Pengaruh Body Condition Score (Bcs) Terhadap Efisiensi Reproduksi Sapi Bali Di Desa Abuan Kecamatan Susut Kabupaten Bangli Provinsi Bali

Rambe, FahmiIlman (2015) Pengaruh Body Condition Score (Bcs) Terhadap Efisiensi Reproduksi Sapi Bali Di Desa Abuan Kecamatan Susut Kabupaten Bangli Provinsi Bali. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Sapi Bali (Bos sondaicus) adalah sapi murni dari Indonesia hasil domestikasi banteng liar yang telah dilakukan sejak abad ke 19 di Bali sehingga sapi jenis ini dinamakan sapi Bali. Body Condition Score pada induk sapi Bali saat sebelum melahirkan dapat dijadikan dasar untuk mengetahui perkiraan angka kebuntingan berikutnya. Penilaian performans reproduksi pada BCS yang berbeda pada induk sapi Bali yang melahirkan di peternakan rakyat perlu dilakukan, guna perbaikan reproduksi selanjutnya. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 8 September 2014 sampai dengan 8 Desember 2014 di peternakan rakyat, Desa Abuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh BCS terhadap efisiensi reproduksi pada sapi Bali pada paritas 1 dan 2, mengetahui BCS yang ideal ditinjau dari tampilan reproduksi, yaitu: Service Per Conception (S/C), Days Open (DO), Calving Interval (CI) dan Conception Rate (CR) sehingga menghasilkan efisiensi reproduksi yang optimal. Materi yang digunakan dalam penelitian yaitu menggunakan 65 ekor sapi Bali betina (57 ekor milik Bapak Mupu Amerta dan 8 ekor milik Saudara Komang), pengamatan BCS dan recording pelaksanaan inseminasi buatan yang minimal telah partus dua kali dengan analisis One Way Classification yang dibedakan menjadi 2 jenis. Jenis pertama yaitu BCS dengan 4 perlakuan dan 2 ulangan yang terbagi menjadi BCS 2,0; 2,5; 3,0 dan 3,5. Jenis kedua yaitu paritas dengan 2 perlakuan dan 4 ulangan yang terbagi menjadi paritas 1 dan 2. Variabel yang diamati meliputi S/C, DO, CI dan CR. Data rata-rata yang telah diperoleh di analisis statistik menggunakan analisis ragam (Anova) dan jika terdapat perbedaan maka akan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian pada BCS memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai DO dan CI, sedangkan BCS tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap S/C dan CR. BCS yang terbaik, didapatkan pada BCS 3 dan 3,5. Parameter efisiensi reproduksi berdasarkan kelompok BCS berbeda, yaitu: S/C: BCS 2,0; 2,5; 3,0 dan 3,5 masing-masing 1,58±0,40 kali; 1,46±0,34 kali; 1,30±0,29 kali dan 1,34±0,47 kali; DO: BCS 2,0; 2,5; 3,0 dan 3,5 masing-masing 143,10±6,54 hari; 127,41±4,48 hari; 92,38±6,06 hari dan 94,10±3,84 hari; CI: BCS 2,0; 2,5; 3,0 dan 3,5 masing-masing 431,33±4,44 hari; 413,59±6,40 hari; 381,91±7,38 hari dan 380,50±4,33 hari; dan CR : BCS 2,0; 2,5; 3,0 dan 3,5 maisng-masing 57,00±19,80 %; 63,00±15,56 %; 75,00±22,63 % dan 66,50±47,38 %. Hasil penelitian pada Paritas 1 dan 2 memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai S/C dan CR pada BCS berbeda, sedangkan Paritas 1 dan 2 tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap nilai DO dan CI pada BCS berbeda. Paritas yang terbaik, didapatkan pada paritas 2 dengan nilai S/C : 1,15±0,13 kali dan nilai CR: 84,00±13,83 %. Parameter efisiensi reproduksi berdasarkan paritas berbeda, yaitu: S/C : Paritas 1 dan 2 masing-masing 1,68±0,15 kali dan 1,15±0,13 kali; DO : Paritas 1 dan 2 masing-masing 112,68±20,95 hari dan 112,78±18,74 hari; CI : Paritas 1 dan 2 masing-masing 400,30±20,74 hari dan 399,31±16,33 hari; dan CR : Paritas 1 dan 2 masing-masing 46,75±11,27 % dan 84,00±13,83 %. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah Pengaruh BCS terhadap efisiensi pada sapi Bali pada paritas 1 dan 2, yaitu: (1) BCS yang terbaik, didapatkan pada BCS 3 dan 3,5. Nilai reproduksi DO pada BCS tersebut adalah 92,38±6,06 hari dan 94,10±3,84 hari. Sedangkan, nilai reproduksi CI pada BCS tersebut adalah 381,91±7,38 hari dan 380,50±4,33 hari. (2) Paritas yang terbaik, didapatkan pada paritas 2 dengan nilai S/C: 1,15±0,13 kali dan nilai CR: 84,00±13,83 %, dan faktor yang dapat mempengaruhi efisiensi reproduksi sapi Bali, yaitu: pakan, bobot badan, jarak beranak, paritas dan deteksi berahi karena kelalaian peternak. Saran dalam penelitian ini adalah diharapkan ada perbaikan manajemen pemeliharaan pada peternakan rakyat di Desa Abuan Kecamatan Susut Kabupaten Bangli. Sehingga, bisa tercapai nilai BCS yang ideal dan efisiensi reproduksi bisa tercapai.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPT/2016/43/051603297
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 04 May 2016 15:50
Last Modified: 20 Oct 2021 08:53
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/138040
[thumbnail of FAHMI_ILMAN_RAMBE.pdf]
Preview
Text
FAHMI_ILMAN_RAMBE.pdf

Download (5MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item