Perencanaan Teknis Irigasi Pedesaan di Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua.

Erlangga (2009) Perencanaan Teknis Irigasi Pedesaan di Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Dalam penyusunan laporan skripsi Perencanaan Teknis Irigasi Pedesaan di Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua ini, membahas tentang suatu perencanaan serta desain dari jaringan dan bangunan irigasi untuk skala pedesaan dimana di utamakan suatu desain jaringan dan bangunan yang sederhana mungkin sebagai perintis areal irigasi serupa di Propinsi Papua, khususnya di Kabupaten Pegunungan Bintang, Distrik Batom, Kampung Batom. Data – data yang diperlukan dalam perhitungan antara lain seperti peta topografi, data curah hujan bulanan selama 10 tahun, data klimatologi, data tanah ( soil properties ) dan elevasi sawah tertinggi. Setelah data-data terlengkapi, dilakukan perhitungan dimulai dari analisa kebutuhan air irigasi untuk mendapatkan kebutuhan air irigasi sesuai dengan pola tanam yang direncanakan dengan memperhitungakan nilai evapotranspirasi potensial, curah hujan andalan, curah hujan efektif, perkolasi, kebutuhan air disawah, efesiensi irigasi, debit andalan dengan menggunakan metode NRECA dan simulasi pola tata tanam untuk luas lahan 20 ha sehingga diperoleh 3 variasi pola tanam untuk daerah studi, yaitu Padi-Padi-Palawija, Padi-Padi-Bero dan Padi-Palawija-Palawija. Selanjutnya dilakukan analisa hidrologi untuk mendapatkan debit banjir rancangan dengan menggunakan Metode Log Person III, dilanjutkan melakukan uji kesesuian uji distribusi menggunakan Uji Chi Square dan Uji Kolmogorov dalam rangka untuk mendapatkan curah hujan rencana. Setelah itu dilanjutkan dengan menghitung besarnya debit banjir rancangan dengan analisa frekuensi yang dalam hal ini digunakan Metode Hidrograf Satuan Sintetik Nakayasu, maka didapatkan besarnya debit banjir rancangan untuk kala ulang 20 tahun (Q 20 ) sebesar 10,6725 m 3 /dt Setelah itu dapat dilakukan perhitungan hidrolika. Dalam kasus ini didapatkan lebar sungai rerata setelah dikalikan faktor jagaan sebesar 11 m. Tipe bendung yang direncanakan adalah Ogee I, dengan keti nggian mercu 1 m dari dasar sungai dan lebar bentang mercu 9,5 m. Sedangkan untuk panjang peredam energi hanya direncanakn dengan menggunakan lantai apron tanpa menggunakan blok halang, yakni 5 m. Bangunan pembilas direncanakan satu pintu dengan pintu sorong kayu dengan dimensi masing-masing pintu memiliki lebar 0,5 m dan tinggi pintu 1 m dengan bukaan maksimal pintu 0,5 m. Untuk bangunan pengambilan, direncanakan satu pintu dengan tipe pintu sorong kayu. Dimensi pintunya memiliki lebar 0,5 m dan tinggi pintu 1 m serta bukaan pintu maksimal direncanakan 0,5 m. Direncanakan intake dengan kenaikan lantai 0,6 m di ujung hulu lantainya. Kemudian didesain sayap bendung tipe dinding penahan tegak ( Gravity Wall Type ). Dimana tinggi bagian hulu adalah 2,17 m dari lantai hulu bendung, sedangkan tinggi bagian hilir adalah 2,17 m dari lantai hilir bendung. Setelah semua parameter rencana desain didapatkan, lalu dilakukan perhitungan stabilitas keamanan baik terhadap guling, geser maupun daya dukung tanahnya. Dalam perencenaan awal didapatkan debit kebutuhan air tanaman sebesar 0,33 m 3 /dt, maka direncanakan Jaringan Irigasi untuk DI Batom dengan melakukan perencanaan desain lay out jaringan irigasi, pembagian petak tersier dengan luas petak masingmasing sebesar 4 m ha yang terbagi dalam 5 petak, perencanaan saluran dan perencanaan bangunan pengukur debit.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2009/196/050901523
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 627 Hydraulic engineering > 627.5 Reclamations, Irrigation, related topics > 627.52 Irrigation
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Pengairan
Depositing User: Endang Susworini
Date Deposited: 01 Jun 2009 11:28
Last Modified: 01 Jun 2009 11:28
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/139775
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item