Pengaruh Penambahan Ekstrak Picung (Pangium edule) dan Penyimpanan Daging Giling terhadap Total Mikroba

Yuniarlin, Tri (2011) Pengaruh Penambahan Ekstrak Picung (Pangium edule) dan Penyimpanan Daging Giling terhadap Total Mikroba. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. Pelaksanaan penelitian dimulai bulan Agustus 2009 sampai bulan September 2009. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak picung (Pangium edule) dengan konsentrasi dan lama penyimpanan suhu dingin yang berbeda terhadap total mikroba daging giling. Manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang peranan penambahan ekstrak picung sebagai antimikroba bakteristatik bahan pangan dengan proses penyimpanan suhu dingin serta mengenai bahan aktif antimikroba yang terkandung dalam picung. Materi yang digunakan dalam percobaan ini adalah biji picung (Pangium edule) yang diekstrak dengan pelarut air dan etanol dan daging giling. Metode penelitian yang digunakan untuk pengujian jumlah total mikroba adalah percobaan tersarang dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Faktor pertama adalah tingkat konsentrasi penambahan ekstrak picung pada daging giling yaitu penambahan ekstrak 0% (P0), 2% (P1), 4% dan 6%. Faktor yang tersarang pada faktor pertama adalah lama penyimpanan pada suhu dingin selama 0 hari (R1), 3 hari (R2), 6 hari (R3) dan 9 hari (R4). Pengulangan dilakukan sebanyak tiga kali. Variabel yang diukur adalah jumlah total mikroba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak picung air dan etanol mampu menghambat pertumbuhan mikroba pada daging giling dengan penyimpanan suhu dingin. Penambahan konsentrasi ekstrak etanol picung berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap total mikroba daging giling. Lama penyimpanan pada suhu dingin penambahan ekstrak air dan etanol picung memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap total mikroba yang tumbuh pada daging giling. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pelarut etanol lebih efektif digunakan sebagai pelarut picung dibandingkan dengan air karena mampu melarutkan komponen biokimia dan zat antimikroba picung. Penambahan ekstrak etanol picung pada daging giling tidak mampu membunuh total mikroba namun hanya dapat menghambat pertumbuhannya dengan penambahan konsentrasi diatas 0,2% dan lama penyimpanan suhu dingin selama 6 hari. Disarankan adanya peningkatan variasi tingkat penambahan (level) konsentrasi ekstrak picung dan variasi lama penyimpanan pada daging giling sehingga picung dapat berfungsi maksimal sebagai bahan pengawet yang alami dan aman untuk bahan pangan.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPT/2011/43/051102390
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 18 Jul 2011 14:19
Last Modified: 20 Oct 2021 21:53
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/136660
[thumbnail of 051102390.pdf]
Preview
Text
051102390.pdf

Download (2MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item