Efisiensi Pemasaran Telur Ayam Ras Di Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar

Zuroidah, Munifatus (2015) Efisiensi Pemasaran Telur Ayam Ras Di Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Telur merupakan produk peternakan yang memberikan sumbangan terbesar bagi tercapainya kecukupan gizi masyarakat. Blitar merupakan salah satu sentra peternakan ayam ras di Jawa Timur. BPS (2013) menjelaskan bahwa produksi telur selama tahun 2012 sebesar 317.672.570 kg, terbanyak berasal dari Kabupaten Blitar sebesar 106.551.976 kg dari keseluruhan produksi telur di Jawa Timur. BPS (2013) menyatakan bahwa tahun 2012 populasi ayam ras di Kecamatan selopuro sebesar 85.400 ekor meningkat sebesar 10,33% dari tahun sebelumnya. Kecamatan Selopuro merupakan kecamatan di Kabupaten blitar dengan populasi ayam ras terkecil ke dua yaitu sebesar 0.56% dari populasi ayam ras di Kabupaten Blitar. Kondisi ini merupakan peluang besar bagi produsen atau pengusaha peternakan khususnya bidang perunggasan ayam ras untuk memenuhi permintaan masyarakat, sehingga prospek pengembangan masih terbuka lebar. Produsen biasanya menggunakan pemasaran telur dari berbagai lembaga pemasaran agar produk telur ayam ras sampai ke konsumen akhir. Hal ini perlu adanya perhatian mengenai masalah efisiensi pemasaran supaya telur sampai ke konsumen akhir dengan harga yang wajar dan lembaga pemasaran yang terlibat mampu menjalankan fungsi pemasaran secara baik. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 17 Maret sampai 17 April 2015 di Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pola pemasaran telur ayam ras di Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar dan untuk mengetahui efisiensi pemasaran ditinjau dari segi farmer price share, margin pemasaran, share biaya pemasaran, dan share keuntungan dari masing-masing pola pemasaran telur ayam ras di Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Penentuan sampel dengan menggunakan metode purposive sampling untuk sampel peternak dan metode snowball sampling untuk sampel pedagang. Analisis data menggunakan analisis deskriptif yaitu efisiensi pemasaran, margin pemasaran, share biaya, share keuntungan dan farmer price share pada masing-masing pola pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 2 macam pemasaran telur ayam ras di Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar yaitu pemasaran langsung dan pemasaran tidak langsung. Pemasaran tidak langsung terdapat 3 pola saluran pemasaran yaitu: 1. Peternak – pedagang besar A – agen luar kota luar provinsi, 2. Peternak – pedagang besar B – agen luar kota dalam provinsi 3. Peternak – pedagang pengecer – konsumen. Pola pemasar I biaya pemasaran yang dikeluarkan pedagang besar A sebesar Rp. 15.552,-/kg dan memperoleh keuntungan sebesar Rp. 248,-/kg. Farmer price share sebesar 83,33%, share biaya pedagang besar A sebesar 99,90% dan share keuntungan pedagang besar A sebesar 6,67% dengan nilai efisiensi pemasaran sebesar 0,98. Pola pemasaran II biaya pemasaran yang dikeluarkan pedagang besar B sebesar Rp. 15.418-/kg dan memperoleh keuntungan sebesar Rp. 232-/kg. Farmer price share sebesar 88,24%, share biaya pedagang besar B sebesar 99,88% dan share keuntungan pedagang besar B sebesar 7,85% dengan nilai efisiensi pemasaran sebesar 0,99. Pola pemasaran III biaya pemasaran yang dikeluarkan pedagang pengecer sebesar Rp. 15.517-/kg dan memperoleh keuntungan sebesar Rp. 1.208-/kg. Farmer price share sebesar 89,69%, share biaya pedagang pengecer sebesar 99,86% dan share keuntungan pedagang pengecer sebesar 28,20% dengan nilai efisiensi pemasaran sebesar 0,93. Kesimpulan dari penelitian yaitu Pemasaran telur ayam ras di Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar ada 2 macam yaitu secara langsung dan secara tidak langsung. Pemasaran secara tidak langsung ada 3 macam saluran pemasaran yaitu: Pola I (peternak – pedagang besar A – agen luar kota luar provinsi), Pola II (peternak – pedagang besar B – agen luar kota dalam provinsi), Pola III (peternak – pedagang pengecer – konsumen kecamatan). Pemasaran telur ayam ras paling efisien adalah pola pemasaran III dilihat dari segi margin pemasaran Rp. 1.725,-/kg, share biaya pemasaran 99,86%, share keuntungan 28,20%, farmer price share 89,69%, dan nilai efisiensi pemasaran 0,93. Saran yang diberikan peternak ayam ras sebaiknya mengetahui informasi mengenai harga telur ayam ras yang belaku di pasar pada hari tersebut agar harga yang diterima peternak stabil sampai harga yang diterima konsumen akhir. Harga jual telur oleh pedagang pengecer tidak merata sebagian pedagang pengecer menjual dengan harga terlalu tinggi sehingga tidak sedikit konsumen yang memilih membeli langsung ke peternak akibatnya volume penjualan pedagang pengecer sedikit yang berpengaruh terhadap pendapatan yang sedikit pula. Penentuan harga jual pedagang pengecer perlu mengetahui informasi mengenai harga telur yang berlaku dipasar sehingga harga jual tidak terlalu tinggi dan volume penjualan bisa meningkat

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPT/2015/209/051509005
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 18 Jan 2016 12:37
Last Modified: 20 Oct 2021 13:26
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/137479
[thumbnail of MUNIFATUS_ZUROIDAH.pdf]
Preview
Text
MUNIFATUS_ZUROIDAH.pdf

Download (3MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item