Ruai Pembentuk "Ruang Bersama" Pada Bangunan Rumah Panjae Suku Dayak Iban Kalimantan Barat

Hafiid, MuammarArdli (2015) Ruai Pembentuk "Ruang Bersama" Pada Bangunan Rumah Panjae Suku Dayak Iban Kalimantan Barat. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Arsitektur Nusantara merupakan arsitektur yang hidup secara bersama dengan lingkungan alam dan lingkungan sosial (manusia), hal tersebut adalah salah satu hal yang membedakan Arsitektur Nusantara dengan arsitektur manca (luar Arsitektur Nusantara) yang hidup secara individual. Prinsip utama dalam kehidupan Arsitektur Nusantara adalah kasing-sayang dan kepemurahan, dalam bentuk saling memberi, kerjasama (gotong-royong) dan saling menghargai. Prinsip-prinsip tersebut yang menjadikan Arsitektur Nusantara menjadi suatu keilmuan yang berlanjut atau biasa disebut sebagai sustainable architecture. Seperti Hunian Komunal pada masyarakat Suku Dayak yang mampu mengantisipasi permasalahan cuaca, iklim dan kondisi apapun yang ada di wilayah Indonesia yang bertahan hingga sekarang ini. Suku Dayak memiliki hunian komunal memanjang yang mengikuti arah sungai penyebutan rumah tersebut bisa berbeda di setiap suku dayak yang berbeda namun biasanya lebih dikenal dengan sebutan Rumah Panjang atau Betang. Rumah Panjang (Rumah Panjae) Rumah Tradisional Masyarakat Suku Dayak Iban Kalimantan Barat, Rumah Panjang atau betang di kenal dalam bahasa Suku Dayak Iban dengan Rumah Panjae. Rumah Panjae Suku Dayak Iban ini sudah beberapa kali mengalami perpindahan sekitar tahun 1830-an dan kemudian menetap di Kampung Sungai Utik pada tahun 1972 hingga sekarang, rumah yang panjangnya sekitar 170,65 meter saat ini di huni ±80 kepala keluarga. Rumah Panjae Suku Dayak Iban menjadi pusat kehidupan masyarakat Iban Sungai Utik dengan bentuk bangunan komunal yang unik memanjang mengikuti arus sungai. Rumah Panjae Suku Dayak Iban ini memiliki bentuk atap pelana yang sederhana. Masyarakat Suku Dayak Iban mengenal ruang dalam bahasa Iban di kenal dengan nama Ruai, ruang yang di pergunakan bersama oleh beberapa kepala keluarga yang memiliki makna kelokalan tersendiri, selain masih asli Ruai juga memiliki arti serta nilai – nilai adat istiadat dari masyarakat Suku Dayak Iban. Bagaimana pembentuk ruang bersama di Ruai pada bangunan Rumah Panjae Suku Dayak Iban Kalimantan Barat, agar dapat mengetahui batas-batas dan penanda ruang yang menjadi pembentuk ruang bersama di Ruai pada bangunan Rumah Panjae Suku Dayak Iban Sungai Utik Kalimantan Barat. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan survei langsung ke lapangan, yang menjadi pembentuk ruang bersama di Ruai dan memaknai ruang bersama yang tercipta di Ruai pada bangunan Rumah Panjae. Hasil studi menunjukkan bahwa pembentuk ruang bersama pada bangunan Rumah Panjae Suku Dayak Iban di pengaruhi oleh beberapa aspek baik itu dari aktifitas dan pelaku, bentuk ruang, batas – batas dan penanda ruang baik itu non fisik atau pun fisik, waktu juga mempengaruhi kecenderungan aktifitas bersama masyarakat, sehingga berpengaruh pada intensitas penggunaan ruang bersama.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2015/371/051504822
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 690 Construction of buildings
Divisions: Fakultas Teknik > Arsitektur
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 13 Aug 2015 15:36
Last Modified: 23 Oct 2021 02:38
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/143458
[thumbnail of BAB_III_Print.pdf]
Preview
Text
BAB_III_Print.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of BAB_IV_Print.pdf]
Preview
Text
BAB_IV_Print.pdf

Download (9MB) | Preview
[thumbnail of BAB_I_Print.pdf]
Preview
Text
BAB_I_Print.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of BAB_V_Print.pdf]
Preview
Text
BAB_V_Print.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of BAB_II_Print.pdf]
Preview
Text
BAB_II_Print.pdf

Download (2MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item