Pengendalian dan Perbaikan Kualitas Produksi Kikir Menggunakan Diagram Kontrol D2 (Mahalanobis Distance) dan FMEA

Swandita, WendhaAsbet (2015) Pengendalian dan Perbaikan Kualitas Produksi Kikir Menggunakan Diagram Kontrol D2 (Mahalanobis Distance) dan FMEA. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

PT. Jaykay Files Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur yang memproduksi kikir dan mata bor. Produk kikir dengan tipe 4st merupakan produk yang paling banyak diproduksi oleh perusahaan. Dengan melihat banyaknya permintaan terhadap produk yang dihasilkan membuat PT. Jaykay Files Indonesia membutuhkan strategi yang tepat untuk mempertahankan kualitas dan meminimalkan produk cacat yang dihasilkan. Berdasarkan data historis perusahaan, proses cutting merupakan salah satu proses yang menghasilkan produk cacat yang paling banyak sebesar 258.242 unit dengan prosentase 2,4%. Oleh karena itu perlu untuk mengetahui keadaan proses permesinan di stasiun kerja cutting serta dilakukan perbaikan dengan tujuan untuk meminimalkan produk cacat yang dihasilkan. Berdasarkan permasalahan yang ada, pada penelitian ini diterapkan diagram kontrol D2 (Mahalanobis Distance) sebagai alat kontrol dan FMEA sebagai alat identifikasi masalah. Diagram kontrol D2 merupakan diagram kontrol multivariat atribut yang digunakan untuk memonitor keadaan proses dengan memperhitungkan semua kategori cacat yang saling mempengaruhi satu dengan yang lain. Untuk menentukan faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap tingginya jumlah produk cacat pada stasiun kerja cutting, maka digunakanlah metode FMEA yang menghasilkan output berupa nilai RPN untuk seluruh penyebab produk cacat yang terjadi pada stasiun kerja cutiing. Penyebab produk cacat dengan nilai RPN paling tinggi akan menjadi prioritas utama untuk dilakukan perbaikan. Berdasarkan hasil pengolahan data yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa proses permesinan pada stasiun kerja cutting AT 7-8 belum terkendali. Hal ini ditunjukkan dengan adanya data yang diluar batas kendali yaitu nilai D2 pengamatan 11 sebesar 7,68 dan nilai D2 pengamatan 16 sebesar 8,26. Dari analisis FMEA, didapatkan masalah yang paling dominan dengan nilai RPN tertinggi. Masalah tersebut adalah kurangnya pemahaman operator, tidak melakukan inspeksi dan dikarenakan faktor metode dalam melakukan aktivitas produksi dengan nilai RPN masing-masing sebesar 448, 448, 392. Solusi dari masalah yang paling dominan berdasarkan analisis FMEA adalah pembuatan SOP baru. SOP baru ini merupakan pengembangan dari SOP lama yang masih bersifat umum, dimana SOP baru lebih spesifik. SOP baru ini akan menjadi panduan wajib bagi operator. Setelah melakukan implementasi dari solusi, akan dilihat lagi keadaan proses permesinan stasiun kerja cutting AT 7-8. Hasil dari diagram kontrol D2 menunjukkan bahwa keadaan proses permesinan stasiun kerja cutting AT 7-8 terkendali. Adapun solusi dari masalah lainnya yaitu melakukan perawatan mesin, melakukan inspeksi terhadap material, penambahan rooftop exhaust fan, dan pemakaian earplug.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2015/323/051504318
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 670 Manufacturing
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Industri
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 12 Aug 2015 14:07
Last Modified: 22 Oct 2021 21:43
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/143397
[thumbnail of SKRIPSI_Wendha_Asbet_Swandita_115060707111024.pdf]
Preview
Text
SKRIPSI_Wendha_Asbet_Swandita_115060707111024.pdf

Download (5MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item