Design Pengembangan Laboratorium Tegangan Tinggi dari Orde 100 kV menjadi Orde 500 kV di Jurusan Teknik Elektro Universitas Brawijaya.

WahyudiEkoYP (2008) Design Pengembangan Laboratorium Tegangan Tinggi dari Orde 100 kV menjadi Orde 500 kV di Jurusan Teknik Elektro Universitas Brawijaya. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Laboratorium Tegangan Tinggi Universitas Brawijaya merupakan Laboratorium vital yang masih aktif hingga saat ini sebagai tempat penelitian dan pengujian tegangan tinggi dari pihak internal maupun eksternal, baik bagi akademisi maupun nonakademisi. Laboratorium tegangan tinggi di Jurusan Teknik Elektro Universitas Brawijaya saat ini hanya mampu membangkitkan tegangan maksimum sebesar 100 kV, padahal sistem tegangan tinggi yang ada sekarang ini sebagian besar sudah diatas 100 kV. Oleh karena itu, diperlukan suatu pengembangan dan perencanaan lebih lanjut demi kelangsungan peranan Laboratorium Tegangan Tinggi untuk generasi sekarang dan di masa yang akan datang. Standart Tegangan Tinggi tertinggi di Indonesia saat ini adalah 500 kV, oleh karena itu penulis ingin merencanakan peningkatan orde tegangan di laboratorium dari orde 100 kV menjadi 500 kV sehingga nanti diharapkan akan dapat memudahkan pihak jurusan maupun universitas bilamana ada pengembangan lebih lanjut. Skripsi ini bertujuan untuk menentukan dimensi ruangan pengujian, jenis dan komponen peralatan yang dibutuhkan, sistem pembangkitan tegangan, jenis rangkaian percobaan, jarak bebas laboratorium serta sistem pengetanahan yang sesuai sehingga dapat memberikan suatu bentuk alternatif atau pertimbangan dalam perencanaan dan pengembangan Laboratorium Tegangan Tinggi di Jurusan Teknik Elektro Universitas Brawijaya bilamana ada pengembangan lebih lanjut oleh pihak jurusan maupun universitas. Dalam skripsi ini diperoleh dimensi ruangan minimum untuk laboratorium tegangan tinggi orde 500 kV dengan panjang ruangan 13,2 m, lebar 9,5 m dan tinggi 7,8 m. Untuk pembangkitan tegangan tinggi bolak-balik (AC) dipergunakan 5 buah trafo uji yang disusun secara kaskade, sedangkan untuk pembangkitan tegangan searah (DC) dan tegangan impuls cukup digunakan satu buah trafo uji yang dihubungkan dengan rangkaian Greinacher dan rangkaian Mark. Dengan menggunakan sistem pengetanahan rod, nilai tahanan pengetanahan yang paling kecil, yaitu sebesar 1,91 dan 1,84 akan diperoleh dengan menggunakan satu buah batang elektroda pengetanahan berjari jari 10,55 mm (luas penampang 350 mm 2 ) dengan panjang 16 m atau dua batang elektroda pengetanahan berjari-jari 1,38 mm (luas penampang 6 mm 2 ) dengan panjang masing-masing 12 m yang berjarak 4 m satu dengan yang lainnya.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2008/698/050803555
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics > 621.3 Electrical, magnetic, optical, communications, computer engineering; electronics, lighting
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Elektro
Depositing User: Endang Susworini
Date Deposited: 22 Nov 2008 13:35
Last Modified: 25 Oct 2021 05:38
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/139531
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item