Analisis ekonomi Usaha Peternakan Ayam Petelur fase pullet pada PT. Lawang Farm Desa Sidodadi Kecamatan Lawang Kabupaten Malang

AgraDacosta (2011) Analisis ekonomi Usaha Peternakan Ayam Petelur fase pullet pada PT. Lawang Farm Desa Sidodadi Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Usaha peternakan dilaksanakan selama satu bulan di PT. Lawang Farm Desa Sidodadi Kecamatan Lawang Kabupaten Malang yaitu mulai tanggal 31 Agustus sampai 2 Oktober 2010. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya keuntungan atau laba usaha, break even point (BEP), payback period (PBP), revenue cost ratio (R/C ratio). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus pada PT. Lawang Farm yang wujudnya mengenai produksi pullet. Data-data primer meliputi bibit ayam ras pullet, penjualan ayam, biaya produksi dan lama usaha didapatkan langsung melalui wawancara dengan pihak terkait sedangkan data sekunder didapatkan dari litelatur dari buku, internet (artikel maupun jurnal). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan tabel dan angka-angka yang tersedia, kemudian melakukan uraian dengan menggunakan rumus-rumus ekonomi sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian diperoleh bahwa besarnya biaya produksi sebesar Rp. 188.130.168,- per periode/4bulan. Penerimaan usaha sebesar Rp. 199.182.628,- per periode/4bulan dengan harga pullet umur 16 minggu Rp. 40.000,- Keuntungan atau laba bersih setelah pajak sebesar Rp. 9.946.649,- per periode. Persentase keuntungan bersih yang diperoleh sebesar 5,28 persen untuk 5000 ekor DOC selama 16 minggu dari total biaya produksi. Nilai Break even Point (BEP) hasil sebesar 4.703 ekor dan BEP harga sebesar Rp. 38.292,-. Nilai R/C rationya yaitu 1,05 selama 4 bulan. Nilai payback period adalah 7,2 periode atau 28 bulan. Kesimpulan penelitian di PT. Lawang Farm bahwa usaha peternakan ayam petelur fase pullet PT. Lawang Farm dinyatakan menguntungkan hal ini dapat dilihat dari analisis keuntungan, nilai R/C ratio yaitu 1,05 dan pullet yang dihasilkan pada saat panen dari harga per ekor yang ditawarkan lebih tinggi dari pada BEP harga dan BEP hasil yang telah dihitung. Saran yang dapat diberikan kepada PT. Lawang Farm antara lain 1) Untuk gudang pengolahan pakan buatan sebaiknya dibuat tempat yang baru untuk bagian kandang starter, selama ini untuk kandang starter selalu menunggu pakan kiriman dari kandang layer karena gudang pengolahan pakan digabung menjadi satu sehingga tidak efisien dalam waktu pemberian pakan. 2) PT. Lawang Farm diharapkan untuk membuat tempat pembuangan ayam mati di kandang starter, karena selama ini dikandang starter apabila ayam mati biasanya tidak langsung dibakar atau ditimbun sehingga dikawatirkan dapat menyebarkan penyakit untuk ternak – ternak yang lain.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPT/2011/9/051100944
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 15 Mar 2011 09:21
Last Modified: 21 Oct 2021 02:10
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/136704
[thumbnail of 051100944.pdf]
Preview
Text
051100944.pdf

Download (4MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item