Perbandingan Kuat Tekan Sisa Beton Akibat Temperatur Tinggi Pada Kondisi Pendinginan Normal dengan Kondisi Pendinginan yang Disertai dengan Penyiraman

DeddyHermawan (2009) Perbandingan Kuat Tekan Sisa Beton Akibat Temperatur Tinggi Pada Kondisi Pendinginan Normal dengan Kondisi Pendinginan yang Disertai dengan Penyiraman. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Kebakaran merupakan suatu bencana yang tidak diinginkan datangnya, serta perlu diwaspadai dan diperhatikan dalam suatu pembangunan baik berupa sarana maupun prasarana. Selain terjadinya perubahan temperatur yang cukup tinggi, adanya pengaruh siklus pemanasan dan cara pendinginan menyebabkan struktur beton akan mengalami proses perubahan fase fisis dan kimiawi secara kompleks. Hal tersebut juga berpengaruh terhadap perubahan perilaku material fisik beton yang mengakibatkan menurunnya kekuatan struktur beton. Dari beberapa penjelasan di atas, maka pada penelitian ini akan dibahas tentang kekuatan struktur beton khususnya perbandingan kuat tekan sisa beton akibat temperatur tinggi suhu pembakaran pada saat kondisi pendinginan normal dengan kondisi pendinginan yang disertai dengan penyiraman serta keadaan beton (perubahan warna, kerusakan, perubahan struktur mikro) yang terjadi. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan temperatur pada benda uji yaitu 200°C, 400°C, 600°C, dan 800°C dengan faktor air semen tetap pada umur setelah 28 hari dan akan dilakukan penyiraman setelah beton dibakar pada suhu yang telah ditetapkan. Proses pembakaran dilakukan dengan menggunakan burner dengan kapasitas suhu maksimum 1000 o C dengan dimensi 2 x 1,5 x 1,5 m. Dari hasil penelitian didapatkan kuat tekan beton pada benda uji yang diberi temperatur tinggi menurut suhu-suhu yang diinginkan dan melalui proses pendinginan (disiram dan tidak disiram) mengalami penurunan kuat tekan dari benda uji normal yang tidak dibakar. Dari uji statistik analisis varian didapatkan hasil bahwa cara pendinginan memberikan perbedaan pengaruh yang tidak signifikan terhadap kuat tekan. Suhu memberikan perbedaan pengaruh yang signifikan terhadap kuat tekan dan interaksi antara variasi cara pendinginan dan suhu memberikan perbedaan pengaruh yang tidak signifikan terhadap kuat tekan. Dan dari analisis regresi diperoleh persamaan regresi kuadratik ganda yang menunjukkan bahwa kuat tekan menurun seiring dengan adanya peningkatan suhu (saat pembakaran). Terjadi perubahan warna pada beton setelah mengalami pembakaran di setiap suhu yaitu pada suhu 200 o C warna beton berubah menjadi abu – abu keputihan, suhu 400 o C warna beton menjadi coklat, suhu 600 o C warna beton menjadi coklat susu dengan bintik-bintik merah tua dan suhu 800 o C warna beton menjadi putih. Pada tiap suhu pembakaran, beton mengalami kerusakan yang berbeda-beda seperti retak rambut, terkelupas, rapuh, pecah dan muncul pori. Dari hasil pengujian X - Ray Fluorescence terlihat bahwa setelah beton mengalami perubahan temperatur maka akan terjadi perubahan susunan unsur kimia dalam beton.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2009/179/050901399
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 624 Civil engineering
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Depositing User: Endang Susworini
Date Deposited: 08 May 2009 10:46
Last Modified: 08 May 2009 10:46
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/139754
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item