Studi Kelayakan Ekonomi Pembangunan Embung Tanawangko di Kabupaten Minahasa Propinsi Sulawesi Utara

KristyaSriAgustin (2009) Studi Kelayakan Ekonomi Pembangunan Embung Tanawangko di Kabupaten Minahasa Propinsi Sulawesi Utara. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Kabupaten Minahasa yang terletak di Propinsi Sulawesi Utara adalah daerah yang memiliki topografi berupa daerah pegunungan dan berbukit – bukit dan memiliki sumber air yang cukup tersedia pada musim hujan. Tetapi karena tidak adanya bangunan yang dapat digunakan untuk menampung air, maka pemanfaatannya menjadi tidak optimal. Sehingga pada saat musim kemarau masyarakat banyak kekurangan air. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dibangunlah beberapa buah embung salah satunya adalah embung Tanawangko. Dengan dibangunnya embung ini diharapkan dapat memenuhi kebu tuhan air untuk air baku dan untuk irigasi khusunya untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Kecamatan Tombariri. Berdasarkan Rencana Anggaran Biaya yang sudah dianalisis didapatkan biaya konstruksi sebesar Rp. 10.653.927.570,-. Kemudian untuk biaya operasi dan pemeliharaan sebesar Rp. 865.622.494,-. Sehingga biaya total sebesar Rp. 11.519.550.064,-. Manfaat yang dapat diperoleh menggunakan perhitungan tiga alternatif manfaat. Dari alternatif I yaitu 80% untuk air baku dan 20% untuk irigasi didapat manfaat total sebesar Rp. 30.169.880.675,-. Dari alternatif II yaitu 50% untuk air baku dan 50% untuk irigasi didapat manfaat total sebesar Rp. 28.554.248.210,-. Dari alternatif III yaitu 20% untuk air baku dan 80% untuk irigasi didapat manfaat total sebesar Rp. 28.717.491.979,-. Selain manfaat yang dapat dihitung dengan uang terdapat juga manfaat yang tidak dapat dihitung dengan uang, salah satunya tercukupinya kebutuhan masyarakat akan air serta bertambahnya pendapatan pemerintah. Untuk menentukan kelayakan pembangunan proyek, maka dalam studi ini dilakukan analisa kelayakan dari segi ekonomi. Berdasarkan hasil analisa maka didapatkan hasil sebagai berikut. Untuk alternatif I, B – C = Rp. 18.493.495.135,-, B/C = 2,58, IRR = 32,39%, Titik impas investasi = 2,8 tahun. Untuk alternatif II, B – C = Rp. 16.877.862.671,-, B/C = 2,45, IRR = 31,02%, Titik impas investasi = 2,9 tahun. Untuk alternatif III, B – C = Rp. 17.041.106.440,-, B/C = 2,46, IRR = 31,16%, Titik impas investasi = 2,9 tahun. Dari hasil analisa ketiga alternatif manfaat untuk pemenuhan kebutuhan tersebut memenuhi persyaratan kelayakan secara ekonomi. Sehingga embung Tanawangko layak untuk dibangun.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2009/114/050900968
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 627 Hydraulic engineering > 627.5 Reclamations, Irrigation, related topics > 627.52 Irrigation
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Pengairan
Depositing User: Endang Susworini
Date Deposited: 02 Apr 2009 09:42
Last Modified: 02 Apr 2009 09:42
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/139678
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item