Pengaruh Penggunaan Tepung Daun Paku Air (Azolla Pinnata) Terfermentasi Dalam Pakan Terhadap Kualitas Fisik Daging Dan Meat Bone Ratio Ayam Pedaging

Pangestu, Budi (2015) Pengaruh Penggunaan Tepung Daun Paku Air (Azolla Pinnata) Terfermentasi Dalam Pakan Terhadap Kualitas Fisik Daging Dan Meat Bone Ratio Ayam Pedaging. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Tanaman paku air (Azolla pinnata) merupakan tanaman yang biasa hidup di atas permukaan air. Azolla pinnata dapat ditemukan pada semua persawahan di Indonesia. Pertumbuhan Azolla dalam waktu 3–4 hari dapat memperbanyak diri menjadi dua kali lipat dari berat segar. Kandungan protein yang cukup tinggi antara 21,4%-25,78 % dalam daun paku air Azolla pinnata dapat menjadikan Azolla pinnata sebagai bahan pakan ternak yang memiliki aktivitas untuk memperbaiki sel-sel dalam tubuh yang rusak, serta sebagai penyusun pembentukan urat daging dengan cara mempengaruhi kerja sistem syaraf pencernaan, dan metaboliosme tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung daun paku air (Azolla pinnata) terfermentasi dalam pakan terhadap kualitas fisik ayam pedaging dan Meat Bone Ratio ayam pedaging. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi baik mahasiswa maupun peternak, sebagai bahan pertimbangan mengenai pengaruh penggunaan tepung daun paku air (Azolla pinnata) dalam pakan terhadap kualitas fisik daging dan Meat Bone Ratio ayam pedaging. Penelitian ini dilaksanakan selama 35 hari yaitu mulai tanggal 5 Mei 2015 hingga 5 Juni 2015 di Dusun Sumber Sekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Analisa bahan pakan dilaksanankan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. Pengukuran dan Analisa nilai pH, Water Holding Capacity (WHC) dan Cooking Loos dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan dan pengukuran nilai Keempukan dan Warna Daging dilaksanakan di Laboratorium Pengujian Mutu dan Keamanan Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah ayam pedaging strain Lohman MB 202 Platinum yang diproduksi oleh PT. Multibreeder Adirama Indonesia umur 21 hari yang tidak dibedakan jenis kelamin (unsexed) berjumlah 75 ekor dengan rata-rata bobot 933,39 ± 74,85 dan nilai KK sebesar 8,019%. Tanaman Azolla pinnata yang digunakan diperoleh dari Desa Sumber Sari Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. Penggunaan tepung daun paku air dalam pakan terdiri dari 5 perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Perlakuan tersebut adalah P0= Pakan basal tanpa penggunaan tepung daun paku air (Azolla pinnata) (kontrol), P1= Pakan basal + penggunaan tepung daun paku air (Azolla pinnata) 2,5%, P2= Pakan basal + penggunaan tepung daun paku air (Azolla pinnata) 5 %, P3= Pakan basal + penggunaan tepung daun paku air (Azolla pinnata) 7,5 %, P4= Pakan basal + penggunaan tepung daun paku air (Azolla pinnata) 10 %. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi water-holding capacity (WHC), susut masak (cooking loss), keempukan (tenderness), pH, warna dan meat bone ratio bagian dada tanpa sayap tanpa paha ayam pedaging. Data yang diperoleh ditabulasi dengan program Microsoft Excel, selanjutnya dianalisa menggunakan analisa ragam (ANOVA) dari Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan, dan apabila terdapat perbedaan yang nyata pada setiap perlakuan dilanjutkan dengan uji lanjut Jarak Berganda Duncan’s. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan tepung daun paku air (Azolla pinnata) dalam pakan hingga 10% tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap kualitas fisik daging ayam pedaging yang meliputi water-holding capacity (WHC), susut masak (cooking loss), keempukan (tenderness), pH, warna kecerahan (L*) dan kekuningan (b*), akan tetepi memeberikan pengaruh yang nyata pada warna kemerahan (a*) daging dan memberikan perbedaan pada meat bone ratio bagian dada tanpa paha tanpa sayap. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung daun paku air (Azolla pinnata) dalam pakan tidak mempengaruhi kualitas daging ayam pedaging yang meliputi water-holding capacity (WHC), susut masak (cooking loss), keempukan (tenderness), pH, dan warna keseluruhan. Sedangkan nilai persentase meat bone ratio (dada dan punggung) dan kualitas warna menunjukkan hasil yang lebih optimal dengan penggunaan 7,5% tepung Azolla pinnata dibandingkan dengan perlakuan yang lainnya. Berdasarkan hasil penelitian disarankan untuk memanfaatkan tepung daun paku air agar dilakukan penelitian lebih lanjut pada ternak lainnya.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPT/2015/333/051509105
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 20 Jan 2016 15:31
Last Modified: 20 Oct 2021 03:36
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/137619
[thumbnail of ISI_-_Skripsi_A5_(good).pdf]
Preview
Text
ISI_-_Skripsi_A5_(good).pdf

Download (3MB) | Preview
[thumbnail of Cover_sekripsi_A5_(good).pdf]
Preview
Text
Cover_sekripsi_A5_(good).pdf

Download (2MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item