Pengaruh Penggantian Bsa Pada Cep-2 Dengan Serum Darah Sapi Terhadap Kualitas Semen Sapi Limousin Pada Suhu Penyimpanan 3-5oc

Wahyudi, FeriEka (2015) Pengaruh Penggantian Bsa Pada Cep-2 Dengan Serum Darah Sapi Terhadap Kualitas Semen Sapi Limousin Pada Suhu Penyimpanan 3-5oc. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Salah satu upaya untuk mencukupi kebutuhan daging adalah meningkatkan produktifitas sapi yaitu dengan memanfaatkan teknologi Inseminasi Buatan (IB). Inseminasi buatan dengan semen cair dilakukan dengan menggunakan pengencer. Bahan-bahan yang terkadung dalam pengencer harus berharga murah, ketersediaan melimpah dan kontinuitas baik. Pada pengencer Cauda Epididymal Plasma 2 (CEP-2) terdapat bahan yang harganya mahal, produk impor dan ketersediaan terbatas yaitu Bovine Serum Albumin (BSA). Oleh karena itu dilakukan penelitian mengenai penggantian BSA pada CEP-2 menggunakan serum darah sapi. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 22 Desember 2014 sampai dengan 24 Januari 2015, kegiatan penelitian dilaksanakan di Laboratorium Reproduksi Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penggantian BSA menggunakan berbagai konsentrasi serum darah pada pengencer dasar CEP-2 terhadap kualitas semen sapi Limousin selama pendinginan pada suhu 3-5oC. Materi penelitian yang digunakan yaitu semen segar dari lima ekor sapi Limousin yang dipelihara di Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari Malang, berumur 6-11 tahun yang ditampung setiap seminggu dua kali menggunakan vagina buatan. Semen yang digunakan harus memiliki kriteria motilitas massa ++ dan motilitas individu ≥55%. Serum darah didapatkan dari darah sapi yang diambil dari Laboratorium Lapang Sumber Sekar Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan percobaan laboratorium dengan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari lima perlakuan, yaitu P0 sebagai kontrol (90% CEP-2 (dengan BSA) + 10% KT); P1 (83,8% CEP-2 + 6,16% serum + 10% KT); P2 (81,8% CEP-2 + 8,16% serum + 10% KT); P3 (79,8% CEP-2 + 10,16% serum + 10% KT) dan P4 (90% CEP-2 (tanpa BSA) + 10% KT). Apabila di antara perlakuan memiliki pengaruh berbeda nyata maupun berbeda sangat nyata, akan dilakukan Uji Jarak Berganda Duncan. Motilitas pada hari ke-1 (≥40%) dihitung menggunakan Pearson’s Chi Square dengan nilai harapan 40% spermatozoa motil. Pengelompokkan berdasarkan waktu pengamatan semen. ix Hasil penelitian untuk rataan dan Standar Deviasi motilitas tertinggi pada P0 sebesar 37,6±17,28%, disusul oleh P1 (37,1±16,68%); P2 (37,0±17,40%); P3 (36,7±17,54%) dan P4 (35,7±17,73%). Pada hari ke-1 motilitas yang dianalisis dengan Chi Square didapatkan hasil bahwa setiap perlakuan baik P0, P1, P2, P3 dan P4 memiliki pengaruh yang berbeda nyata ditunjukkan pada nilai rata-rata Chi Square (58,21) lebih besar dari tabel Chi Square 0,05 (51). Pengencer dengan rataan viabilitas terbaik sampai pada hari ke-5 yaitu pada P3 (63,4±3,48%) disusul oleh P4 (63,0±5,10%); P1 (62,9±5,07%); P2 (61,8±4,70%) dan terakhir P0 (61,3±5,64%). Abnormalitas yang terbaik yaitu P0 (16,4±40%), disusul oleh P3, P1, P2 dan terakhir P4 dengan masing-masing nilai rataan secara berurutan (16,4±3,34%); (16,6±4,13%); (16,8±3,10%) dan (16,9±3,20%). Disimpulkan bahwa pengencer menggunakan serum darah belum mampu mempertahankan motilitas spermatozoa sebaik pengencer menggunakan BSA, namun pengencer dengan penambahan serum 6,16% cukup mampu mempertahankan motilitas spermatozoa.

English Abstract

Research Was Conducted At Reproduction Laboratory, Animal Husbandry Faculty, University Of Brawijaya, Malang From December 22nd, 2014 To January 24th, 2015. Purpose Of This Research Was To Investigated The Influence Of BSA Replacement With A Different Concentration Level Of Blood Serum In Basic Diluent Of CEP-2 To Semen Quality During Preservation In 3-5oc. Semen Diluent Was Divided Into Five Groups, There Were P0 (90% CEP-2 (With BSA) + 10% Egg Yolk (EY)); P1 (83.8% CEP-2 + 6.16% Serum + 10% EY); P2 (81.8% CEP-2 + 8.16% Serum + 10% EY); P3 (79.8% CEP-2 + 10.16% Serum + 10% EY) And P4 (90% CEP-2 (Without BSA) + 10% EY). Data Of The Research Was Analyzed Using Randomized Block Design, If There Was Difference Between The Treatments Then Tested Using Duncan’s Multiple Range Test. Result Showed That The Liquid Semen Of Limousin After Five Days Chilled Preservation, Best Motility Percentage Was P0 (37.6±17.28%). Best Viability Was P3 (63.4±3.48%), Best Abnormality Was P0 (16.4±4,00%). Total Motile Sperm Count Was Significantly Higher In All Treatments Compared To The Standard Criteria Of SNI 40% Motile Sperm/Ml. Blood Serum Could Not Replace The BSA Capability Yet, Although The Diluent With 6.16% Of Blood Serum Could Kept The Motility Of Sperms, But It Was Not Better Than BSA.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPT/2015/129/051504292
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 06 Jul 2015 12:57
Last Modified: 20 Oct 2021 09:16
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/137390
[thumbnail of 9.Daftar_Pustaka.pdf]
Preview
Text
9.Daftar_Pustaka.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of 1.Cover.pdf]
Preview
Text
1.Cover.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of 10.Lampiran.pdf]
Preview
Text
10.Lampiran.pdf

Download (3MB) | Preview
[thumbnail of 4.BAB_1_Pendahuluan.pdf]
Preview
Text
4.BAB_1_Pendahuluan.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of 3.Lembar_awal.pdf]
Preview
Text
3.Lembar_awal.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of 2.Lembar_pengesahan.pdf]
Preview
Text
2.Lembar_pengesahan.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of 5.BAB_2_Tinjauan_Pustaka.pdf]
Preview
Text
5.BAB_2_Tinjauan_Pustaka.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of 8.BAB_5_Kesimpulan_dan_Saran.pdf]
Preview
Text
8.BAB_5_Kesimpulan_dan_Saran.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of 7.BAB_4_Hasil_dan_Pembahasan.pdf]
Preview
Text
7.BAB_4_Hasil_dan_Pembahasan.pdf

Download (2MB) | Preview
[thumbnail of 6.BAB_3_Materi_dan_Metode.pdf]
Preview
Text
6.BAB_3_Materi_dan_Metode.pdf

Download (2MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item