentasi elemen bangunan yang termasuk dalam arahan pelestarian preservasi adalah 88,2%. Sedangkan arahan pelestarian rehabilitasi paling tinggi yaitu terdapat pada GPIB Immanuel Depok dengan presentasi elemen bangunan yang termasuk dalam arahan pelestarian rehabilitasi dan rekonstruksi adalah 89%.

English Abstract

Depok city is one of the regions that closely related with Dutch colonial historical period. Dutch colonial buildings in Pemuda street Depok have the typical character of it. Typical visual and spatial characters were abundant in its building’s elements, either in exterior or interior. However, gradually there were decreasing function and physical aspect of those buildings which marked by several dutch colonial buildings has different function and some of it was destroyed. This study aimed to identify and analyze visual and spatial characters of dutch colonial buildings in Pemuda street, Depok also to analyze and determine appropriate preservation strategy to maintain dutch colonial buildings’ characteristic in Pemuda street, Depok. Dutch colonial buildings in Pemuda street Depok consist of 10 buildings with different functions. Method used in this study was descriptive method, evaluative method and development method. Analysis was done based on building’s category groups which was divided into four category groups, with study variables such as visual characteristic were divided into exterior and interior part, while for building characteristics there were building mass, roof, walls, doors, windows, column, facade, blue print, floor and ceiling also spatial characteristics which consist of room function, room connection, circulation flow, room orientation and building orientation. In this study, it was discovered that in Category A and Category B, it has larger total element in high potential, with percentage of high potential (direction of preservation stratgy) in Category A was 72% and Category B was 57,5%. For Category C and Category D, it has larger total element in lower potential, with percentage of lower potential (direction of rehabilitation strategy) of building in Category C was 70,2% and Category D was 72%. From these four building category groups, preservation direction was highest on House 1 with building element presentation included in preservation direction was 88,2%. Highest rehabilitation direction was GPIB Immanuel Depok with building element presentation included in rehabilitation and construction direction was 89%.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2016/1040/051612730
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 690 Construction of buildings
Divisions: Fakultas Teknik > Arsitektur
Depositing User: Sugiantoro
Date Deposited: 09 Jan 2017 14:06
Last Modified: 21 Oct 2021 21:32
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/144206
[thumbnail of 3.DAFTAR_ISI.pdf]
Preview
Text
3.DAFTAR_ISI.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of 4.BAB_I.pdf]
Preview
Text
4.BAB_I.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of 6.BAB_III.pdf]
Preview
Text
6.BAB_III.pdf

Download (2MB) | Preview
[thumbnail of 5.BAB_II.pdf]
Preview
Text
5.BAB_II.pdf

Download (2MB) | Preview
[thumbnail of 1.COVER.pdf]
Preview
Text
1.COVER.pdf

Download (1MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item