Indeks Produktivitas Induk Kambing Peranakan Etawah (PE) di Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang

Nasuha, Mubarokatun (2011) Indeks Produktivitas Induk Kambing Peranakan Etawah (PE) di Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2011 di Desa Mulyoasri, Argoyuwono, Tiromoyo, Purwoharjo, Tawangagung dan Tirtomarto Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Indeks Produktivitas induk kambing PeranakanEtawah (PE) di Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang. Hasil penelitian diharapkan dapat membantu dalam hal menentukan kebijakan peningkatan populasi kambing Peranakan Etawah (PE) dan sebagai bahan informasi bagi peternak dan praktisi yang terkait mengenai pemeliharaan serta mengevaluasi betina yang ada di Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang sebagai wilayah sumber bibit. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah 125 induk kambing PE milik 100 keluarga petani peternak di Desa Mulyoasri, Argoyuwono, Tiromoyo, Purwoharjo, Tawangagung dan Tirtomarto Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah survei. Penentuan sampel menggunakan purposive sampling, yaitu sampel yang akan digunakan telah ditetapkan berdasarkan kriteria tertentu yaitu keluarga petani peternak yang mempunyai induk kambing dan anak kambing PE sapih (umur 3 bulan). Pemilihan lokasi berdasarkan pada desa-desa dengan jumlah petani peternak tinggi (Mulyoasri dan Argoyuwono), sedang (Tirtomoyo, Tawangagung dan Purwoharjo) dan rendah (Tirtomarto). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata service per conception sebesar 1,6 kali. Rata-rata umur pertama kali kambing betina dikawinkan 10,54±1,69 bulan, rata-rata litter size adalah 1,856±0,58, tingkat kematian anak kambing adalah 6,42% dari total anak yang dilahirkan, rata-rata kidding interval kambing adalah 8,27±0,84 bulan, rata-rata bobot sapih dalam pelaksanaan penelitian sebesar 15,41±4,77 kg pada anak kambing jantan dan 14,57±4,9 kg pada anak kambing betina. Nilai Indeks Reproduksi Induk (IRI) didapatkan sebesar 2,55±0,90 dan nilai Indeks Produktivitas Induk (IPI) sebesar 38,25±6,83 kg per kelahiran. Nilai Indeks Produktivitas Induk tertinggi terdapat pada desa Mulyoasri, sedangkan terendah pada desa Tirtomoyo. Disimpulkan bahwa Indeks Produktivitas Induk (IPI) di Kecamatan Ampelgading sebesar 38,25±6,83 kg dalam satu kali kelahiran. Nilai IPI tersebut sudah baik, akan tetapi terdapat perbedaan IPI pada tiap desa yaitu terdapat desa dengan IPI yang tinggi sedangkan yang lain tidak terlalu tinggi. Disarankan untuk adanya penyaluran bibit induk dan pejantan unggul pada desa dengan IPI yang masih rendah serta penyuluhan tentang manajemen pemeliharaan. Induk kambing yang memiliki nilai IPI yang tinggi harus terus dipertahankan dalam wilayah pembiakan atau dikawinkan.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPT/2011/95/051104647
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 13 Feb 2012 10:08
Last Modified: 21 Oct 2021 02:12
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/136708
[thumbnail of 051104647.pdf]
Preview
Text
051104647.pdf

Download (2MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item