Kajian Potensi Perpindahan Penumpang Dari Bus Patas Ke Kereta Api Eksekutif Bima (Rute Malang - Surabaya) Dengan Metode Stated Preference.

AnggaraPutra, Fadhana (2015) Kajian Potensi Perpindahan Penumpang Dari Bus Patas Ke Kereta Api Eksekutif Bima (Rute Malang - Surabaya) Dengan Metode Stated Preference. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Kota Surabaya adalah Ibukota Provinsi Jawa Timur berperan sebagai pusat perdagangan, industri, dan kegiatan pemerintahan. Begitu juga dengan Kota Malang yang perkembangannya tak kalah jauh dari kota Surabaya dalam kegiatan industri dan pendidikan. Hubungan antara kota Malang dan Surabaya ini bisa berpotensi membangkitkan pergerakan untuk tujuan Malang ke Surabaya, yang akan semakin meningkat di masa yang akan datang. Sehubungan dengan hal itu pemerintah Kota Malang telah mengoperasikan kereta api eksekutif Bima pada tanggal 6 Februari 2014, pengoperasian kereta ini bertujuan untuk memberikan alternatif pilihan untuk masyarakat kota Malang yang ingin bepergian ke kota Surabaya selain menggunakan bus. Setelah dioperasikannya kereta api eksekutif Bima tersebut, diketahui jumlah penumpang sangat sedikit dibanding dengan kapasitasnya, load factor nya sangat kecil yaitu rata-rata dibawah 0,35 pada 5 bulan pertama. Hal tersebut menunjukkan kurang efektifnya moda tersebut maka diperlukan rencana perubahan untuk kereta tersebut agar lebih efektif, efisien dan berguna untuk masyarakat banyak. Maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik sosial ekonomi, karakteristik perjalanan penumpang dan model pemilihan moda antara bus patas dan kereta api eksekutif Bima rute Malang-Surabaya, serta untuk mengetahui jumlah potensi penumpang yang pindah dari moda bus ke moda kereta api eksekutif Bima apabila dilakukan perubahan pada atribut-atribut tertentu. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara terhadap 100 orang responden sesuai dengan kuesioner berisi karakteristik umum responden, karakteristik perjalanan dan kuesioner yang disusun menggunakan teknik Stated Preference dengan atribut selisih biaya perjalanan, selisih waktu tempuh, selisih frekuensi keberangkatan, gabungan antara selisih biaya dan waktu tempuh perjalanan, serta gabungan antara biaya dan frekuensi keberangkatan antara bus dan kereta api. Lokasi studi berada di Terminal Bus Arjosari serta di dalam bus patas rute Malang-Surabaya. Selain itu dilakukan pula survei pendahuluan untuk mengetahui jam sibuk penumpang bus, dan dari hasil survei dapat ditentukan jam sibuk penumpang bus yaitu pada pagi hari pukul 06:00-08:00 dan sore pukul 15:00-17:00 WIB, hasil ini digunakan untuk menentukan jam keberangkatan kereta. Dari hasil penelitian karakteristik umum dan perjalanan responden, diperoleh mayoritas responden adalah laki-laki berusia 18-25, bekerja sebagai wiraswasta, pendidikan terakhir hingga sarjana atau S1, pengeluaran untuk transportasi berkisar Rp 200.000–Rp 300.000 perbulan serta memiliki pendapatan >Rp 2.500.000 perbulannya. Melakukan perjalanan dari Malang ke Surabaya dengan maksud untuk pekerjaan, waktu perjalanan rata-rata 2-3 jam, mempunyai frekuensi perjalanan perhari adalah minimal 1x dan dalam 1 minggu frekuensi perjalanan bisa hampir setiap hari karena banyak responden yang maksud perjalanan untuk bekerja, serta mempunya alasan dalam memilih bus karena biaya perjalanan yang murah. Dan dari hasil pemodelan pemilihan moda dengan menggunakan metode stated preference adalah sebagai berikut: ix a. UKA–UBAK = -0,1025 - 0,000185 ΔX1, dimana ΔX1 adalah selisih harga tiket. b. UKA– UBAK = -1,1314 - 0,0717 ΔX2, dimana ΔX2 adalah selisih waktu perjalanan. c. UKA–UBAK = 60,2918 + 1,0455 ΔX3, dimana ΔX3 adalah selisih frekuensi keberangkatan. d. UKA–UBAK = -1,6605 – 0,0001 ΔX1 – 0,07651 ΔX2, dimana ΔX1 adalah selisih harga tiket dan ΔX2 adalah selisih waktu perjalanan. e. UKA–UBAK = 49,56624 – 0,000079 ΔX1 + 0,8620274 ΔX3, dimana ΔX1 adalah selisih harga tiket dan ΔX3 adalah selisih frekuensi keberangkatan. Potensi perpindahan penumpang bus ke kereta api berdasarkan atribut yang digunakan adalah sebagai berikut: a. Atribut tunggal, biaya perjalanan. Potensi penumpang kereta api sebanyak 1065 penumpang per hari dengan skenario harga tiket Rp 20.000 yakni sebesar 70%. Hasil potensi tersebut dapat dicapai karena dari hasil analisa sosial ekonomi penumpang, pendapatan responden termasuk dalam golongan menengah ke bawah sehingga sangat sensitif terhadap perubahan harga tiket. b. Atribut tunggal, waktu perjalanan. Potensi penumpang kereta api sebanyak 1126 penumpang per hari dengan skenario waktu perjalanan kereta 1 jam 40 menit, yakni sebesar 74%. Hasil potensi tersebut dapat dicapai karena dari analisa karakteristik perjalanan, orang cenderung memilih moda yang mempunyai waktu tempuh perjalanan yang lebih cepat. c. Atribut tunggal, frekuensi keberangkatan. Potensi penumpang kereta api sebanyak 1020 penumpang per hari dengan skenario tiga kali keberangkatan ketera per hari, yakni sebesar 67%. Hasil potensi tersebut dapat dicapai, karena dari hasil survei analisa statistik deskriptif responden menginginkan frekuensi keberangkatan kereta yang lebih banyak dan terdapat pada jam-jam sibuk, dilihat dari frekuensi dan maksud perjalanan yaitu sebagian besar responden hampir setiap hari melakukan perjalanan untuk bekerja. d. Atribut gabungan, biaya dan waktu perjalanan. Potensi penumpang kereta api sebanyak 1157 penumpang per hari untuk atribut gabungan dengan skenario harga tiket Rp 20.000 dan waktu perjalanan 1 jam 40 menit, yakni sebesar 76%. Hasil potensi tersebut dapat dicapai karena dari hasil analisa statistik deskriptif, pendapatan responden termasuk dalam golongan menengah ke bawah sehingga sangat sensitif terhadap perubahan harga tiket dan orang cenderung memilih moda yang mempunyai waktu tempuh perjalanan yang lebih cepat. e. Atribut gabungan, biaya dan frekuensi keberangkatan. Potensi penumpang kereta api sebanyak 1096 penumpang per hari untuk atribut gabungan dengan skenario harga tiket Rp 20.000 dan frekuensi keberangkatan kereta tiga kali per hari, yakni sebesar 72%. Hasil potensi tersebut dapat dicapai karena dari hasil analisa statistik deskriptif, pendapatan responden termasuk dalam golongan menengah ke bawah sehingga sangat sensitif terhadap perubahan harga tiket dan responden menginginkan frekuensi keberangkatan kereta yang lebih banyak dan terdapat pada jam-jam sibuk, dilihat dari frekuensi dan maksud perjalanan yaitu sebagian besar responden hampir setiap hari melakukan perjalanan untuk bekerja.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2015/194/051501686
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics > 621.3 Electrical, magnetic, optical, communications, computer engineering; electronics, lighting
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Elektro
Depositing User: Samsul Arifin
Date Deposited: 26 Feb 2015 12:11
Last Modified: 26 Feb 2015 12:11
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/143247
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item