Pengaruh Pemberian Probiotik Dalam Pakan Terhadap Persentase Karkas, Persentase Lemak Abdominal, Persentase Daging Dada, Dan Kadar Kolesterol Daging Ayam Pedaging

Hidayati, Titik Rizka (2016) Pengaruh Pemberian Probiotik Dalam Pakan Terhadap Persentase Karkas, Persentase Lemak Abdominal, Persentase Daging Dada, Dan Kadar Kolesterol Daging Ayam Pedaging. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Probiotik merupakan mikroorganisme yang mempunyai manfaat yang dapat meningkatkan kesehatan dan penampilan produksi ayam pedaging dengan meningkatkan pertumbuhan bakteri yang menguntungkan dan menghilangkan bakteri patogen. Probiotik juga mempunyai manfaat yang positif dalam meningkatkan penampilan produksi dengan mekanisme yang komplek di dalam saluran pencernaan. Komponen mikroorganisme pada saluran pencernaan ayam pedaging akan diseimbangkan dengan penambahan probiotik dalam pakan, sehingga proses pencernaan dan penyerapan nutrisi dari pakan akan menjadi lebih baik. Probiotik membantu untuk menghambat dominasi bakteri patogen dalam saluran pencernaan. Probiotik juga mempunyai kemampuan yang spesifik untuk memetabolisme asam lemak rantai pendek, substat antimikroba, enzim-enzim pencernaan, vitamin essensial, dan asam lemak yang bekerja pada dinding vili usus dan membuat biofilm yang berfungsi untuk memperluas penyerapan viii dan membkolade akumulasi bakteri patogen. Pemanfaatan probiotik dalam pakan dapat meningkatkan kualitas karkas sehingga menghasilkan produk dengan perlemakan yang rendah dan bebas dari residu antibiotik. Penelitian dilaksanakan 7 Desember 2015 hingga 11 Januari 2016 di PT. Cibadak Indah Sari Farm (CISF) tepatnya di Farm 3 Cikuda, Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh level pemberian probiotik dalam pakan terhadap persentase karkas, persentase lemak abdominal, persentase daging dada, dan kadar kolesterol dalam ayam pedaging. Hasil penelitian diharapkan dapat dijadikan sebagai sumber informasi bagi akademisi, peternak, dan skala industri tentang probiotik bentuk tepung sebagai imbuhan pakan unggas yang dapat digunakan untuk menunjang kualitas karkas meliputi peningkatan persentase karkas dan persentase daging dada serta dapat menurunkan berat lemak abdominal dan kolesterol pada ayam pedaging. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah DOC ayam pedaging strain Ross 308 produksi PT. Cibadak Indah Sari Farm yang tidak dibedakan jenis kelamin (unsexed) sebanyak 720 ekor. Rataan bobot badan yang digunakan sekitar 43,814 ± 3,050 g/ekor dengan nilai koefisien keragaman sebesar 6,96 %. Probiotik yang digunakan merupakan probiotik bentuk tepung yang terdiri dari bakteri gram positif Lactobacillus plantarum, Bacillus subtilis, dan Bacillus megaterium 2,56 x 109 cfu. Kandang yang digunakan adalah kandang closed house yang dilengkapi dengan sistem ventilasi dan sistem dimmer yang di kontrol dengan menggunakan SKOV 509 serta disekat menggunakan kawat sekatan sebanyak 24 petak sekatan, setiap sekatan berisi 30 ekor ayam pedaging. Kandang yang digunakan merupaka kandang postal yang menggunakan litter dari serutan kayu. Pakan yang digunakan adalah pakan komersial produksi PT. Cibadak Indah Sari Farm. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah percobaan lapang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang dilakukan ix dalam penelitian ini sebanyak 4 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang 6 kali (4 x 6), sehingga terdapat 24 unit percobaan. Perlakuan yang diberikan adalah P0, P1, P2, dan P3. Variabel yang diamati meliputi persentase karkas, persentase lemak abdominal, persentase daging dada, dan kolesterol daging dada ayam pedaging. Data yang diperoleh ditabulasi dengan program Microsoft Excel 2010 dan selanjutnya dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dari Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan apabila terdapat perbedaan nyata, dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan’s. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rataan persentase karkas tertinggi yaitu dengan pemberian probiotik sebanyak 0,6% (72,804 ± 3,932) % dan terendah pada perlakuan kontrol (tanpa pemberian probiotik) sebesar (68,321 ± 2,888) %. Rataan persentase lemak abdominal terendah dengan pemberian probiotik sebanyak 0,6% (0,736 ± 0,052) % dan tertinggi pada perlakuan dengan pemberian probiotik sebanyak 0% dalam pakan (1,195 ± 0,052) %. Rataan persentase daging dada tertinggi yaitu pada perlakuan dengan pemberian probiotik sebanyak 0,6 % yaitu (24,462 ± 1,541) % dan terendah pada perlakuan tanpa pemberian probiotik yaitu (23,357 ± 0,990) %. Sedangkan rataan kadar kolesterol tertinggi yaitu pada perlakuan 0 % (80,225 ± 0,243) % dan terendah pada perlakuan dengan pemberian probiotik sebanyak 0,9 % (74,330 ± 0,830) %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan probiotik dalam pakan belum mampu meningkatkan persentase karkas dan persentase daging dada. Namun dapat menurunkan persentase lemak abdominal dan kadar kolesterol ayam pedaging. Disimpulkan bahwa pemberian probiotik hingga level 0,9% dalam pakan ayam pedaging belum mampu meningkatkan persentase karkas dan persentase daging dada, tetapi dapat menurunkan persentase lemak abdominal dan kadar kolesterol daging dada. Pemberian probiotik sebesar 0,6 % dalam pakan dapat menurunkan persentase lemak abdominal dan level pemberian sebesar 0,9 % dalam pakan dapat menurunkan kadar kolesterol daging dada.

English Abstract

The purpose of this study was to determine utilization of probiotic in feed on carcass percentage, abdominal fat percentage, breast meat percentage, and meat cholesterol of broiler. The materials were used for this research were probiotic and 720 unsexed days old chick (DOC) Ross 308 broiler produced by PT. Cibadak Indah Sari Farm with average body weight 43.81 ± 3,05 g/head and probiotic containing Lactobacillus plantarum, Bacillus subtilis, Bacillus megaterium 2.56 x 109 cfu/ml. The method was experiment with four treatmens and six replicates, each replication consisted of thirty broiler. This reasearch was held in Farm 3 PT. CISF, Bogor on the closed house system with ventilation and dimmer system which controlled by Skov monitor. The treatments consisted of P0 = control feed, P1 = basal feed + 0.3% probiotic, P2 = basal feed + 0.6% probiotic, and P3 = basal feed + 0.9% probiotic. The variables measured were carcass percentage, abdominal fat percentage, breast meat percentage and breast meat cholesterol of broiler. Data obtained in this study were analyzed by analysis of variance (ANOVA) of the Completely Randomized Design, if there was a significant differences it would be tested by vi Duncans Multiple Range Test. The result showed that addition of probiotic in feed at level of 0.6% can decrease abdominal fat of broiler and adding probiotic in feed at level of 0.9% can decrease meat cholesterol of broiler.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPT/2016/203/ 051605830
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Kustati
Date Deposited: 13 Sep 2016 10:54
Last Modified: 13 Apr 2022 02:15
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/137814
[thumbnail of Titik Rizka Hidayati.pdf] Text
Titik Rizka Hidayati.pdf

Download (3MB)

Actions (login required)

View Item View Item