Pengaruh Penambahan Pupuk Cair Nabati Pada Padatan Lumpur Organik Unit Gas Bio Terhadap Peningkatan Protein Kasar

Seftilian, AndhisExza (2015) Pengaruh Penambahan Pupuk Cair Nabati Pada Padatan Lumpur Organik Unit Gas Bio Terhadap Peningkatan Protein Kasar. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Lumpur organik unit gas bio (LOUGB) merupakan luaran dari proses biogas. LOUGB adalah bahan organik yang memiliki kandungan protein 13,3%, serat kasar 24,3% dan energy 3651 kkal/kg, dapat digunakan sebagai bahan pakan alternatif ternak non ruminansia, penambahan pupuk cair nabati pada padatan LOUGB dapat meningkatkan protein kasar yang didukung dengan proses fermentasi. Penelitian ini dilakukan di tiga tempat, pembuatan pupuk cair nabati, pemeraman serta penambahan pupuk cair nabati dilakukan di Jalan Candi Agung III No. 14 Kecamatan. Lowokwaru, Malang, Jawa Timur. Sedangkan pengambilan sampel dilakukan di unit biogas milik peternak sapi perah rakyat Bapak Sulistiyanto di Desa Wonokerto Kecamatan Bantur Kab. Malang, Jawa Timur. Analisis proksimat (kandungan protein kasar) dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. Waktu pelaksanaan vi penelitian tanggal 02 Maret 2015 sampai 30 April 2015 selama satu bulan. Tujuan dari pelaksanaan penelitian untuk mengetahui persentase penggunaan pupuk cair nabati yang terbaik pada masing-masing perlakuan dan untuk mengetahui pengaruh penambahan pupuk cair nabati terhadap peningkatan kandungan protein kasar padatan LOUGB. Kegunaan dari penelitian diharapkan penambahan pupuk cair nabati dengan persentase yang berbeda dapat meningkatkan kandungan protein kasar pada padatan LOUGB dan diharapkan dapat mengetahui kandungan protein kasar padatan lumpur organik unit gas bio yang dapat digunakan sebagai pakan alternatif ternak non ruminansia kususnya kelinci. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah padatan LOUGB. Metode penelitian adalah metode percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 6 ulangan. Data dianalisis dengan analisi ragam, apabila terdapat perbedaan antar perlakuan diuji dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil). Variabel yang diamati pada penelitian ini yaitu protein kasar, suhu dan pH. Pengamatan dilaksanakan 72 jam, sedangkan penganalisisan protein kasar selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan penambahan pupuk cair nabati pada masing-masing media pemeraman memberikan pengaruh yang nyata (P<0.05) terhadap kandungan nilai protein kasar, namun tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap nilai pH dan suhu media. Hasil Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) vii terhadap kandungan protein kasar, P1 dengan penambahan pupuk cair nabati 10% merupakan nilai tertinggi sebesar 13,12% ± 0,23 dengan suhu sebesar 27,88 ± 0,77oC dan pH senilali 7,92 ± 0,16. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian adalah penambahan pupuk cair nabati sebesar 10% (P1) dapat meningkatkan protein kasar paling tinggi dibandingkan dengan P0, P2 dan P3 dan terjadi peningkatan kandungan protein kasar pada P1 dan penurunan pada P2 dan P3 karena terlalu banyak presentase pupuk cair nabati yang diberikan. Perlu penelitian lebih lanjut terkait penambahan pupuk cair nabati pada LOUGB dengan persentase antara 5%-15% untuk mencari hasil protein kasar (PK) terbaik sehingga dapat digunakan sebagai pakan alternatif ternak kelinci

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPT/2015/275/051509054
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 22 Jan 2016 13:50
Last Modified: 20 Oct 2021 02:09
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/137553
[thumbnail of SKRIPSI_Andhis_Exza_Seftilian_(115050100111166).pdf]
Preview
Text
SKRIPSI_Andhis_Exza_Seftilian_(115050100111166).pdf

Download (3MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item