Analisis Pemasaran Ayam Petelur Afkir Dan Culling Di Kecamatan Selopuro

Wati, RatehRetno (2015) Analisis Pemasaran Ayam Petelur Afkir Dan Culling Di Kecamatan Selopuro. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Usaha peternakan ayam ras petelur merupakan salah satu ternak unggas yang dapat mendukung program pemerintah, karena keunggulannya dalam memproduksi telur dan daging. Diketahui oleh data dari Dinas Peternakan Kabupaten Blitar (2015) bahwa tahun 2015 populasi ayam petelur di Kecamatan Selopuro sebesar 350.300 ekor meningkat sebesar 2,35% dari populasi ayam petelur di Kabupaten Blitar. Dilihat dari jumlah peningkatan populasi ayam petelur tersebut maka ayam petelur afkir (tidak produktif) merupakan protein alternatif yang mudah dipasarkan sebagai sumber daging asal ternak.Daging ayam afkir (tidak produktif) pada umumnya memiliki kualitas daging yang alot dan banyak kandungan lemak jika ditinjau dari segi kesehatan, memiliki kandungan gizi yang kurang, namun tetap bernilai ekonomi dimata peternak atau produsen ketika dipasarkan ke pasar-pasar tradisional namun harga ayam afkir relatif lebih murah sehingga ayam ini memiliki pangsa pasarnya sendiri. Hal ini perlu adanya perhatian mengenai masalah efisiensi pemasaran sehingga ayam petelur afkir sampai ke konsumen akhir dengan harga yang wajar dan lembaga pemasaran yang terlibat mampu menjalankan fungsi pemasaran secara baik. Penelitian dilaksanakan pada 20 juni sampai 18juli 2015 di Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui saluran pemasaran dengan lembaga yang terlibat dalam pemasaran ayam petelur afkir di Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar dan untuk mengetahui besarnyamargin pemasaran, presentase margin, farmer’s price share, dan mark up price dari masingmasing lembaga pemasaran yang berperan dalam pemasaran ayam petelur afkir dan culling di Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar. Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai pertimbangan bagi peternak untuk mengambil keputusan mengenai pemasaran ayam petelur afkir dan culling, sebagai bahan informasi bagi lembaga pemasaran yang terlibat, sebagai penerapan ilmu bagi mahasiswa mengenai efisiensi pemasaran ayam petelur afkir dan culling. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Penentuan sampel untuk peternak menggunakan metodepurposive samplingdan penentuan sampel untuk lembaga pemasaran menggunakan snowball sampling. Analisis data menggunakan analisis deskriptif yaitumargin pemasaran, presentase margin, mark up price dan farmer price share pada masing-masing pola pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 macam pola saluran pemasaran ayam petelur afkir yaitu: 1. Peternak – pedagang besar (A) – agen luar kota luar Provinsi, 2. Peternak – pedagang besar (B) – agen luar kota dalam Provinsi. Pola pemasaran ayam afkir I didapatkan nilai margin pemasaran sebesar Rp. 800,-/kg, dengan ketentuan harga jual dari peternak kepedagang besar A sebesar Rp. 17.000,-/kgdan harga jual pedagang besar A ke pedagang luar kota luar provinsi sebesar Rp. 17.800,-/kg, Farmer price share sebesar 85%dengan nilai efisiensi sebesar 0,98. Saluran pemasaran pola I dikatakan efisien karena nilai efisiensi pemasaran 0,98. Pola pemasaran ayam afkir II didapatkan nilai margin pemasaran sebesar Rp. 800,-/kg dengan ketentuan harga beli ayam afkir ke peternak sebesar Rp. 17.000,-/kg dan harga jual pedagang besar B ke pedagang luar kota dalam Provinsi sebesar Rp. 17.650,-/kg,farmers price share sebesar 89,47% dengan nilai efisiensi pemasaran sebesar 0,97%.Saluran pemasaran ayam afkir pola II dikatakan efisien karena nilai efisiensi 0,97. Pola saluran pemasaran ayam cullingterdapat 2 macam pola saluran pemasaran yaitu: 1. Peternak – pedagang pengecer (A)– konsumen “pengusaha rumah makan”, 2. Peternak – pedagang pengecer (B) – konsumen “pasar tradisional”. Pola pemasaran I didapatkan nilai margin pemasaran sebesar Rp. 2.750,-/kg dengan harga beli ayam culling dari peternak sebesar Rp. 15.000,-/kg, share harga sebesar 100% karena dijual langsung ke konsumen dengan nilai efisiensi 0,92 sedangkan pola II didapatkan hasil nilai margin pemasaran sebesar Rp. 3.250,-/kg dengan harga beli ayam culling dari peternak sebesar Rp 15.000,-kg, share harga sebesar 100% karena pedagang pengecer langsung memasarkan ke konsumen, nilai efisiensi pemasaran 0,91. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pola saluran pemasaran ayam petelur afkir di KecamatanSelopuro Kabupaten Blitar adalah pola I: peternak – pedagang besar A – agen luar kota luar Provinsi dan pola II: peternak – pedagang besar B – agen luar kota dalam Provinsi. Sedangkan pola saluran pemasaran ayam culling di Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar adalah pola I : Produsen (peternak) – pedagang pengecer A – konsumen “pengusaha rumah makan” dan pola II: peternak – pedagang pengecer B – konsumen“pasar tradisional”. Pemasaran ayam petelur afkir paling efisien adalah pola pemasaran II dilihat dari segimargin pemasaran sebesar Rp. 800,-/kg farmer price share 89,47% dan nilai efisiensi pemasaran 0,97. Sedangkan pemasaran ayam petelur culling palingefisien adalah pola pemasaran II dilihat dari segi margin pemasaran sebesar Rp. 3.250,-/kg, farmers price share 84,50%, dan nilai efisiensi pemasaran 0,91. Saran dari penelitian ini adalah sebaiknya peternak memiliki recording mulai dari ayam masuk sampai ayam siap diafkir selain itu pelaksanaan culling sebaiknya dilakukan secara tepat dan rutin supaya produksi telur optimal dan menghindari penularan penyakit.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPT/2015/314/051603236
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 25 May 2016 13:59
Last Modified: 20 Oct 2021 03:11
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/137597
[thumbnail of 1.pdf]
Preview
Text
1.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of 2.pdf]
Preview
Text
2.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of 3.pdf]
Preview
Text
3.pdf

Download (2MB) | Preview
[thumbnail of 6.pdf]
Preview
Text
6.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of 5.pdf]
Preview
Text
5.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of 4.pdf]
Preview
Text
4.pdf

Download (1MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item