Sistem Kontrol Electro Conductivity (EC) Pada Pemberian Nutrisi Tanaman Hidroponik NFT

KhoirulAbdiSaputro (2008) Sistem Kontrol Electro Conductivity (EC) Pada Pemberian Nutrisi Tanaman Hidroponik NFT. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Larutan nutrisi merupakan faktor penting dalam hidroponik NFT. Larutan nutrisi merupakan sumber pasokan air dan mineral bagi tanaman. Kualitas larutan nutrisi diketahui dengan mengukur nilai EC ( electro conductivity ) larutan tersebut. Nilai EC menunjukkan kepekatan unsur hara dalam larutan nutrisi. EC yang rendah menyebabkan pertumbuhan tanaman terganggu sedangkan EC yang tinggi menyebabkan gejala kekeringan dan keracunan pada tanaman. Metode sederhana untuk mengukur EC larutan nutrisi yaitu dengan memasukkan dua buah elektrode konduktansi (sel konduktansi) ke dalam larutan nutrisi. Kemudian memberikan catu daya di kedua elektrode tersebut dan mengukur besarnya arus listrik yang dihantarkan Beberapa jenis karbon dapat digunakan untuk membuat sebuah elektrode. Elektrode tersebut nantinya dapat dimanfaatkan dalam bidang analisa. Salah satu jenis karbon tersebut adalah pasta karbon. Pasta karbon dapat diperoleh dari dalam baterai sel kering. Elektrode karbon memiliki keunggulan karena sifatnya yang inert sehingga tidak mudah teroksidasi ataupun tereduksi Sensor EC terdiri dari 4 bagian, yaitu elektrode karbon, pengubah arus tegangan, penyearah gelombang penuh dan pembangkit gelombang persegi. Penggunaan arus searah menyebabkan terjadinya endapan di salah satu elektrode, sehingga mengganggu kerja dari elektrode. Untuk mengatasinya digunakan sumber tegangan bolak-balik (gelombang persegi). Elektrode karbon berfungsi sebagi tranduser yang merubah besaran EC menjadi besaran arus. Besaran arus tersebut kemudian diubah menjadi tegangan oleh pengubah arus ke tegangan. Selanjutnya tegangan tersebut di searahkan oleh penyearah gelombang penuh. Tegangan tersebut kemudian dikondisikan oleh rangkaian penguat non inverting agar sesuai taraf tegangan input ADC ( Analog to Digital Converter ). Tegangan yang telah dikondisikan kemudian diubah menjadi data digital oleh ADC. Selanjutnya data digital tersebut diproses di mikrokontroler untuk dibandingkan dengan data masukan ( setpoint ) dari keypad. Hasil pengujian menunjukkan sistem mampu mengontrol nilai EC agar tetap sama dengan nilai setpoint. Waktu tunda (t d ) yang didapatkan dari pengujian adalah 19,5 detik Waktu naik (t r ) yang diperlukan adalah 36,5 detik. Waktu penetapan (t s ) yang diperlukan adalah 64 detik. Error steady state yang terjadi sebesar 3,2%. Untuk mengubah nilai EC setiap 0,1mS/cm, sistem memerlukan waktu rata-rata 2,39 detik.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2008/383/050802065
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 621 Applied physics > 621.3 Electrical, magnetic, optical, communications, computer engineering; electronics, lighting
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Elektro
Depositing User: Endang Susworini
Date Deposited: 25 Aug 2008 14:57
Last Modified: 25 Aug 2008 14:57
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/139224
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item