Performan Sapi Brahman Cross Steer Warna Merah Dan Putih Pada Fase Finisher

Pitono, ArekaCahyo (2015) Performan Sapi Brahman Cross Steer Warna Merah Dan Putih Pada Fase Finisher. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Penelitian Dilaksanakan Di PT. Pasir Tengah Desa Mentengsari Kecamatan Cikalong Kulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat Pada Tanggal 5 Juli – 4 Agustus. Penelitian Ini Bertujuan Untuk Mengetahui Pertambahan Bobot Badan Harian, Konsumsi BK, Konversi Pakan, Feed Cost Per Gain (FCG) Dan Income Over Feed Cost (IOFC) Antara Sapi Brahman Cross Steer Merah Dan Putih Pada Fase Finisher. Kebutuhan Daging Sapi Dan Kerbau Pada Tahun 2014 Untuk Konsumsi Dan Industri Sebanyak 575 Ribu Ton, Sedangkan Ketersediaanya Sebesar 462 Ribu Ton Dicukupi Dari Sapi Lokal, Sehingga Terdapat Kekurangan Penyediaan Sebesar 113 Ribu Ton. Kekurangan Tersebut Dipenuhi Dari Impor Sapi Potong. Sapi Bakalan Maupun Sapi Siap Potong Yang Diimpor Ke Indonesia Umumnya Berasal Dari Bangsa Australian Commercial Cross (ACC) Dan Brahman Cross Dengan Jenis Kelamin Jantan Kastrasi (Steer) Dan Dara (Heifer). Sapi Brahman Cross Yang Diimpor Ke Indonesia Mempunyai Warna Merah Dan Putih, Hal Ini Disebabkan Oleh Hasil Persilangan Berdasarkan Tetuanya. Sapi Brahman Cross Merah Merupakan Campuran Sapi Gir Dan Indu-Brazil Dengan Beberapa Pengaruh Guzerat (Kanrej), Sedangkan Sapi Brahman Cross Putih Merupakan Campuran Sapi Guzerat (Kanrej) Dan Nellore (Ongole). Parameter Yang Penting Diperhatikan Dalam Operasional Usaha Penggemukkan Sapi Potong Adalah Pertambahan Bobot Badan Harian, Konsumsi BK, Konversi Pakan, Feed Cost Per Gain (FCG) Dan Income Over Feed Cost (IOFC). Materi Yang Digunakan Dalam Penelitian Ini Adalah Sapi Brahman Cross Steer Merah Sebanyak 39 Ekor Dan 39 Ekor Sapi Brahman Cross Steer Putih, Rata-Rata Umur 24-30 Bulan (PI2). Bobot Badan Awal Sapi Brahman Cross Steer Merah 436,82 ± 34,71 (Kg) Dan Sapi Brahman Cross Steer Putih 449,92 ± 34,28 (Kg). Pakan Yang Diberikan Yaitu Hijauan (Rumput Gajah Dan Jerami Padi) Dan Konsentarat. Metode Yang Digunakan Dalam Penelitian Ini Adalah Studi Kasus. Variabel Yang Diamati Adalah Konsumsi Bahan Kering (BK), Pertambahan Bobot Badan Harian (PBBH), Konversi Pakan, Feed Cost Per Gain (FCG) Dan Income Over Feed Cost (IOFC). Data Yang Diperoleh Kemudian Dianalisis Dengan Uji T Tidak Berpasangan Untuk Mengetahui Perbedaan Performan Sapi Brahman Cross Steer Merah Dan Putih. Hasil Penelitian Menunjukkan Pertambahan Bobot Badan Harian Sapi Brahman Cross Steer Merah Dan Putih Berturut-Turut 1,03 ± 0,07 Kg/Ekor/Hari, 1,08 ± 0,15 Kg/Ekor/Hari. Konsumsi BK Sapi Brahman Cross Steer Merah Dan Putih Berturut-Turut 10,02 ± 0,79 Kg/Ekor/Hari Atau 2,29 % Dari Bobot Badan, 10,14 ± 0,83 Kg/Ekor/Hari Atau 2,25 % Dari Bobot Badan. Konversi Pakan Sapi Brahman Cross Steer Merah Dan Putih Berturut-Turut 9,74 ± 0,66 Dan 9,58 ± 1,28. Nilai Feed Cost Per Gain (FCG) Sapi Brahman Cross Steer Merah Dan Putih Berturut-Turut Rp.24.835/Kg, Rp.24.136/Kg. Nilai Income Over Feed Cost (IOFC) Sapi Brahman Cross Steer Merah Dan Putih Berturut-Turut Rp.12.684 Ekor/Hari, Rp.14.329 Ekor/Hari. Hasil Analisis Statistik Menunjukkan Konsumsi Bahan Kering (BK), Pertambahan Bobot Badan Harian (PBBH), Konversi Pakan, Feed Cost Per Gain (FCG) Dan Income Over Feed Cost (IOFC) Sapi Brahman Cross Steer Merah Dan Putih Berbeda Tidak Nyata (P>0,05). Berdasarkan Hasil Penelitian Ini Dapat Disimpulkan Bahwa Sapi Brahman Cross Steer Merah Dan Putih Menunjukkan Performan Pertambahan Bobot Badan, Konsumsi BK, Konversi Pakan, Feed Cost Per Gain (FCG) Dan Income Over Feed Cost (IOFC) Relatif Sama. Disarankan Memilih Bakalan Sapi Brahman Cross Steer Putih Karena Secara Ekonomi Cenderung Lebih Efisien Dan Menguntungkan. Peningkatan Pertambahan Bobot Badan Harian (PBBH) Yang Tinggi Dapat Meningkatkan Nilai Income Over Feed Cost (IOFC)

English Abstract

The Research Was Conducted In PT Pasir Tengah In The Mentengsari Village, Cikalong Kulon, Cianjur District And West Java On 5 July – 4 August 2014. The Purpose Of This Study To Determine The Effect Of Steer Brahman Crosses Red And White On Performan Finisher Phase. The Materials Used 39 Steer Red Brahman Crosses And 39 Steer White Brahman Cross 2-2.5 Year Old (436.82 ± 34.71 Vs 449.92 ± 34.28 Kg). The Feed Forage (Grass And Rice Straw) And Concentrate. The Method Was Used By Case Study. The Variables Measured Were Daily Dry Matter Intake (DMI), Average Daily Gain (ADG), Feed Convertion Ratio (FCR), Feed Cost Per Gain (FCG) Dan Income Over Feed Cost (IOFC). Data Was Analyzed Using T Test (Unpaired). Result Found That (ADG) Steer Red And White Brahman Cross (1.03 ± 0.07 Vs 1.08 ± 0.15 Kg/Head/Day), (DMI) (10.02 ± 0.79 Vs 10.14 ± 0.83 Kg/Head/Day), (FCR) (9.74 ± 0.66 Vs 9.58 ± 1.28), (FCG) (IDR 24835 Vs IDR 24136/Kg), (IOFC) (IDR 12684 Vs IDR 14329 Head/Day) Respectively Were Not Significanly Different (P>0.05). Steer White Brahman Cross Was Suggested For Feedlot Farming Because More Efficient And Gainful.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPT/2015/118/051503992
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 07 Jul 2015 12:23
Last Modified: 20 Oct 2021 09:05
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/137378
[thumbnail of Areka_Cahyo_Pitono_115050100111005.pdf]
Preview
Text
Areka_Cahyo_Pitono_115050100111005.pdf

Download (3MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item