Peran Sarjana Program Sarjana Membangun Desa (SMD) dalam Pengembangan Kelompok Tani Ternak Rojo Koyo Joyo Kabupaten Banyuwangi

Muslim, Sultoni (2011) Peran Sarjana Program Sarjana Membangun Desa (SMD) dalam Pengembangan Kelompok Tani Ternak Rojo Koyo Joyo Kabupaten Banyuwangi. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kelompok Tani Ternak “Rojo Koyo Joyo” Desa Sraten Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan telah dilaksanakan selama bulan Oktober 2010 – Februari 2011 Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Mendeskripsikan signifikansi peran sarjana peternakan dalam program Sarjana Membangun Desa (SMD) terhadap Pengembangan Kelompok Tani Ternak; (2) Mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan pendorong Pengembangan usaha Kelompok Tani Tenak dalam program Sarjana Membangun Desa (SMD). Manfaat yang diharapkan dapat diperoleh dari penelitian ini adalah: (1) sebagai pedoman dalam perencanaan, pengelolaan, dan pemberdayaan kelompok binaan, serta advokasi terhadapa kemungkinan permasalahan yang timbul dalam Kelompok Tani Ternak; (2) sebagai bahan informasi dan pertimbangan dalam penelitian kelompok tani yang berhubungan dengan program Sarjan Membangun Desa (SMD) Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik purposive sampling dengan 4 informan utama yaitu ketua kelompok, sekretaris, sarjana SMD, dan 2 anggota. Data-data yang diperoleh dari penelitian ini adalah data primer yang diperoleh secara langsung melalui wawancara dan data sekunder berupa ad/art. Data dianalisis oleh peneliti melalui proses interpretasi atau penafsiran terhadap permasalahan yang menjadi fokus penelitian. Untuk menguji kualitas data dilakukan tringulasi sumber Hasil penelitian menunjukkan perkembangan kelompok tani “Rojo Koyo Joyo” dari awal pada tahun 2008 hingga penelitian selesai dilakukan pada tahun 2010, perkembangan tersebut dipengaruhi oleh peran sarjana sebagai agen dan keberadaan program SMD dengan modal usahanya. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Peran Sarjana SMD dalam perkembangan kelompok tani ”Rojo Koyo Joyo” sebagai berikut : 1). Pertemuan rutin mengubah pola komunikasi SMD dengan kelompok, yang pada awalnya top down menjadi bottom up. Hal tersebut mengakibatkan semakin meningkatnya partisipasi anggota. 2). Intensitas hubungan SMD dengan anggota yang sangat sering memonitoring dan memberikan solusi pada permasalahan, menciptakan hubungan ketergantungan yang positif berupa kepercayaan. 3). Keberadaan aturan formal mengakibatkan anggota terikat dalam ketentuan-ketentuan kelompok, terutama dalam pencegahan dan penyelesaian konflik dalam usaha. 4). Menerapkan tertib organisasi itu tidak mudah, terutama berkenaan dengan kerapian administrasi lembaga, karena petani peternak merasa lebih baik tidak berorganisasi. 5). Anggota lebih senang dan mampu bekerja dengan baik jika ternak yang dibudidayakan dekat dengan tempat tinggalnya yaitu tidak dikandang koloni, yang secara ekonomi lebih efisien dalam pengelolaannya. 6). Akses vertikal SMD pada pasar masih terbatas, keberadaan Dinas peternakan dan asosiasi SMD belum mampu menjadi solusi pemasaran produk olahan kelompok SMD. 7). Edukasi sarjana SMD menyebabkan pengetahuan budidaya petani ternak bertambah, sikap anggota terhadap kemajuan dan pembaruan semakin terbuka. 8). SMD menghubungkan Kelompok Tani Ternak dengan PPL, dokter hewan dan Petugas teknis dinas peternakan untuk melakukan pembinaan kelompok, hal tersebut berdampak pada interaksi anggota terhadap pihak luar semakin lebar, memudahkan tugas SMD melakukan tranfer teknologi baru kepada anggota. 9). Anggota hanya mau terlibat karena yakin dengan berbagai keuntungan yang akan mereka dapat baik secara langsung maupun tidak, hal ini menjadi orientasi dan motivasi utama mereka saat ini. Faktor-faktor yang menjadi pendorong dalam Pengembangan kelompok yang utama yaitu kebijaksanaan dari pemerintah berupa program maupun bantuan-bantuan modal, sedangkan faktor-faktor yang menjadi penghambat utama pengembangan kelompok adalah Terbatasnya akses pasar hasil produksi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan, dalam proses pemberdayaan pengembangan kelompok sebaiknya sarjana yang mendampingi program adalah orang setempat atau minimal 1 tahun telah membina kelompok; kelompok tani tidak di jadikan objek namun bersama sarjana SMD menjadi subjek, sehingga pelaksanaan training pengelolaan oraganisasi, keuangan, dan yang berkaitan dengan program SMD juga sejak awal di sudah melibatkan kelompok atau perwakilan dari kelompok. Terbatasnya akses pasar dan modal usaha bisa diatasi dengan peran pemerintah dalam menghubungkan SMD dengan para investor dan perbangkan .

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPT/2011/107/051105224
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 16 Feb 2012 13:55
Last Modified: 20 Oct 2021 15:41
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/136615
[thumbnail of 051105224.pdf]
Preview
Text
051105224.pdf

Download (3MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item