Pengaruh Iradiasi Gamma Dan Penyimpanan Dingin Suhu 4°C Terhadap Jumlah Bakteri Patogen Fillet Ikan Gabus (Channa Striata)

Lingga, Elvida Marta Sari (2017) Pengaruh Iradiasi Gamma Dan Penyimpanan Dingin Suhu 4°C Terhadap Jumlah Bakteri Patogen Fillet Ikan Gabus (Channa Striata). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Ikan Gabus (Channa striata) merupakan salah satu ikan yang tersebar luas di Indonesia dan banyak diminati masyarakat. Kandungan nutrisi dalam ikan gabus menyebabkan ikan gabus menjadi media pertumbuhan yang baik untuk mikroorganisme. Iradiasi merupakan salah satu teknologi modern yang bertujuan untuk menurunkan jumlah mikroba pada bahan pangan. Produk iradisi akan memiliki hasil yang lebih baik apabila dikombinasikan dengan perlakuan lain seperti pendinginan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dosis iradiasi serta lama penyimpanan dingin suhu 4°C terhadap jumlah bakteri patogen pada ikan gabus. Dosis iradiasi yang digunakan adalah 0; 1.5; dan 3.0 kGy. Sedangkan lama penyimpanan yang digunakan adalah 0; 7; dan 14 hari. Penelitian dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan setiap perlakuan dilakukan tiga kali pengulangan dan data yang diperoleh dianalisa dengan metode Analysis of Variance (ANOVA) untuk mengetahui apakah ada perbedaan atau pengaruh pada tiap perlakuan. Apabila hasil uji menunjukkan terdapat beda nyata, maka uji lanjut dengan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) dengan selang kepercayaan 95 %. Hasil analisa mikrobiologis menunjukkan bahwa 3 kGy dapat mereduksi jumlah bakteri aerob kontaminan hingga dibawah ambang batas yang ditentukan oleh SNI yaitu 5 x 105 dan tereduksi sebesar 4 siklus log, mereduksi jumlah bakteri koliform sebesar 4 siklus log, mereduksi E.coli sebesar 5 siklus log serta mereduksi S. aureus sebesar 3 siklus log. Selama penyimpanan dingin suhu 4°C pada 7 hari dan 14 hari terjadi peningkatan jumlah bakteri. Hasil analisa menunjukkan adanya pengaruh nyata terhadap kadar protein namun tidak berpengaruh pada nilai pH . Hasil analisa D10 menunjukkan bahwa E. coli, dan S. aureus yang diisolasi dari ikan segar memiliki sensitifitas yang berbeda, yaitu E.coli memiliki nilai D10 sebesar 0,18 kGy dan S. aureus sebesar 0,15 kGy. Kesimpulan dari penelitian ini, yaitu kombinasi perlakuan iradiasi gamma dan penyimpanan dingin suhu 4°C memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah bakteri patogen dan protein namun tidak berpengaruh nyata terhadap nilai pH ikan Gabus. Nilai D10 menunjukkan bahwa Nilai D10 E. coli memiliki tingkat sensitif yang lebih besar dibanding dengan S.aureus.

English Abstract

Snakehead Fish (Channa striata) is one of the most widespread fish in Indonesia and in a great demand by the community. The nutritional content in snakehead fish causes itself to be a good medium for growth microorganisms. Irradiation is one of the modern technology that aims to reduce the amount of microbes in food. The product of irradition will has better result when is combined with other treatments such as cooling. The purpose of this study was to determine the effect of irradiation dosage and cool storage time of 4°C to the number of pathogenic bacteria in snakehead fish. The dose of irradiation was 0; 1.5; And 3.0 kGy. While the storage period was 0; 7; and 14 days. The research was conducted by Completely Randomized Design (CRD) with each treatment performed three repetitions and the obtained data was analyzed by Analysis of Variance (ANOVA) method to find out whether there was any difference or effect on each treatment. If the test results show that there is a real difference, then the further test was performed with DMRT (Duncan's Multiple Range Test) with 95% confidence interval. Microbiological analysis showed that 3 kGy can reduce the number of aerobic bacteria contaminant to below the threshold determined by the SNI that is 5 x 105 and reduced by 4 log cycles, reducing the number of coliform bacteria by 4 log cycles, reducing E.coli by 5 log cycles and reducing S. aureus by 3 log cycles. During cold storage temperatures of 4°C at 7 days and 14 days there was an increase in the number of bacteria. The results of the analysis showed a significant effect on the protein content but did not affect the pH value. The results of D10 analysis showed that E. coli and S. aureus which had been isolated from fresh fish had different sensitivity, E. coli had D10 value of 0.18 kGy and S. aureus of 0.15 kGy. The conclusion of this study is that is combination of gamma irradiation treatment and cool storage temperature 4°C gives a real effect on the number of pathogenic bacteria and protein but no significant effect on snakehead fish pH value. The value of D10 indicates that E. coli has greater sensitivity than S. aureus.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FTP/2017/324/051706442
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 641 Food and drink > 641.6 Cooking specific materials > 641.69 Cooking game and seafood > 641.692 Fish
Divisions: Fakultas Teknologi Pertanian > Teknologi Hasil Pertanian
Depositing User: Kustati
Date Deposited: 16 Aug 2017 01:55
Last Modified: 10 Oct 2020 13:46
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/1372
[thumbnail of 1.Bagian Depan.pdf]
Preview
Text
1.Bagian Depan.pdf

Download (734kB) | Preview
[thumbnail of 2. BAB I.pdf]
Preview
Text
2. BAB I.pdf

Download (344kB) | Preview
[thumbnail of 3. BAB II.pdf]
Preview
Text
3. BAB II.pdf

Download (874kB) | Preview
[thumbnail of 4. BAB III.pdf]
Preview
Text
4. BAB III.pdf

Download (452kB) | Preview
[thumbnail of 5. BAB IV.pdf]
Preview
Text
5. BAB IV.pdf

Download (641kB) | Preview
[thumbnail of 6. BAB V.pdf]
Preview
Text
6. BAB V.pdf

Download (347kB) | Preview
[thumbnail of 7. Daftar Pustaka.pdf]
Preview
Text
7. Daftar Pustaka.pdf

Download (609kB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item