Pengaruh penambahan tepung bawang putih (Allium sativum) sebagai aditif pakan terhadap penampilan produksi ayam pedaging

YuliFritaNuningtyas (2010) Pengaruh penambahan tepung bawang putih (Allium sativum) sebagai aditif pakan terhadap penampilan produksi ayam pedaging. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Labortorium Lapang Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya di Desa Sumber Sekar Kecamatan Dau, Kabupaten Malang mulai 11 Mei sampai 16 Juni 2010. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung bawang putih sebagai aditif pakan terhadap penampilan produksi ayam pedaging yang diukur melalui variabel konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan dan Income Over Feed Cost (IOFC). Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah DOC ayam pedaging strain Lohmann Platinum yang diproduksi oleh PT Multibreeder Adirama Indonesia Sidoarjo tbk., sebanyak 80 ekor yang tidak dibedakan jenis kelaminnya dengan bobot badan awal rata-rata 47,85 ± 3,17 g/ekor dipelihara selama 35 hari. Koefisien keragaman (KK) 7,89%. Pakan yang digunakan adalah jagung, bekatul, konsentrat dan tepung bawang putih. Pemberian pakan dan minum secara ad libitum . Perlakuan yang diberikan adalah penambahan tepung bawang putih pada pakan dengan tingkat penggunaan P0 = pakan basal, P1 = pakan basal + tepung bawang putih 0,02%, P2 = pakan basal + tepung bawang putih 0,04%, P3 = pakan basal + tepung bawang putih 0,06%, P4 = pakan basal + tepung bawang putih 0,08%. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis ragam (ANOVA) dari Rancangan Acak Lengkap, dengan menggunakan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perbedaan yang nyata pada perlakuan dilakukan dengan Uji Jarak Berganda Duncan’s Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan tepung bawang putih pada pakan memberikan pengaruh tidak nyata terhadap konsumsi pakan akan tetapi memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap pertambahan bobot badan (PBB), konversi pakan dan IOFC. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan penambahan tepung bawang putih dalam pakan pada level 0,04% memberikan hasil yang paling baik terhadap penampilan produksi ayam pedaging.

English Abstract

This experiment was intended to investigate the effect of garlic meal ( Allium sativum ) as feed additive on broiler production performances. The materials used in this experiment were 80 unsexed one-day-old broiler chicks (DOC) of Lohmann Platinum strain produced by PT Multibreeder Adirama Indonesia Sidoarjo tbk., weighing 47.85 ± 3.17 g/bird, diet and garlic meal. The basal diet for starting period composed of 60% corn and 40% concentrate, where as basal diet for finishing period composed of 60% corn, 30% concentrate and 10% rice bran. Graded levels of garlic meal were then added to formulate dietary treatments which consisted of five levels of garlic meal that is 0% (P0), 0.02% (P1), 0.04% (P2), 0.06% (P3) and 0.08% (P4). The variables measured were feed intake (FI, g/bird), body weight gain (BWG, g/bird), feed conversion ratio (FCR) and income over feed cost (IOFC, Rp/bird). Data collected were then subjected to analysis of variance of the Completely Randomized Design. Duncan’s Multiple Range Test was used to differentiate between means. The result showed that garlic meal supplementation didn’t significantly influence (P>0.05) feed intake but it significantly influenced body weight gain, feed conversion ratio and income over feed cost . It can be concluced that garlic meal used at level of 0.04% in diet improved broiler performance.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPT/2010/155/051003585
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 02 Dec 2010 10:12
Last Modified: 20 Oct 2021 14:51
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/136541
[thumbnail of 051003585.pdf]
Preview
Text
051003585.pdf

Download (3MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item